Aksi Bajak Laut Bersenjata di Perairan Tanjung Lajau Inhil, Rp 94 Juta Raib, Awak Kapal Babak Belur

datariau.com
13.124 view
Aksi Bajak Laut Bersenjata di Perairan Tanjung Lajau Inhil, Rp 94 Juta Raib, Awak Kapal Babak Belur
Ilustrasi. (Foto: int.)
Gambar hanya ilustrasi, tidak terkait berita.

TEMBILAHAN, datariau.com - Empat orang pedagang babak belur setelah dirampok di Perairan Tanjung Lajau, Kecamatan Kuindra, Kabupaten Inhil, Senin (7/10/2019) sekitar pukul 10.30 WIB. 

Perampok bersenjata api dan senajata tajam menggunakan topeng muka tersebut menggasak uang tunai sekitar Rp 94 juta dari korban. 

Selain itu, harta benda milik korban tak luput dari rampasan pelaku yang berjumlah sekitar lima orang tersebut. 

Menurut pengakuan salah satu korban bernama David, sebelum perampokan itu ia bersama 3 orang rekannya bernama Nofri, Adi dan Firman berangkat dari Tembilahan menuju Pulau Mas,  Kepri menggunkan Kapal. 

"Kami dari Tembilahan membawa beras,  minyak dan lainnya, nanti disana kami beli ikan teri untuk dibawa keTembilahan lagi," katanya. 

Tiba di Perairan Tanjung Lajau, saat itu hujan deras mengguyur wilayah tersebut. David yang kala itu tertidur di kamar belakang kapal tiba-tiba terbangun setelah merasakan ada benturan kapal. 

"Pas saya bangun, ada satu orang menggunakan topeng membawa parang dan kayu, dia langsung menyuruh saya tiarap, saya pun tiarap dan dihajar oleh orang itu," ucap David. 

Lanjut David, kapal yang ia naiki digiring menuju parit-parit kecil. Setelah itu matanya dililit lakban dan tangannya diikat dengan tali. 

"Saya tak bisa ngapa-ngapa, keluar pun tak bisa, saya cuma bisa mendengar, dia nanya dimana uang, belum sempat menjawab, saya pun langsung dipukul," lanjut David. 

Setelah uang itu didapat, perompak tersebut kembali mengambil harta benda milik korban seperti dompet, HP dan lainnya. 

"Sekitar 15 menit kami diikat dan muka ditutup, sebelum mereka pergi menggunakan speed boat, mesin kapal kami dirusak supaya tak bisa hidup," sambung David. 

Sebelum pergi, perampok itu sempat mengancam korban agar tidak melaporkan kejadian ini ke Polisi. "Awas kalau kau melpaor".

"Saya jawab aja iya, saya tak tau berapa jumlah orang itu, yang jelas kata Firman,  mereka ada membawa senjata api, dan setelah orang itu pergi, untung tali yang diikat bisa dilepas, itupun karena talinya besar," ujar korban dengan kepala lebam-lebam. 

Para korban ini pun memperbaiki mesin pompong, setelah itu mereka pergi ke pemukiman warga dan melaporkan kejadinnya ke Polsek Kuindra. 

"Awalnya kami takut melapor, namun karena ada keluarga mendampingi kami pun melaporkan kejadian ini, setelah ke Polsek, kemudian saya laporkan juga ke Polres Inhil," ujar David. 

Kasat Reskrim Polres Inhil AKP Indra Lamhot Sihombing SIK saat dikonfirmasi membenarkan ada kejadian pencurian dengan kekerasan tersebut. 

"Betul, sekarang masih dilidik dan mohon doanya," ujar Kasat Reskrim. (zon)

Penulis
: Izon
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)