Antisipasi Corona

Arab Saudi Hentikan Jemaah Umrah Kejutkan Pemilik Travel

Datariau.com
818 view
Arab Saudi  Hentikan  Jemaah Umrah  Kejutkan Pemilik Travel
Gambar: Merdeka.com

DATARIAU.COM - Arab Saudi menghentikan sementara kedatangan warga negara asing ke negaranya. Termasuk dalam kaitan ibadah haji dan umrah.

Hal itu menyusul semakin maraknya penyebaran virus korona atau Covid-19 yang sudah sampai ke negara di timur tengah.

Kebijakan tersebut praktis membuat sejumlah travel haji dan umrah kalang kabut. Bagaimana tidak, deretan jadwal keberangkatan jemaah yang sudah disusun rapi kini harus mengalami perubahan.

"Cukup bikin kaget ya. Karena beritanya terkesan mendadak," ungkap Pemilik Travel Haji dan Umrah Shabar Tour, Pebi Kurniawan yang berdomisili di Cirebon ini saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (27/2).

Ia menyayangkan kabar tersebut. Sebab, tentu akan berdampak kepada jemaah yang jadwal keberangkatannya dalam waktu dekat.

"Kasihan travel yang ada jadwal keberangkatan dekat-dekat ini," tuturnya.

Untungnya, travel agent milik Febi memiliki jadwal pemberangkatan calon jemaah bulan Maret mendatang. "Kebetulan (travel) saya jadwal (pemberangkatan) masih lama 22 Maret. Jadi belum ada kepastian harus bagaimana," tuturnya.

Untuk jadwal pemberangkatan yang masih jauh, lanjut Febi, rata-rata travel agen masih wait and see.

"Jadi kita masih wait and see," katanya.

Febi menambahkan masih terus menunggu kabar hingga kapan pemberhentian sementara itu diberlakukan pihak Saudi.

"Kita akan cari kepastian sampai kapan (pelarangan) itu baru membuat keputusan," katanya.

Calon Jemaah Jadwal Hari Ini Masih Bisa Berangkat

Meski demikian, Febi menuturkan calon jemaah dengan jadwal pemberangkatan hari ini masih bisa terbang ke Saudi. Ia berharap rombongan diizinkan masuk ke wilayah Saudi.

"Info terakhir jemaah yang hari ini masih bisa terbang. Tapi belum tahu nanti gimana di imigrasi saudinya bisa masuk enggaknya," tuturnya.

Febi berharap ada solusi terbaik dengan adanya penyebaran virus mematikan tersebut bagi calon jemaah yang ingin beribadah di Tanah Suci.

"Harapannya segera ada pemecahan masalah yang terbaik. Kita masih tunggu perkembangannya," harapnya.

Meski demikian, Febi menduga travel umrah yang memiliki jadwal pemberangkatan terdekat akan mengatur ulang jadwal.

"Mungkin nanti direschedule (travel agent yang bersangkutan)," katanya.

Ini Negara yang Warganya Dilarang Saudi Masuk Wilayahnya

Berikut negara yang dicegah memasuki Saudi untuk sementara waktu: China, Iran, Italia, Korea Selatan, Jepang, Thailand, Malaysia, Indonesia, Pakistan, Afghanistan, Irak, Filipina, Singapura, India, Lebanon, Suriah, Yaman, Azerbaijan, Kazakhstan, Uzbekistan, Somalia, dan Vietnam.

Seperti dilaporkan, Kamis (27/2) kemlu menyatakan bahwa otoritas kesehatan Saudi mengikuti perkembangan terkait penyebaran virus korona yang kini juga telah menjangkiti negara tetangga di Timur Tengah, seperti Kuwait, Bahrain, dan Oman.

Untuk itu, Saudi merasa perlu mengambil tindakan pencegahan yang dampaknya memengaruhi perjalanan menuju dan keluar negara Teluk tersebut. Saudi berupaya memerangi penyebaran virus dengan menerapkan standar internasional serta mendukung komunitas internasional dalam mencegah penyebaran virus, terutama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kebijakan yang Diambil

Untuk mencapai tujuan tersebut dan memastikan tingkat keamanan tertinggi bagi warga Saudi, Kemlu Arab Saudi merekomendasikan tindakan pencegahan melalui beberapa penerapan kebijakan, yakni:

1. Izin masuk untuk pelaksanaan umrah dan/atau ziarah ke Masjid Nabawi di Madinah dihentikan sementara.

2. Izin masuk menggunakan visa turis dari negara-negara yang tengah mengalami wabah virus korona, dengan kriteria yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan Saudi, dihentikan sementara.

3. Penggunaan kartu identitas nasional (bukan paspor) untuk perjalanan ke dan dari Kerajaan dihentikan. Pengecualian diberikan kepada warga lokal yang meninggalkan Arab Saudi menggunakan kartu identitas nasional mereka, atau warga negara Dewan Kerja Sama Teluk yang ingin kembali dari Arab Saudi dengan menunjukkan kartu identitas nasional mereka.

Sementara itu, bagi warga pemegang kartu identitas nasional yang ingin masuk Saudi, pihak berwenang akan mempertimbangkan dari mana individu tersebut berasal serta riwayat perjalanannya. Saudi menekankan bahwa langkah-langkah tersebut bersifat sementara dan akan terus memantau perkembangan. (*)

Sumber
: Merdeka.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)