DLH Rohul Segera Tindaklanjuti Temuan Komisi IV Soal 9 Kolam Limbah PT MAN Tidak Berfungsi Normal

Admin
483 view
DLH Rohul Segera Tindaklanjuti Temuan Komisi IV Soal 9 Kolam Limbah PT MAN Tidak Berfungsi Normal
Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup DLH Rohul, Ir Maas.
DATARIAU.COM - Dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan PT Marangkai Artha Nusantara (MAN) terus bergulir. Komisi IV DPRD Rohul juga telah turun ke PT MAN, guna menindaklanjuti pengaduan masyarakat, terkait adanya dugaan pembuangan limbah tak sesuai prosedur yang diduga dilakukan PT MAN ke Sungai Juragi, Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Dari hasil sidak yang dilakukan Komisi IV DPRD Rohul tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Rohul Nono Patriatama Putra menyebutkan, 9 dari 10 kolam limbah milik PKS tersebut ternyata tak berfungsi baik, karena pendangkalan dan tidak berfungsinya pompa limbah. Temuan ini semakin menguatkan adanya dugaan malprosedur terhadap pengolahan limbah yang dilakukan perusahaan pengloahan kelapa sawit tersebut.

Ironisnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu selaku instansi yang melakukan pengawasan lingkungan, sama sekali tidak mengetahui terkait adanya 9 kolam limbah PT MAN yang tak berfungsi baik. Hal ini semakin menunjukkan lemahnya pengawasan pemerintah daerah terhadap aktivitas industri terhadap lingkungan.

Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup DLH Rohul, Ir Maas, Rabu (27/2/2019) ketika dikonfirmasi terkait temuan Komisi IV DPRD Rohul tersebut mengakui Pengawasan Kolam Limbah memang menjadi salah satu objek Pengawasan DLH. Namun secara tekhnis pengelolaan kolam limbah itu tanggung jawab dari perusahaan.

"Secara teknis pengelolaan kolam limbah itu adalah tanggung jawab perusahaan. DLH tahunya hanya secara teknis itu tanggung jawab perusahaan," ungkap Ma'as.

Ketika ditanya apakah PT MAN selama ini tidak pernah melaporkan adanya 9 kolam yang tidak berfungsi baik tersebut kepada DLH, Ma'as menyatakan belum menerima laporan tersebut baru-baru ini. "Baru baru ini belum kita terima," kata Ma'as.

Meski demikian, Ma'as menegaskan akan segera menindaklanjuti temuan dari DPRD Rohul tersebut, dengan turun kembali ke PT MAN untuk melakukan pemeriksaan kolam limbah PT MAN. "In syaa Allah kita akan tindaklanjuti dengan pemirksaan kolam limbah," tegasnya.

Terkait dugaan pelanggaran undang-undang lingkungan yang dilakukan perusahaan, Ma'as belum dapat memastikan, dan masih menunggu hasil pemeriksaan sampel yang sedang dianalisa di laborotorium DLH. "Diperkirakan hasil lab tersebut akan keluar minggu depan," ucap Ma'as.

Jika terbukti melanggar, lanjut Ma'as, PT MAN bakal terkena sanksi adminsitrasi dengan acaman maksimal pencabutan izin dan sanksi pidana sesuai Undang-Undang 32 tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pengolahan Lingkungan Hidup. (ded)
Penulis
: Deddy
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
Tag:DLHLimbah