#SaveRayan, Tim Penyelamat Berpacu Melawan Waktu Megeluarkan Bocah dari Dasar Lubang Sedalam 32 Meter

Ruslan
1.239 view
#SaveRayan, Tim Penyelamat Berpacu Melawan Waktu Megeluarkan Bocah dari Dasar Lubang Sedalam 32 Meter
Foto: FADEL SENNA / AFP
Tim penyelamat darurat Maroko bekerja untuk menyelamatkan bocah laki-laki berusia lima tahun, Rayan, dari lubang sumur yang dia jatuhi pada 1 Februari, di desa terpencil Ighrane di provinsi utara pedesaan Chefchaouen pada 4 Februari 2022

RABAT, datariau.com - Seorang bocah lelaki berusia 5 tahun jatuh ke lubang sumur sedalam 32 meter pada Selasa (1/2/2022) lalu.

Namun hingga Jumat (4/2/2022) bocah malang tersebut belum berhasil dievakuasi dari dasar lubang.

Peristiwa tersebut terjadi di desa Ighrane, Provinsi Chefchaouen, Maroko.

Upaya penyelamatan untuk mengangkah bocah bernama Rayan itu berlangsung cukup dramatis.

Melansir dari Al Jazeera, Sabtu (5/2/2022), Tim penyelamat di Maroko berpacu melawan waktu pada hari Jumat untuk menyelamatkan Rayan dari dasar lubang.

Operasi penyelamatan diintensifkan untuk menyelamatkan bocag berusia lima tahun yang jatuh ke lubang sedalam 32 meter (100 kaki) pada hari Selasa.

Tim menggunakan alat khusus menurunun lubang yang gelap, di bantu dengan mesin pengeruk tanah di bawah lampu sorot.

Pemerintah Maroko dan ribuan orang menyaksikan siaran langsung proses evakuasi ini.

Juru bicara pemerintah, Mustapha Baitas berjanji pada hari Kamis (3/2/2022) bahwa Rayan akan segera diselamatkan.

"Hati kami bersama keluarga, dan kami berdoa agar dia kembali bersama keluarganya sesegera mungkin," katanya.

Drama penyelamatan tersebut telah membuat simpati warganet di media sosial, dengan tagar bahasa Arab #SaveRayan menjadi viral di seluruh Afrika Utara, termasuk di Aljazair.

Pengeboran lubang tersebut telah mencapai 27 meter (88 kaki), dengan harapan mencapai 32 meter dalam beberapa jam ke depan, laporan kantor berita MAP Maroko.

Tim penyelamat kemudian akan menggali tiga meter secara horizontal antara lubang dan sumur untuk menyelamatkan anak tersebut.

Sebuah tim medis dikirim ke tempat kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal dan kemungkinan resusitasi setelah bocah itu diselamatkan.

Tim penyelamat menyuplai oksigen dan air kepada bocah tersebut melalui pipa, dan sebuah helikopter polisi bersiaga untuk mengevakuasinya ke rumah sakit terdekat.

Ayah Rayan mengatakan kejadian ini bermula ketika dia sedang memperbaiki sumur, dan secara tiba-tiba anaknya itu jatuh ke dalam lubang tersebut

"Saya tidak bisa tidur sedikit pun sepanjang malam," katanya.

Nenek bocah tersebut, Laaziza mengatakan bahwa Rayan sangat dicintai di desa ini, bukan hanya di rumah oleh keluarganya.

Ketua tim penyelamat, Abdelhabi Temrani mengatakan bahwa diameter lubang itu kurang dari 45 sentimeter (18 Inci).

Baitas mengatakan struktur tanah terlalu berbahaya untuk memperlebar lubang, yang berarti penggalian besar-besaran di sekitarnya adalah satu-satunya solusi.

Siaran langsung penyelamatan anak itu ditonton lebih dari ratusan ribu pengguna internet yang menunggu berita tentang nasib anak tersebut.

"Kami meminta warga untuk membiarkan tim penyelamat melakukan pekerjaan mereka dan menyelamatkan anak ini," kata Baitas.

Hingga berita ini diturunkan, bocah malang bernama Rayan tersebut belum juga berhasil di evakuasi.

Peristiwa itu mengingatkan tragedi yang terjadi di Spanyol pada awal 2019 ketika seorang anak berusia 2 tahun meninggal setelah jatuh ke dalam lubang terbengkalai dengan lebar 25 sentimeter (10 inci) dan kedalaman lebih dari 70 meter (230 kaki).

Jenazah Julen Rosello ditemukan setelah operasi pencarian dan penyelamatan yang berlangsung selama 13 hari. (*)

Source: tribunnews.com

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)