TAPUNG, datariau.com - Hafalan Al Quran Nurpurnama Putri yang menjadi korban perampokan dan pembunuhan bersama ibunya di Tapung ternyata sudah sampai 5 juz. Selain itu, bagi teman dan gurunya di sekolah, Puput dikenal anak yang pintar dan baik.
Bagi guru di SMA Az-Zuhra Islamic School, Kilometer 3 Jalan Garuda Sakti, Pekanbaru, Nurpurnama Putri adalah siswi yang pintar. Puput, sapaan akrabnya, juara di kelas.
Doni, gurunya, mengenal Puput sebagai murid yang aktif dan baik. Bahkan fasih membaca Al-qur'an.
"Baca Al-qur'an bagus. Hafalannya sudah 5 Juz," katanya dikutip tribunpekanbaru.com.
Doni bertutur, Kepala Sekolah Az-Zuhra tersadar sebuah tanda yang diberikan Puput sebelum kejadian.
Menurut Doni, dua hari sebelum kejadian, Puput datang sendiri menemui Kepala Sekolah.
Puput meminta Kepala Sekolah mengajar Biologi di kelasnya.
"Mengajar Biologi lagilah pak. Bapak sudah lama nggak ngajar Biologi," kata Doni menirukan omongan Puput seperti diceritakan Kepala Sekolah.
Ternyata hari itu adalah pertemuan terakhir Kepala Sekolah dengan Puput.
Teman-temannya juga mengenal Puput sebagai orang baik. Di sekolah, Puput tidak mempunyai lawan, bahkan musuh.
"Orangnya baik. Nggak pernah punya musuh," ucap beberapa teman sekolah Puput kompak di rumah duka.
Sementara itu ayah korban, Baharuddin terpaku menyaksikan dua perempuan yang amat dicintainya, istri dan putri bungsunya, yang terbujur kaku di rumah duka.
Istrinya, Radiana, 50 tahun, dan putrinya, Nur Purnama Putri alias Puput, 18 tahun, dibunuh perampok di rumahnya yang terletak di Kilometer 11 Jalan Garuda Sakti RT 04/RW 05 Dusun III Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Kamis (25/10/2018), yang belakangan diketahui ternyata dilakukan tetangganya sendiri.
Baharuddin (55) berikut tiga anaknya yang lain, amat terpukul.
Roni, 35 tahun, anak sulungnya, masih tidak percaya itu terjadi.
Adiknya, Afrizal, 32 tahun, tampak lebih tegar.
Sedangkan kakak Puput yang lain, sampai pingsan.
Saat kedua jenazah tiba di rumah duka setelah divisum di RS Bhayangkara Polda Riau, Pekanbaru, keluarga dan kerabat menyambut dengan tangis histeris.
Terutama kaum wanita. Termasuk teman sekolah Puput.
"Mak, Puput, bangun...," teriak seorang perempuan menangisi kedua jenazah saat disemayamkan sejenak di rumah duka.
Berikut 12 fakta kasus pembunuhan ibu dan anak di Tapung yang berhasil dihimpun Tribunpekanbaru.com:
1. Suami pergi mancing ikan
Saat kejadian, di rumah itu hanya ada Radiana dan Puput. Kakak dan dua abangnya tidak tinggal di rumah itu.
Bahe, sapaan akrab Baharuddin, tidak sedang berada di rumah ketika Radiana dan Puput disambangi perampok. Ia pergi mencari ikan ke sungai semalaman, sejak Rabu (24/10/2018) sore.
Mestinya ia gembira membawa hasil tangkapan ke rumah. Namun takdir berkata lain. Ia pulang untuk menyaksikan istri dan putri bungsunya sudah tak bernyawa dengan kondisi tubuh berlumur darah.
Bahe seperti tak berdaya menerima kenyataan itu.
2. Luka di sekujur tubuh
Kepala dusun setempat, Subandi mengatakan Radiana dan putrinya, Puput, meregang nyawa dengan luka di sekujur tubuh. Kejadian itu sontak membuat heboh warga sekitar, Kamis pagi.
"Kejadiannya (perampokan dan pembunuhan) mungkin tadi subuh," kata dia.
3. Jasad Radiana dan Puput ditemukan terpisah.
Romi, pemuda setempat, mengatakan, Radiana ditemukan di dapur dengan tubuh tertelungkup.
Jasad Putri terlentang. Keduanya berjarak hanya sekitar tiga meter.
"Darah berserakan. Nggak tahan melihatnya," kata Romi.
4. Radiana diduga sedang masak
Dilihat dari posisi mereka, warga menduga Radiana dihabisi pelaku saat sedang memasak di dapur.
Wanita paruh baya ini sehari-hari menjual lontong di depan rumahnya.
5. Puput diduga berusaha kabur
Puput diduga berusaha melarikan diri dari pelaku melalui pintu gudang, yang merupakan akses keluar sisi kanan rumah.
