PEKANBARU, datariau.com - Kepala Puskesmas Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan dr Leha Handayani memastikan di tempatnya kini tinggal soerang korban kecelakaan Bus RAPI yang bertabrakan dengan truk pengangkut galon air mineral.
Sementara 9 korban lainnya sudah dirujuk ke rumah sakit lain di Pekanbaru dan Pangkalan Kerinci.
"Hanya tinggal satu korban luka ringan yang cukup rawat jalan. Sekarang nunggu keluarganya menjemput untuk pulang," tuturnya menjawab riauterkinicom melalui sambungan telephon, Kamis (26/7/18).
Dijelaskan dr.Leha, dari 10 korban kecelakaan yang sempat dibawa ke Puskesmasnya, seorang dipastikan meninggal dunia. Dua korban luka sedang dan dirujuk ke rumah sakit Pangkalan Kerinci. Kemudian 6 luka berat, 3 di antaranya sangat parah dan kritis dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.
"Di kami hanya seorang yang meninggal dunia, tapi saya dapat informasi ada tiga lagi korban meninggal. Mungkin dievakuasi ke Pekanbaru atau ke Kerinci, saya tidak tau," tuturnya.
Terkait jumlah korban meninggal yang masih simpang-siur, Kapolsek Kerinci Kanan AKP Yusirwan yang sejak awal di lokasi kejadian belum bisa memberikan kepastian. Demikian juga dengan Kasatlantas Polres Siak AKP Chandra.
Sebagai data pengingat, sekitar pukul 6.00 WIB, Bus RAPI bertabrakan dengan truk pengangkut galon air mineral di KM 40 jalan lintas timur, tepatnya di Desa Kerinci Kiri, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak. Belum jelas bagaimana awalnya, sehingga kedua kendaraan besar yang sama-sama melanjut dari arah Pekanbaru ke Pangkalan Kerinci kemudian berbenturan.