Masalah Perikanan di ZEEI: Mengurai Tantangan, Merumuskan Solusi

datariau.com
1.791 view
Masalah Perikanan di ZEEI: Mengurai Tantangan, Merumuskan Solusi
Ilustrasi. (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) yang luasnya mencapai 6,7 juta kilometer persegi.

Kawasan ini menyimpan potensi sumber daya laut yang melimpah, termasuk keanekaragaman hayati laut yang sangat tinggi dan menjadi salah satu pusat perikanan global.

Namun, berbagai masalah kompleks terus mengancam keberlanjutan sektor perikanan di kawasan ini.

1. Penangkapan Ikan Ilegal dan Kerugian Ekonomi


Salah satu ancaman terbesar di ZEEI adalah maraknya aktivitas penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing atau IUU Fishing). Kapal-kapal asing seringkali memasuki wilayah ZEEI tanpa izin, menggunakan metode penangkapan merusak, dan melarikan diri sebelum ditangkap aparat.

Menurut laporan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kerugian ekonomi akibat IUU Fishing di Indonesia mencapai lebih dari Rp100 triliun setiap tahunnya. Aktivitas ini tidak hanya mengurangi stok ikan, tetapi juga merugikan nelayan lokal yang menggantungkan hidup mereka pada sumber daya laut.

2. Overfishing yang Mengancam Keberlanjutan


Masalah lain adalah praktik overfishing, terutama di wilayah perairan padat seperti Laut Natuna dan Laut Arafura. Penangkapan ikan yang melebihi kapasitas regenerasi stok ikan mengancam kelestarian spesies seperti tuna, cakalang, dan udang. Penurunan populasi ikan ini juga berdampak pada ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi nelayan kecil.

3. Polusi Laut dan Kerusakan Ekosistem


Selain ancaman dari aktivitas perikanan itu sendiri, polusi laut menjadi faktor eksternal yang memperburuk situasi. Limbah plastik, sisa bahan kimia dari industri, dan pencemaran minyak dari kapal kargo mengganggu ekosistem laut.

Ditambah lagi, kerusakan habitat seperti terumbu karang, padang lamun, dan mangrove yang sering terjadi akibat eksploitasi dan aktivitas manusia semakin mengurangi daya dukung ekosistem perikanan.

4. Perubahan Iklim dan Dampaknya pada Sumber Daya Laut


Perubahan iklim turut memengaruhi dinamika perikanan di ZEEI. Peningkatan suhu laut, pengasaman air laut, dan naiknya permukaan air laut memengaruhi habitat ikan dan pola migrasi mereka. Akibatnya, beberapa spesies ikan berpindah ke wilayah lain, meninggalkan nelayan yang bergantung pada keberadaan spesies tersebut di kawasan tertentu.

Langkah Strategis untuk Mengatasi Masalah


Dalam menghadapi berbagai tantangan ini, pemerintah Indonesia telah mengambil langkah serius untuk melindungi ZEEI dan memanfaatkan sumber daya laut secara berkelanjutan. Beberapa kebijakan yang telah diterapkan antara lain:

Patroli Laut dan Penindakan Tegas: Operasi rutin oleh Satuan Tugas 115 berhasil menenggelamkan ratusan kapal ilegal yang mencuri ikan di wilayah Indonesia.

Penerapan Teknologi Pengawasan: Penggunaan sistem berbasis satelit, seperti VMS (Vessel Monitoring System), memungkinkan pengawasan kapal yang beroperasi di ZEEI secara real-time.

Pengaturan Kuota Penangkapan Ikan: Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah overfishing dan memastikan regenerasi stok ikan di masa depan.

Selain langkah pemerintah, keterlibatan masyarakat juga sangat penting. Edukasi nelayan tentang praktik perikanan berkelanjutan, pengembangan teknologi penangkapan yang ramah lingkungan, dan kerja sama lintas sektor menjadi bagian dari solusi.

Kerja Sama Regional dan Global


Menghadapi ancaman seperti IUU Fishing memerlukan pendekatan regional. Indonesia terus aktif dalam organisasi internasional, seperti ASEAN dan Indian Ocean Rim Association (IORA), untuk menggalang kerja sama memerangi penangkapan ikan ilegal. Selain itu, ratifikasi berbagai perjanjian internasional, seperti Port State Measures Agreement (PSMA), memperkuat posisi Indonesia dalam pengelolaan perikanan global.

Masa Depan Laut Indonesia


Dengan potensi yang sangat besar, ZEEI adalah aset berharga bagi Indonesia untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Namun, hal ini hanya dapat terwujud jika sumber daya laut dikelola secara bijak. Pemerintah, masyarakat, dan dunia internasional harus bersinergi untuk memastikan bahwa kekayaan laut Indonesia dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang. ***

Tag:ikanlaut
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)