"Pabrik Bayi" Berhasil Diamankan Polisi

Bambang
1.428 view
"Pabrik Bayi" Berhasil Diamankan Polisi
Seorang perawat menimbang seorang bayi sebelum diresmikannya strategi global untuk kesehatan wanita dan anak-anak oleh Sekjen PBB Ban Ki-Moon di rumah sakit distrik Maitama, ibukota Abuja, Nigeria, Minggu (22/5) (ANTARA/REUTERS/Akintunde)

DATARIAU.COM - Sebanyak 19 perempuan dan gadis yang sebagian besar diculik untuk dihamili dan menjual bayinya setelah lahir berhasil diungkap polisi.

Gadis dan perempuan yang berusia 15 hingga 28 tahun itu diamankan oleh Kepolisian kota terbesar Nigeria, Lagos. Kepolisian setempat menyebutnya sebagai "pabrik bayi". Mereka dibawa dari seluruh wilayah Nigeria dengan dijanjikan pekerjaan, ungkap Kepolisian Lagos, Senin (30/9/2019. Di tempat itu empat bayi juga ditemukan.

"Pabrik bayi" dan tempat seperti itu sudah menjadi rahasia umum, paling banyak berada di sejumlah wilayah bagian timur Nigeria.

"Perempuan muda sebagian besar diculik oleh tersangka dengan tujuan agar mereka hamil dan kemudian menjual bayi - bayi itu. Mereka diiming - imingi pekerjaan asisten rumah tangga di Lagos," ujar juru bicara Kepolisian Lagos, Bala Elkana.

Menurut polisi, bayi laki - laki dihargai 1.630 dolar AS, sedangkan bayi perempuan 980 dolar AS.

Para korban yang dibawa ke Lagos berasal dari Negara Bagian River selatan dan timur, Cross River, Akwa Ibom, Anambra, Abia dan Imo.

ElKana menyebutkan penyergapan berlangsung pada 19 September tetapi dirahasiakan agar polisi dapat meringkus para tersangka.

Dua perempuan berusia 40 dan 54 tahun diamankan sehubungan dengan kasus tersebut dan polisi masih mengejar tersangka lainnya.

Salah satu korban, yang tak ingin disebutkan namanya, menceritakan ia dihamili oleh pacarnya dan diberitahu oleh bibinya bahwa ada pekerjaan untuknya di Lagos.

Korban itu mengungkapkan seorang perempuan yang ia kenal telah menginduksi persalinannya saat hamil tujuh bulan.

"Tiga hari paskapersalinan, saat itulah polisi menggerebek lokasi tersebut dan membawa mereka semua. Bayi itu lahir dalam kondisi lemah dan akhirnya meninggal," katanya kepada Reuters.

Elkana menyebutkan departemen penyelidikan setempat akan mengambil alih kasus tersebut dan sedang berkoordinasi dengan pihak lain untuk menampung para korban dan bayi mereka.

Pekan lalu sekitar 400 bocah laki - laki dan pria, beberapa berusia lima tahun dan banyak dirantai dan mendapati bekas luka akibat pemukulan, diselamatkan dari sebuah bangunan di kota utara Kaduna, yang katanya merupakan sekolah agama.*

Editor
: bambang
Sumber
: Antaranews.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)