KEPULAUAN MERANTI, datariau.com - Pengerjaan proyek semenisasi jalan yang tersebar pada 12 titik di Kota Selatpanjang yang anggarannya berasal dari APBD Provinsi Riau, hingga saat ini sedang berlangsung. Namun sudah ada jalan yang sudah rusak.
Seperti Jalan Kubur Baru Kelurahan Selatpanjang Kota, para pekerja yang sedang beraktifitas merupakan berasal dari PT Berkah Pulau Makmur sesuai tertera pada plang nama proyek tampak sedang melaksanakan pengecoran badan jalan, bahkan di lapangan terlihat kegiatan tersebut diawasi oleh seorang pengawas.
Sangat disayangkan, ketika awak media menanyakan identitas pengawas yang kebetulan seorang perempuan tersebut, ia enggan menyebut namanya.
Kalau bapak mau konfirmasi, ini saya kasih kontak person beliau, sambil menyebut nomor telephone celuler 08535595XXXX, atas nama Anto, pengawas itu mengaku tidak berkompeten untuk memberi keterangan.
Setelah dihubungi beberapa kali melalui nomor selulernya, namun Anto tidak menjawab, sehingga tidak diketahui apa penyebab rusak atau patahnya jalan yang baru dikerjakan itu.
Terlihat jelas dari plang nama yang terpasang di salah satu lokasi, bahwa proyek tersebut dikelola provinsi melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanian beralamat di Jalan MS Amin nomor 92 Pekanbaru, dan dikerjakan oleh PT Berkah Pulau Makmur selaku kontraktor Pelaksana yang juga dari provinsi, sedangkan Konsultan Pengawas adalah CV Reka Cipta Utama.
Tidak tangung-tanggung, proyek tersebut senilai Rp.2.087.385.129,13, sudah hampir rampung dikerjakan.
Untuk pengerjaan semenisasi yang berlokasi di Gang Tempur, Jalan Kubur Baru, Selatpanjang Kota sepanjang 300 meter, sudah selesai, tetapi kontraktor masih tetap bekerja menyelesaikan 58 meter lagi.
Menurut keterangan dari salah seorang warga, Ifin yang akrab disapa Ocu, juga merupakan tokoh masyarakat setempat mengatakan, penambahan pengerjaan itu dikarenakan jalan semenisasi yang baru selesai tidak tersambung dengan jalan yang lama.
Akan tetapi, tanpa diketahui secara pasti kronologisnya, pihak kontraktor menghibahkan 40 meter dan masih dikerjakan bersamaan dari hasil swadaya masyarakat sepanjang 18 meter.
Dijelaskan pula oleh Ifin, donasi atau sumbangsih dari masyarakat yang terkumpul saat ini sebanyak Rp3.820.000, sedangkan Estimasi anggaran yang dibutuhkan Rp10 juta.
"Dana itu digunakan untuk persediaan bahan matrial sedangkan pengerjaan dilakukan oleh pihak perusahaan, agar transparan, pengelolaan anggaran nanti akan kita bikin spanduk daftar nama yang menyumbang," katanya.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan Nasir MSi, terkait Benkeu Provinsi Riau mengatakan, memang 3 tahun belakangan ini semua proyek-proyek yang berasal dari bantuan provinsi dan dikerjakan langsung oleh provinsi hampir 70 persen hasilnya tidak memuaskan dan banyak tidak selesai.
"Sayangkan, bantuan yang berasal dari APBD begitu besar, tapi hasilnya tidak memuaskan bagi masyarakat, yang mengelola dari provinsi dan yang mengawasi juga dari provinsi. Saya usulkan agar bantuan untuk kabupaten dan kota yang berasal dari provinsi dapat diberikan dalam bentuk keuangan, agar dalam pengelolaannya kita bisa mengawasi," kata Bupati Irwan. (*)