7 Orang Cendekiawan Berikan Masukan Untuk Kemajuan Kabupaten Brebes

datariau.com
1.359 view
7 Orang Cendekiawan Berikan Masukan Untuk Kemajuan Kabupaten Brebes

BREBES, datariau.com - Forum Komunikasi Guru Besar dan Dosen Putera Puteri Brebes/Yayasan Rumah Cinta Brebes mengadakan Temu Sumbang Pemikiran Bagi Perkembangan Brebes, di Kantor Pemerintahan Terpadu Kabupaten Brebes, Lantai 5, kemarin.

Acara dihadiri kurang lebih 78 orang dosen dan guru besar putera puteri Brebes datang dari penjuru tanah air, mulai dari Malang, Semarang, Kalimantan, Bandung, Depok, Jakarta, Samarinda, Tegal, Brebes, Slawi, Bumiayu, Tanggerang, Kalimantan, Bahkan dari Papua.

Peserta juga berasal dari beberapa kampus seperti Universitas PGRI Semarang, Politeknik KP Sorong Papua Barat, Universitas Negeri Jakarta, IAIN Cirebon, Universitas Bamada Slawi, Unissula Semarang, Universitas Peradaban, Universitas Muhammadiyah Semarang, STIKES Brebes, UPS Tegal, Politeknik Harber, Politeknik Mitra Karya Mandiri, STAI Brebes, UNU Cirebon, IBN Tegal, UMUS Brebes, Universitas Muhammadiyah Jakarta, STEBank Syafrudin P, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Universitas Budi Luhur, dan Universitas Brawijaya Malang.

"Hadir pula Jajaran Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Brebes," kata Muh Munawir L ST MT, Ketua Yayasan Rumah Cinta Brebes kepada datariau.com melalui rilisnya.

Baca juga: Pj Bupati Kampar MoU dengan Universitas Indonesia tentang Penguatan Pembangunan Daerah Melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi


Urip Sihabbudin SH MH, Pj Bupati Brebes dalam sambutan mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten Brebes bergotong royong bersama untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Brebes, jargon Brebes Madani yaitu Brebes Maju dan Sejahtera ada 4 hal yang harus diselesaikan.

Pertama yaitu rata-rata tingkat/lama sekolah rendah di Brebes. Salah satu faktornya yaitu tingkat ekonomi masyarakat kabupaten Brebes yang rendah. Pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan. Sektor Pertanian, Kehutanan, Kelautan mengalami penurunan. Sektor lapangan usaha dan perdagangan besar dan perdagangan kecil. Sumbangsih besar untuk kabupaten Brebes yaitu Investasi.

"Kedua yaitu permasalahan SDM pengangguran menurun akan tetapi IPM yaitu masih rendah. Penduduk miskin masih banyak yaitu 16.05 persen, mengendalikan inflasi, sehingga kemiskinan berkurang. Bahan pokok makanan beras, tahu, tempe masyarakat dan rokok harus dikendalikan," kata Pj Bupati Brebes.

"Kemudian pola garis kemiskinan yang digunakan untuk mengukur kemiskinan di Brebes, infrastruktur jalan kabupaten diperbaiki, mulai ada perbaikan, di tahun 2023 beliau mengatakan akan memperkuat struktur ekonomi kabupaten brebes yaitu dengan cara meningkatkan orang kaya, dan menurunkan orang miskin," pungkasnya.

Dalam Diskusi yang dimoderatori Dra Endang Gunaisah MSi PhD, Dosen Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong Papua yang sangat hikmat, ada 7 cendekiawan memberikan masukan untuk Pemda Brebes, pertama Prof Dr Ir Muhammad Al Jabri MS, penelitian beliau mengenai zeolite selama 15 tahun kapur pertanian untuk menyerap racun yaitu dengan meningkatkan kesehatan tanah sehingga hasil bawang merah menjadi unggul.

