RENGAT, datariau.com - Kasus pelecean seksual anak dibawah umur dalam 5 bulan terakhir ini cukup tinggi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Bahkan kecamatan yang selama ini diagung-angungkan sebagai contoh kota layak anak dari 14 kecamatan yang ada di Inhu, malah banyak kejadian yang berlawanan dengan program kota layak anak.
Dalam dua bulan terakhir Kecamatan Pasir Penyu sebagai kota layak anak tercatat sudah dua kali terjadi kasus pencabulan.
Pada hari Jumat (20/5/2016) sekitar pukul 08.00 wib, salah seorang tokoh masyarakat memberikan informasi ke awak media bahwa telah terjadi dugaan pencabulan sodomi anak dibawah umur, begitu mendapat informasi awak media langsung menggali informasi dengan mencari korban dan orangtua korban.
Setelah mendengar pengakuan korban dan beberapa saksi, awak media langsung melaporkan kasus sodomi ke Bhabinkamtibmas, Camat dan Kelurahan Tanah Merah. Satu jam lamanya, Bhabinkamtibmas, pihak kecamatan Pasir Penyu dan pihak kelurahan Tanah Merah sampai di kediaman para pelaku dan korban.
Dari keterangan dua korban, JM (9) dan GP (7) siswa sekolah dasar (SD)didampingi orang tua masing-masing dan guru mereka, kedua korban menceritakan kronologis awal mula kejadian tersebut.
Pada hari Senin (9/5/2016) di perkirakan sekitar pukul 14.00 Wib JM dan GP sedang bermain di bedeng batu bata milik orang tua JM. Datang IB, pelaku yang masih berstatus sebagai pelajar di SMPN 3 Pasir Penyu mengajak JM dan GP ke rumahnya untuk bermain.
Sesampainya di rumah IB, kedua korban diajak menonton televisi, entah kerasukkan iblis darimana tiba-tiba pelaku mencabuli GP dan JM. Padahal semuanya laki-laki, namun terjadi pelecehan seksual oleh pelaku kepada kedua anak dibawah umur tersebut.
Karena ketagihan, hari Selasa (10/5/2016) sekitar pukul 15.00 Wib hal tersebut diulangi lagi oleh pelaku, saat itu JM, GP dan AJ (5) adik kandung GP sedang bermain di bedeng. Lalu datang IB dan mengajak lagi ke rumahnya.
Tanpa merasa curiga ketiga korban ikut IB ke rumahnya. Begitu masuk ke dalam rumah, IB juga kembali mencabuli ketiga anak-anak ini termasuk AJ adik GP. Namun karena AJ menangis maka AJ tidak sempat dicabuli. Setelah selesai melampiaskan nafsunya, kedua korban diberi uang Rp5 ribu oleh pelaku.
Sementara IB, pelaku saat ditanyai ada tidak melakukan perbuatan sebagaimana yang diceritakan kedua korban, dia menyangkal hal tersebut.
"Mana ada saya melakukan perbuatan seperti itu, saya berani disumpah pak," kata pelaku di hadapan Bhabinkamtibmas, pihak kecamatan, pihak kelurahan dan beberapa tokoh masyarakat, kemarin.
Namun dengan jeli dan kesabaran Bhabinkamtibmas dan anggota Reskrim Polsek Pasir Penyu dalam memburu kebenaran, akhirnya IB mengakui perbuatannya sesuai yang diceritakan para korban.
"Iya pak, pada hari Senin disaat orang tua saya tidak di rumah, saya bertiga di rumah menonton televisi. Dan saya minta JM untuk.... Kalau GP tidak ada melakukannya pak, itupun hanya sekali aja pak," kata IB memberi keterangan di hadapan orang yang hadir.
Mendengar pengakukan IB, kedua orang tua IB yang pertama tidak terima dan bersikeras bahwa anaknya tidak mungkin melakukan perbuatan yang tidak pantas, kedua orang tua IB kaget dan bagaikan disambar petir di siang bolong. Begitu juga halnya warga yang hadir saat itu.
Sementara itu keterangan dari pisokolg Dra Menji Wati Gunawan dari Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PTP2A) dari Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Inhu saat di kantor Polsek Pasir Penyu, menyatakan bahwa pelaku telah mengakui semua perbuatannya.
"IB telah mengakui semua perbuatannya, dan benar bahwa IB sudah dua kali melakukan perbuatannya dengan korban yang sama, saat ini ketiga anak ini akan kita lakukan penyembuhan penyakit yang ada pada diri mereka, utama sekali terhadap pelaku, hal seperti ini tidak dapat dibiarkan berlarut-larut, kami dari PTP2A dan BP3AKB akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengkembalikan kejiwaan anak-anak ini," pungkasnya.
Terbongkarnya kasus sodomi ini disaat GP dan AJ pulang ke rumah dengan pakaian kotor terkenak kuah sate, merasa curiga orang tua perempuan (Ibu) GP dan AJ mempertanyakan habis makan sate dimana dan uang dapat darimana.
"Waktu itu saya tanya pada kedua anak saya, habis makan sate dari mana dan dapat uang darimana bisa makan sate, AJ adiknya menceritakan bahwa dikasih uang dari IB setelah disuruh.......," sebut RN, ibu GP dan AJ.
Penulis: Heri
Editor: Riki