Awalnya Maling Masuk Pesantren Ar-Rummani Tarai Bangun Kampar, Kemudian Ditemukan Remaja Tewas Tergantung

datariau.com
1.404 view
Awalnya Maling Masuk Pesantren Ar-Rummani Tarai Bangun Kampar, Kemudian Ditemukan Remaja Tewas Tergantung
Foto: Ist.
Kondisi mayat ditemukan. Kaki terlipat di tanah bukan tergantung dan posisi kayu tempat menggantung tampak terlalu rendah.

TAMBANG, datariau.com - Misteri kematian seorang remaja yang ditemukan tergantung di belakang rumah warga di Perumahan Azziziah Jalan Bupati RT 02 RW 01 Dusun IV Tarab Mulia Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang, Sabtu (9/2/2019) sekira pukul 21.00 Wib, belum terungkap.

Pertanyaan masih saja menjadi buah bibir masyarakat sekitar hingga Ahad pagi. Karena penemuan mayat ini bermula saat warga heboh adanya maling masuk Pesantren Ar-Rummani yang terletak di sekitar penemuan mayat remaja yang belakangan diketahui bernama Juni Adragani (15) warga Perumahan Azziziah Blok E 11 Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang tersebut.

Sebab, awal penemuan mayat ini saat seorang warga yang juga saksi bernama Zainal mendengar bunyi suara kresek-kresek dari arah belakang rumahnya, namun Zainal tidak terlalu mengindahkan, selanjutnya dia keluar dari rumah menuju warung dan berjumpa guru-guru Pesantren Ar-Rummani berjumlah 4 orang dan masyarakat sekitar yang sudah ramai-ramai di warung tersebut.

Zainal pun menanyakan ada apa ramai-ramai, ternyata warga menjelaskan bahwa ada maling yang masuk ke dalam Pesantren Ar-Rummani. Selanjutnya saksi bertanya apakah sudah ketemu, dijawab belum ketemu.



Merasa perasaan tidak enak, karena sebelumnya Zainal mendengar suara kresek-kresek di belakang rumahnya, lalu Zainal mengecek ke belakang rumahnya dan melihat ada mayat tergantung menggunakan kabel listrik berwana putih di gerobak miliknya yang sudah tidak terpakai lagi.

Atas penemuan ini, Zainal kembali ke warung dekat rumah tadi dan memberi tahu kepada masyarakat bahwa ada mayat tergantung di belakang rumahnya. Kondisi korban pada saat ditemukan terdapat luka lebam pada punggung bagian atas dan korban menggunakan celana panjang jeans warna biru.



Sekira pukul 23.00 Wib, Inafis dari Polres Kampar IPDA Samsunar tiba di lokasi kejadian dan melakukan olah TKP dan memeriksa kondisi korban dengan hasil, terdapat Air Mani keluar dari kemaluan korban dan keluarnya kotoran dari anus korban.

Sekira pukul 01.00 Wib, mobil ambulance dari Puskesmas Tambang tiba di lokasi kejadian dan membawa korban ke RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi, namun keluarga korban menolak untuk diotopsi, maka dibuatkan surat pernyataan penolakkan atopsi dari pihak keluarga korban.

Pada pukul 04.00 Wib, jenazah korban diantarkan oleh Personel Polsek Tambang ke rumah duka dan telah diserahkan kepada pihak keluarganya.

Unit Reskrim Polsek Tambang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. (rik)

Penulis
: Riki
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)