Akhirnya Rujuk dengan Garuda, Begini Rencana Bisnis Sriwijaya Air

Bambang
724 view
Akhirnya Rujuk dengan Garuda, Begini Rencana Bisnis Sriwijaya Air
Dari kiri: Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility Tazar Marta Kurnianawan, Direktur Utama PT Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo, dan Pelaksana tugas Direktur Utama PT Sriwijaya Air Jefferson I.

DATARIAU.COM  - Untuk mengembalikan kualitas kinerja yang sempat terganggu akibat pecah kongsi dengan grup Garuda Indonesia, Manajemen Sriwijaya Air dan Nam Air mengaku membutuhkan masa transisi.

Direktur Quality, Safety, and Security Sriwijaya, Toto Soebandoro, mengatakan unitnya harus memeriksa seluruh pesawat, baik yang aktif maupun yang tengah dikandangkan.  

"Harus disesuaikan lagi berapa pesawat airworthy atau laik terbang. Mungkin tidak bisa langsung banyak," katanya dilansir Tempo, Selasa (1/0/2019) kemarin.

Sriwijaya Air mengelola 30 armada aktif yang didominasi pesawat Boeing 737 Next Generation. Sejak tak mendapat suplai perawatan dan suku cadang dari PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), pada 24 September lalu, jumlah pesawat yang diterbangkan maskapai terus berkurang. Hingga kemarin siang, kata Toto, hanya 11 unit yang dipakai.

Kondisi itu mulai bisa diperbaiki karena kedua grup maskapai sudah rujuk dan melanjutkan kerja sama pengelolaan. Disepakati kemarin, grup Garuda, melalui PT GMF dan PT Gapura Angkasa, kembali mendukung perawatan dan jasa penunjang (ground handling) seluruh armada Sriwijaya, termasuk untuk 16 pesawat Nam Air.

Toto menuturkan layanan rute pun harus disembuhkan bertahap. "Pesawat dirawat dulu, lalu ditentukan bisa terbang ke mana, kemudian baru divisi komersial bisa membuka reservasi dan menjual tiket lagi," jelasnya.

Senior Manager Corporate Governance Sriwijaya Air, Pritanto Ade Saputro, mengatakan entitasnya harus memperbaiki frekuensi Sriwijaya yang merosot, dari 160 flight per hari menjadi 70 flight per hari. "Repair pasti butuh waktu," ucapnya.

Dia belum bisa memastikan rute mana yang sempat ditutup karena sistem rotasi pesawat Sriwijaya sangat dinamis. Merujuk data perusahaan hingga April 2019, Sriwijaya mengelola 63 rute domestik dan dua trayek internasional, sementara Nam Air terbang di 43 rute domestik.

"Saat pengurangan operasi ya kami tetap berupaya melayani rute padat," tutur Pritanto.

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan, Avirianto, mengatakan unitnya akan menilai setiap pesawat yang akan diterbangkan kembali. "Masa transisi masing - masing pesawat Sriwijaya tak sama. Nanti tergantung check list kekurangannya saja, tinggal diperbaiki hingga laik operasi lagi," terangnya.

Sementara Presiden Direktur Aviatory Indonesia, Ziva Narendra Arivin, mengatakan Sriwijaya punya porsi pasar yang cukup besar untuk dilayani. Dari catatan Kementerian Perhubungan, Sriwijaya dan Nam memegang 13 persen pangsa penumpang domestik sepanjang tahun lalu.

Adapun anggota Ombudsman Republik Indonesia, Alvin Lie, meyakini kedua grup maskapai memperbaiki hubungan karena saling membutuhkan. "Garuda dapat meningkatkan kapasitas yang mempengaruhi daya tawar. Sriwijaya dapat kredibilitas dan kepercayaan," ujarnya, kemarin.*

Editor
: Bambang
Sumber
: Tempo.co
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)