BANDA ACEH, datariau.com - Wali
Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SEAk MM bertempat di Menasah Gampong Lhong Cut, Kamis
(14/2/2019), meresmikan penataan infrastruktur lingkungan kumuh Kotaku tahun
2018 untuk 35 gampong di Banda Aceh.
Program Kota Tanpa Kumuh
(Kotaku) di Banda Aceh tahun 2018 telah diselesaikan pengerjaannya. Seluruh
infrastruktur yang dibangun dengan dana dari APBN, dalam hal ini Dirjen Cipta
Karya telah dirampungkan di seluruh Banda Aceh. Ada 35 gampong (Desa) di dalam
wilayah Banda Aceh yang termasuk dalam program penataan kawasan kumuh. Termasuk
di Gampong Lhong Cut, Kecamatan Banda Raya.
Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti. Saat
menandatangani prasasti ini, Wali Kota turut didampingi Asisten Ekonomi dan
Pembangunan, Bachtiar, Kepala Dinas Perkim, Jalaluddin, Wakil Pimpinan KPO Bank
Aceh Syariah, Sekdis Perkim, Rosdi, Camat Banda Raya, Reza Kamilin, Ketua Forum
Badan Keswadayaan (BKM) Banda Aceh, Amiruddin Daroy, Kasatker PIP Kota,
Muhammad Siswanto, para Koordinator KSM dan Sekdes Gampong Lhong Cut, Hasbi
Hasyim serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Wali Kota Aminullah
mengatakan, hingga saat ini sudah 38,2 M anggaran dari pusat untuk penataan
kawasan kumuh di Banda Aceh lewat program Kotaku. Anggaran tersebut tersebar di
35 gampong di Banda Aceh dan dikerjakan oleh masyarakat setempat dengan sistem
swakelola.
"Seperti Lhong Cut,
anggarannya mencapai 1,5 M. Yang sudah dibangun ada Drainase, jalan dan taman
ini," ujar Aminullah setelah memotong pita meresmikan taman yang baru di
gampong tersebut.
Lanjutnya, program ini telah merubah sejumlah wajah wajah gampong
di Banda Aceh menjadi bersih, indah dan nyaman. Dampaknya benar benar dirasakan
langsung oleh masyarakat.
"Lokasi jalan dan taman
ini dulunya kumuh, kata warga disini tempat bersarang nyamuk. Tapi sekarang
Alhamdulillah sudah bersih, rapi dan jadi lokasi yang menyenangkan bagi warga.
Lingkunganpun jadi bersih dan warga jauh dari penyakit," tambah Aminullah.
Ungkap Wali Kota, program
ini belum selesai dan akan terus berlanjut pada tahun ini karena kawasan lain
di Banda Aceh yang dinilai masih kumuh juga akan ditangani dengan program ini.
"Target kita tahun ini
sisanya akan selesai, dan awal tahun 2020 insyaAllah Kota Banda Aceh bebas dari
kawasan kumuh," ujar Aminullah optimis.
Sementara itu, Kadis
Perkim Kota Banda Aceh, Jalaluddin mengungkapkan optimisme terwujudnya target
yang ditetapkan oleh Wali Kota.
Jalaluddin mengatakan,
pihaknya bersama dengan BKM, KSM dan masyarakat terus berupaya keras
merealisasikan program ini. Setelah sejumlah infrastruktur selesai dibangun di
35 gampong, program ini akan dilanjutkan dengan menangani sisa kawasan kumuh
yang hanya tersisa sekitar 21 Hektar lagi yang meliputi dua gampong.
"Total kawasan kumuh yang
sudah ditangani mencapai 773 Hektar dari 794 total kawasan kumuh di Banda Aceh.
Sisanya sekitar 21 Hektar lagi, dan sesuai target Pak Wali tahun 2019 ini
tuntas," ungkap Jalaluddin yang juga Plt Kepala DLHK3 Banda Aceh.