Jasad Putri ditemukan di sebuah ruangan yang dijadikan gudang dalam rumah itu.
6. Mobil hilang
Terbunuhnya Radiana dan putrinya diduga karena aksi perampokan, mengingat mobil Toyota Innova milik keluarga itu raib.
Saat kejadian, mobil warna hijau daun bernomor polisi BM 1059 LN itu diparkir di garasi tanpa pintu di sisi kiri rumah.
Tetangga mengaku masih melihat mobil itu terparkir Kamis dini hari, sekira pukul 01.00 WIB.
Paginya, sekitar pukul 06.00 WIB, tetangga tidak lagi melihat mobil itu.
Sebagai pengaman, ban mobil dirantai ke tiang kayu garasi.
Pelaku diduga memotong rantai itu sebelum membawa kabur mobil.
7. Handphone Puput hilang
Kepala Kepolisian Resor Kampar AKBP. Andri Ananta Yudhistira mengatakan, selain mobil, sementara terdata ada satu unit telepon genggam merek Oppo milik Puput ikut hilang.
"Sekarang saya belum bisa memberi keterangan apa-apa. Kita masih melakukan penyelidikan," ujarnya di lokasi kejadian.
8. Puput Ngaku dibuntuti
Nur Purnama Putri atau Puput merupakan siswi Kelas XII SMA Az-Zuhra Islamic School, Kilometer 2 Jalan Garuda Sakti, Pekanbaru.
Teman-teman sekolah dan para guru datang melayat begitu mendengar Puput dan ibunya tewas dengan mengenaskan. Mereka sangat berduka.
Doni, salah seorang guru Puput, dan beberapa murid mengungkapkan bahwa Puput pernah mengatakan dibuntuti seseorang saat pergi dan pulang sekolah.
Kejadian itu sekitar tiga pekan sebelum Puput tewas dibunuh.
"Dia pernah cerita, ada yang buntuti saat pergi dan pulang sekolah. Diintip dari kaca spion, dengan menghentikan sepeda motornya, orang itu (yang membuntuti) berhenti pula," kata seorang murid perempuan.
Puput pun ketakutan. Sampai-sampai ia meminta bantuan dari teman sekolahnya yang laki-laki agar jalan beriringan saat pergi dan pulang sekolah.
Menurut siswi itu, Puput bercerita kalau sosok yang membuntutinya seperti tidak asing lagi. Puput sepertinya pernah melihat sosok itu.
"Dia bilang kayaknya kenal orang itu. Tapi belum sempat dibilangnya siapa," ujarnya.
9. Pintu dan jendela tak ada rusak
Roni, abang Puput, heran aksi pelaku sampai tidak terdengar oleh tetangga. Aksi perampokan yang menghabisi ibu dan adiknya diduga berlangsung cepat dan senyap.
Tak ada pintu dan jendela yang rusak dibobol.
Selain mobil, pelaku juga menggondol ponsel Puput.
10. Tak ada barang lain diambil
"Barang-barang lain nggak ada yang hilang. Cincin ibu lagi dipakai, nggak diambil," kata Roni di pekarangan rumah saat berbincang dengan warga, sembari menunggu jenazah ibu dan adiknya divisium di RS Bhayangkara.
11. Pelaku tertangkap
Pelaku perampokan yang membunuh Radiana alias Diana dan putri bungsunya, Nur Purnama Putri alias Puput, di Kilometer 11 Jalan Garuda Sakti Desa Karya Indah Kecamatan Tapung, Kamis (25/10/2018), terungkap.
Pelaku diketahui tak lama setelah pemakaman kedua korban.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kampar, AKP. Fajri menyebutkan, pelaku berinisial ES alias ED, 41 tahun, warga Karya Indah.
"Pelaku adalah tetangga korban," ungkapnya, Jumat (26/10/2018) pagi.
Fajri mengemukakan, ED menyerahkan diri ke Kepolisian Sektor Tampan, Pekanbaru pada Kamis malam sekira pukul 19.30 WIB.
Kemudian ED diamankan ke Markas Kepolisian Daerah Riau.
12. Barang bukti yang diamankan
Berikut barang bukti antara lain, sepotong kayu buah rambutan yang digunakan menghabisi korban.
Kemudian Mobil Toyota Innova warna Silver BM 1059 LN yang dicuri pelaku.
Berikut rantai dan gembok pengikat mobil ke tiang kayu garasi serta kotak handphone merk Oppo milik Puput.
Fajri menjelaskan, terungkapnya pelaku saat dihubungi keluarganya.
Keluarga menanyakan keberadaan ED pada Kamis sore.
"Saat dihubungi, ED menceritakan bahwa yang pelaku adalah dirinya," ujarnya.
Kemudian keluarga membujuk ED agar menyerahkan diri.
Keluarga menjemput ED dari rumah teman perempuannya di Simpang Beringin sekitar perbatasan Pekanbaru dengan Pelalawan. (*)