Baca juga: 10 Profesor dan 3 Rektor Hadiri Halal Bihalal FKGD Putera Puteri Brebes


Tanah di Indonesia tidak sehat lagi karena pemberian pupuk dan pestisida terlalu banyak. Akibatnya, tanah tidak sehat dan masuk ke dalam bawang dan dikonsumsi oleh masyarakat. Masyarakat yang mengkonsumsi bawang sehari-hari berdampak pada kesehatan sehingga harus dicegah dengan mengganti pestisida dengan zeolite.

Akan tetapi, pemerintah belum menanggapi hal ini, sehingga para Cendekiawan zeolite mengekspor, beliau berharap untuk menerapkan zeolite di Brebes sehingga kesehatan tanah meningkat dan berdampak pada hasil bawang yang baik tanpa ada racun yang terkandung sehingga kesehatan masyarakat brebes meningkat. Baperlitbangda berperan untuk menerapkan temuan oleh Ilmuwan Brebes.

Kedua Prof Dr Hamidah SE MSi, mengenai pemanfaatan sumber daya manusia untuk membangun Brebes. Pembangunan pengembangan daerah yaitu SDM yang unggul. Mengoptimalkan FKGB dan Yayasan Rumah Cinta Brebes. Tiga hal yang saling berkaitan untuk membangun daerah yaitu Kesehatan, Pendidikan, dan Ekonomi sehingga FKGB fokus untuk berkontribusi membangun Brebes lebih baik.

Ketiga Cendekiawan Prof Dr Ir Darsono Wisadirana MS, Perubahan Brebes dari daerah Agraria ke daerah Industri. Ada perubahan sosio-cultural (kebudayaan) sehingga perlu ada penguatan untuk masyarakat brebes. Jika tidak dilakukan penguatan kebudayaan maka ada dis-integrasi. Masyarakat harus menerima perubahan yang terjadi.

Terdapat 3 hal yang dilakukan untuk penguatan masyarakat yang pertama penataan kembali masyarakat untuk menerima perubahan dari norma agraris ke norma industri. Kedua yaitu pengembangan masyarakat menjadi sejahtera. Ketiga yaitu kontribusi masyarakat.

Contohnya Guru Besar mendapatkan 100 juta untuk pengabdian dan 50 juta untuk penelitian, sehingga FKGB dapat berkontribusi untuk membangun Brebes. Teknis pelaksanaanya tidak sulit hanya ada komunikasi antara pemda brebes dan FKGB. Pendidikan agraris ke industri, akan tetapi agrarisnya jangan dihilangkan semua.

Cendekiawan keempat, H Jaya Mualimin SpKJ MKes MARS, perilaku merokok menjadi suatu permasalahan besar dan menyebabkan faktor stunting, kemiskinan. Perilaku adiktif (merokok dan narkotika) yang menjadikan kesehatan masyarakat menurun. Ada 8 determinasi yang luar biasa berdampak pada kehidupan masyarakat. Cukai rokok yang dihasilkan tidak dapat mengcover dengan kehidupan masyarakat. Dengan Brebes Madani, Maju dan sejahtera semoga bisa terlaksana. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat menjadi modal awal untuk membangun kesehatan masyarakat.

Cendekiawan kelima Dr Qodariah SE MM membangun sebuah institusi lebih baik hal yang paling utama dilakukan adalah perubahan sumber daya manusia. Pendidikan menjadikan faktor utama untuk mengentaskan kemiskinan. Ketika SDM Unggul maka Indonesia akan maju. Masyarakat Indonesia 60 persen masyarakat produktif. Pengangguran tertinggi yaitu sarjana. Pemerintah memberikan formula mendorong pembangunan UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Antisipasi resesi sehingga dapat menekan pertumbuhan pengangguran. Dengan adanya relokasi industri di brebes maka bisa menyeimbangkan tingkat pertumbuhan ekonomi di brebes. Kontribusi FKGB untuk meningkatkan pendidikan sehingga dapat menghasilkan human capital yang baik.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)