SMM PANEL INDO

Profil dr. Diah Asih Lestari, Sp.B., Subsp.BD(K): Menelusuri Perjalanan Dokter Bedah Digestif Lulusan UI

datariau.com
144 view
Profil dr. Diah Asih Lestari, Sp.B., Subsp.BD(K): Menelusuri Perjalanan Dokter Bedah Digestif Lulusan UI

DATARIAU.COM - Masalah saluran pencernaan tidak selalu berhenti pada keluhan sederhana seperti nyeri ulu hati atau asam lambung. Sejumlah kondisi dapat membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk gangguan pada kerongkongan, lambung, usus halus hingga usus besar.

Di tengah berkembangnya teknologi diagnostik dan tindakan medis di bidang saluran cerna, keberadaan dokter dengan kompetensi khusus menjadi bagian penting dalam proses penanganan pasien. Salah satunya adalah dr. Diah Asih Lestari, Sp.B., Subsp.BD(K), dokter spesialis bedah yang menekuni subspesialis Bedah Digestif.

Gelar Subsp.BD(K) menunjukkan bidang subspesialisasi Bedah Digestif Konsultan yang ditekuninya. Kompetensi tersebut berkaitan dengan penanganan berbagai permasalahan yang berhubungan dengan sistem pencernaan, mulai dari esofagus atau kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar hingga organ terkait lainnya.

Menempuh Pendidikan Kedokteran dari Dokter Umum hingga Subspesialis


Perjalanan profesional dr. Diah Asih Lestari dibangun melalui pendidikan kedokteran berjenjang di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Ia menyelesaikan pendidikan Dokter Umum di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 2004. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Bedah dan menyelesaikannya pada 2010.

Perjalanan akademiknya kemudian berlanjut ke jenjang subspesialis. Pada 2021, dr. Diah menyelesaikan Program Pendidikan Subspesialis Bedah Digestif di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Rangkaian pendidikan tersebut membentuk latar belakang keilmuan dr. Diah sebagai dokter spesialis bedah dengan fokus subspesialis pada bidang digestif.

Tidak Hanya Bedah, Fokus pada Diagnosis Saluran Cerna


Bidang bedah digestif memiliki cakupan yang luas. Penanganan pasien tidak selalu dimulai dengan tindakan operasi, tetapi dapat diawali dengan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi dan penyebab keluhan.

Salah satu pemeriksaan yang berkaitan dengan bidang tersebut adalah endoskopi. Dengan menggunakan instrumen khusus, dokter dapat melihat kondisi bagian dalam saluran pencernaan untuk membantu proses evaluasi dan diagnosis.

Gastroskopi dan esofagoskopi merupakan pemeriksaan yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi lambung dan esofagus. Pemeriksaan tersebut dapat menjadi bagian dari evaluasi berbagai keluhan atau kondisi, termasuk refluks asam lambung atau GERD, tukak lambung dan kelainan pada esofagus sesuai indikasi medis.

Teknologi diagnostik juga berkembang melalui endoskopi kapsul. Metode ini menggunakan kapsul berukuran kecil yang dilengkapi kamera dan ditelan oleh pasien. Kamera tersebut kemudian menghasilkan gambar saluran pencernaan, termasuk area usus halus yang memiliki keterbatasan untuk dijangkau dengan pemeriksaan endoskopi tertentu.

Menangani Kasus yang Membutuhkan Keahlian Bedah Digestif


Selain aspek diagnostik, kompetensi di bidang Bedah Digestif juga mencakup berbagai tindakan bedah pada sistem pencernaan.

Salah satu prosedur yang dikenal dalam penanganan GERD tertentu adalah Nissen fundoplication. Prosedur tersebut dilakukan dengan memperkuat mekanisme penghalang antara lambung dan esofagus untuk mengurangi aliran balik isi lambung ke kerongkongan.

Namun, tindakan bedah untuk GERD tidak diberikan kepada semua pasien. Pemilihan prosedur bergantung pada hasil evaluasi, tingkat keparahan kondisi, respons terhadap terapi sebelumnya, serta pertimbangan medis lainnya.

Bidang lain yang menjadi perhatian dalam kesehatan saluran cerna adalah polip usus besar. Polip dapat ditemukan melalui pemeriksaan endoskopi dan pada kondisi tertentu dapat diangkat melalui prosedur tersebut.

Deteksi serta pengangkatan polip sesuai indikasi menjadi bagian penting dalam pengelolaan kesehatan usus besar. Setelah pengangkatan, pemeriksaan lebih lanjut dapat diperlukan untuk mengetahui karakteristik jaringan dan menentukan tindak lanjut yang sesuai.

Menggabungkan Pemeriksaan dan Penanganan


Latar belakang sebagai dokter spesialis bedah sekaligus subspesialis Bedah Digestif membuat perjalanan profesional dr. Diah Asih Lestari berada pada bidang yang membutuhkan kemampuan diagnosis dan tindakan secara terpadu.

Dalam menangani permasalahan saluran cerna, setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda. Karena itu, pemeriksaan dan pilihan terapi perlu disesuaikan dengan diagnosis, kondisi klinis, hasil pemeriksaan penunjang serta pertimbangan dokter.

Keluhan seperti nyeri ulu hati atau asam lambung yang berulang juga tidak selalu memiliki penyebab yang sama. Begitu pula keluhan yang lebih serius, seperti BAB berdarah, perubahan pola buang air besar, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, atau keluhan pencernaan yang menetap, perlu mendapatkan evaluasi medis.

Perjalanan Panjang di Dunia Kedokteran


Perjalanan pendidikan dr. Diah Asih Lestari dari pendidikan dokter umum, spesialis bedah hingga subspesialis Bedah Digestif di Universitas Indonesia menunjukkan proses pendidikan kedokteran yang berlangsung bertahap dan berkelanjutan.

Fokus pada Bedah Digestif menempatkannya pada bidang yang berkaitan dengan berbagai persoalan kompleks pada sistem pencernaan. Mulai dari pemeriksaan menggunakan teknologi endoskopi hingga tindakan bedah pada kondisi tertentu, seluruhnya membutuhkan penilaian medis berdasarkan kondisi masing-masing pasien.

Dengan latar belakang tersebut, dr. Diah Asih Lestari, Sp.B., Subsp.BD(K), menjalani kiprah profesionalnya pada bidang Bedah Digestif dengan cakupan keahlian yang meliputi evaluasi dan penanganan masalah pada saluran pencernaan.

Bagi masyarakat, mengenali gejala dan melakukan pemeriksaan medis secara tepat menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna. Penanganan yang diberikan dokter pada akhirnya ditentukan berdasarkan diagnosis dan kebutuhan masing-masing pasien. (den)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)