Peneliti: Efek Mabuk Makan Kecubung Bisa Sebabkan Halusinasi

datariau.com
4.024 view
Peneliti: Efek Mabuk Makan Kecubung Bisa Sebabkan Halusinasi
Ilustrasi (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Peneliti dari Pusat Penelitian Biomaterial Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikhsan Guswenrivo PhD mengatakan bahwa kecubung atau Datura sp memiliki efek halusinasi jika dikonsumsi.

"Bisa meninbulkan efek halusinasi terhadap manusia karena memiliki zat aktif yang mampu menimbulkan efek tersebut," ujar Ikhsan, dikutip datariau.com dari Kompas.com, Ahad (9/5/2021).

Zat aktif yang Ikhsan maksud, meliputi: 0,3 - 0,4 Alkaloid (sekitar 85 persen skolopamin dan 15 persen hyosciamin) Hycoscin Atropin Kandungan zat ini juga dipengaruhi oleh spesies kecubung, lokasi tumbuh dan musim.

"Kecubung jika dikonsumsi secara langsung akan memberikan efek mabuk bahkan sampai keracunan. Hal ini disebabkan oleh kandungan dari zat atropin dan skolopamin," jelas Ikhsan.

Ciri dan sebaran wilayah

Lebih lanjut, Iksan menjelaskan bahwa untuk mengidentifikasi tamanan ini sangat mudah, dilihat dari bentuk bunganya.

"Bentuk bunganya khas, seperti terompet panjang, bisanya berwarna putih," kata Ikhsan.

Kecubung biasanya tumbuh liar di hutan dataran tinggi atau kawasan dengan tingkat curah hujan yang relatif banyak.

Menurut pengalamannya, Ikhsan melihat sebaran tumbuhan ini ada di kawasan Jawa Barat, Kalimantan dan Sumatera.

"Kawasan yang banyak biasanya berhawa dingin. Kalau daerah Bogor, seperti puncak lumayan banyak dijumpai," tutur Ikhsan.

Banyak manfaat

Tanaman kecubung sebenarnya memiliki banyak manfaat.

Akan tetapi, tidak dengan cara dikonsumsi langsung.

"Sebaiknya jangan dikonsumsi langsung, tapi konsultasi dengan ahli tanaman obat," ujar Ikhsan.

Jika diolah dengan benar, kecubung memiliki manfaat meliputi:

- Antiasmatik

- Antitusif

- Antirematik

- Penghilang rasa nyeri

- Afrodisiak

- Pemati rasa

Pestisida dan pengendali hama

Selain itu, kecubung juga bisa dimanfaatkan sebagai biopestisida untuk pengendalian serangga hama.

Ikhsan sendiri pernah menelitinya untuk pengendailan rayap tanah atau Coptotermes sp.

"Saya pernah cobakan untuk pengendalian rayap tanah, bisa membuat tingkat kematian hampir 90 persen dalam uji skala laboratorium," katanya.

Kini, Pusat Penelitian Biomaterial LIPI sedang mengembangkan pemanfaatan kecubung untuk pengendalian serangga pemukiman lainnya, seperti nyamuk, kecoa dan semut.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)