Abrasi Bangunan Pemda Bengkalis Terancam Ambruk

Datariau.com
511 view
Abrasi Bangunan Pemda Bengkalis Terancam Ambruk
Foto Riswandi

BENGKALIS, datariau.com - Semua bangunan yang di bangun oleh Pemerintah Kabupaten  Bengkalis, pada tahun 2005 lalu tidak lama lagi aka tinggal nama.


Pasalnya, saat ini sebagian bangunan  sudah patah dan masuk kelaut atau kepantai, itu disebabkan, karena daerah rawan abrasi belum terpasang turap yang memadai.


Turap yang terletak di Rt 08 Rw 05 Dusun Meranti, panjang yang harus diturap kurang lebih, 2000 meter, saat kondisinya sudah sangat parah dan sudah banyak yang ambruk. 


Kepala Desa Tenggayun, Nasrun, yang di temui wartawan DataRiau.com, Senin (8/9/2019) dirinya membenarkan tentang abrasi yang makin hari pakan parah, yang akan mengancam bangunan. 


Dirinya menyebutkan, beberapa tahun belakangan ini sudah puluhan meter, tanah yang ada di pinggir pantai Tenggayun, sudah abis terbawa ombak. 


Untuk mrngatasi bertambah parahnya abrasi, Nasrun, sangat berharap kepada pemerintah provinsi, mau pemerintah pusat, agar dapat membangun batu beronjong atau batu pemecah ombak. 


"Untuk mengatasi terjadinya abrasi, saya selaku kepala desa, sangat berharap kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Agar dapat membangun turap atau batu pemecah ombak, di sepanjang pantai Tenggayun," harap Nasrun. 


Masih kata Nasrun, Panjang pantai yang akan di bangun turap atau batu pemecah ombak, sepanjang 2000 meter, pasalnya, sampai saat ini pantai atau rumah nelayan yang ada di desa Tenggayun, sudah banyak yang terbawa arus pasang surut. 


Selain itu, sawah warga setempat juga akan abis abrasi kalau daerah tersebut tidak dipasang turap, atau batu pemecah ombak. 


"Salah satu jalan untuk menyelamatkan rumah nelayan, bangunan pemda dan sawah, kita pasang turap dan batu beronjong disepanjang tebing yang abrasi," kata Nasrun


Dalam hal ini, tim datariau.com masih berupaya melakukan konfirmasi pihak terkait untuk menindak lanjuti berita tersebut. (Ndi)

Penulis
: Riswandi
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)