Bupati Siak Tegaskan Agar Tidak Membakar Lahan, Alfedri: Tingkatkan Patroli Serta Penegasan Hukum

Hermansyah
763 view
Bupati Siak Tegaskan Agar Tidak Membakar Lahan, Alfedri: Tingkatkan Patroli Serta Penegasan Hukum
Bupati Siak Drs H Alfedri MSi saat mengikuti Rakornas di Istana Negara Jakarta.

JAKARTA, datariau.com - Bupati Siak Drs H Alfedri MSi hadiri Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2019, yang berlangsung di Istana Negara Jakarta, Selasa (6/8/2019) pagi.

Rakornas tersebut turut dihadiri oleh sejumlah Menteri, di antaranya Menko Polhukam Wiranto, Menteri LHK Siti Nurbaya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, serta sejumlah kepala daerah dan pimpinan TNI-Polri di daerah.

Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Karhutla  dipimpin langsung oleh Presiden Ir H Joko Widodo yang mana dalam Rakornas tersebut, Presiden RI memberikan pengarahan kepada seluruh peserta yang di ikuti oleh Gubernur, Kapolda, Bupati/Walikota se-Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo meminta kepada pemerintah daerah terkait di kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan untuk memprioritaskan langkah-langkah pencegahan.

Hal tersebut disampaikan Jokowi ketika memberikan kata sambutan dalam pengarahan Presiden Republik Indonesia kepada peserta Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2019.

"Yang paling penting, pencegahan. Jangan sampai api sudah membesar baru kita bingung. Nunjang palang, menanggulangi. Kalau sudah apinya membesar, apalagi di hutan gambut, sangat sangat sulit sekali padamnya," kata mantan Gubernur DKI tersebut.

Ditempat terpisah, usai mengikuti rapat tersebut, Bupati Siak Drs H Alfedri MSi mengatakan, rapat yang dipimpin oleh bapak Presiden Joko Widodo membahas terkait upaya bagaimana untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan. 

Dengan prinsip, kata Alfedri, bagaimana pimpinan di setiap daerah hingga ke jajaran terendah untuk bersama-sama selalu mengingatkan kepada masyarakat, agar bisa memprioritaskan pencegahan. Sehingga tidak lagi terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, Alfedri mengungkapkan, kebakaran hutan dan lahan di tahun ini lebih rendah dari tahun 2015 lalu. Namun, sedikit meningkat dari tahun 2018 dibandingkan tahun ini.

Untuk itu, menurut Alfedri, setiap kepala daerah dikumpulkan kembali, agar kebakaran hutan dan lahan dapat diselesaikan dengan segera.

"Untuk mengelola lahan perkebunan jangan dengan cara membakar, namun dengan merubah cara bagaimana agar tidak membakar lahan. Dan jangan sekali-kali membakar hutan dan lahan," imbuhnya.

Mari tingkatkan patroli serta tingkatkan penegasan hukum, kata Alfedri, sesuai dengan apa yang telah ditegaskan oleh bapak Presiden Republik Indonesia tersebut.(rls)

Editor
: Hermansyah
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)