LINGGA, datariau.com - Setelah mendapat penanganan serius dari pihak Rumah Sakit (RS) Awalbros Pekanbaru, dikabarkan kondisi Anita (16) mulai membaik. Namun pihak keluarga belum dapat bernafas lega, karena masih tersandung masalah biaya.
Anita merupakan korban kecelakaan kapal atau pompong kecil, dimana atas kejadian itu rambut dan beberapa bagian di kepalamya seperti telinga hilang diputar baling-baling mesin kapal.
"Saat itu Anita menimba air di belakang kapal atau pompong, rambutnya yang panjang tanpa sadar masuk ke baling-baling mesin kapal, kulit kepalanya terkupas, telinga hilang satu, tinggal tengkorak, itu yang butuh dioperasi untuk menempel kulit baru," terang Ahmad Sukrylah, Alumni SMAN 1 Singkep yang melakukan penggalangan dana untuk korban, saat dihubungi Datariau.com di Pekanbaru, Sabtu (14/7/2018).
Diterangkannya, bahwa beberapa bantuan mulai berdatangan dari para donatur. Banyak warganet yang merasa prihatin melihat kondisi remaja tersebut. Karena hampir tidak ada lagi rambut yang menempel di kepala, pasca kejadian naas di pulau Selat Pintu, Selasa (10/7/2018) sore.
Anita merupakan siswi SMP di Pulau Benan, tinggal di Selat Pintu, Desa Pulau Bukit Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga. Dia berasal dari keluarga kurang mampu. Atas kondisinya yang sangat memprihatinkan, membuat banyak orang peduli dan membantu.
Informasi yang diperoleh, penggalangan dana dilakukan beberapa pihak, seperti dari Tim Sosial Pemuda Singkep.
Pada postingan yang dikeluarkan di akun facebook milik Mell Yanti, dituliskan biaya yang diperlukan Anita untuk satu kali operasi berkisar Rp80 juta berdasarkan keterangan keluarga korban.
Anita diharuskan menjalani operasi sebanyak 3 kali dan maksimal 5 kali. Apalagi saat ini, pihak keluarga atau korban belum mempunyai BPJS karena masih pada tahap pengurusan.
Anita pasca kejadian itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Awalbros Batam, karena tidak bisa ditangani, pihak RS merujuk korban ke RS Awalbros Pekanbaru.
"Insyaallah penggalangan dana secara langsung kami akan turun seperti biasa pada hari Sabtu dan Minggu di simpang lampu merah, Terimakasih. (harap kirim bukti transfer di nomor WhatsApp 081378086900 atas nama Melyanti atau inbox di Messenger," tulis akun tersebut dibarengi gambar korban.
Tim Sosial Pemuda Singkep juga melampirkan nomor rekening BNI 0672628860 atasnama Melyanti,
Bank Riau Kepri 8212104063 atasnama Melyanti atau bisa menghubungi langsung pada nomor 082171818123.
Selain itu Alumni SMAN 1 Singkep juga melakukan penggalangan dana. Disampaikan, dana yang sudah terkumpul telah mencapai angka Rp1 juta lebih.
"Ayah korban bernama Ahua, ibu korban Mega. Kondisi Anita pasca operasi tadi malam mulai jam 21.0p sampai 02:30 dini hari mulai membaik, dan sampai siang ini belum ada pihak yang menjenguknya," tulis akun facebook Ahmad Sukrylah, Alumni SMAN 1 Singkep.
Akun facebook Yendi Chen Suhendi ikut andil dalam melakukan penggalangan dana untuk Anita.
"Mohon bantuan dana dan doa. Seikhlas teman-teman saja. Jangan lupa akhiri angka 1. Uang yang terkumpul akan saya transfer ke keluarga pasien. Pasien adalah adik sepepu saya sendiri," tulis Yendi Chen dalam postingannya yang diunggah pada 11 Juli.
Dana yang terkumpul untuk Anita saat ini sudah mencapai Rp17 juta lebih.