DATARIAU.COM - Buat yang sedang menuju atau sudah berusia 40 tahun, waspadai lima jenis makanan dan minuman yang harus dihindari jika ingin tetap sehat. Memasuki usia 40 tahun bukan sekadar menjadi semakin tua. Justru Anda harus lebih memperhatikan fungsi biologis yang terus bekerja.
Berbeda saat masa pertumbuhan, semakin bertambahnya usia, fungsi tubuh akan menjadi kurang efisien. Anda harus tetap mempertahankan kemampuan tubuh dengan mengamati perubahan gaya hidup tertentu. Salah makan sedikit saja memiliki dampak yang besar di usia 40 tahunan bila dibandingkan saat lebih muda.
Salah satu perubahan terbesar yang harus dilakukan yakni terkait pola makan sehari-hari. Melansir dari Times of India, makanan tertentu menjadi sulit dicerna organ dalam seiring bertambahnya usia. Buat yang sudah berumur 40 tahun dan ingin menjaga badan tetap sehat dan bugar, hindari beberapa makanan berikut ini.
Karbohidrat olahan
Makanan yang terbuat dari karbohidrat olahan yaitu pasta, donat, roti putih, kue kering, dan panekuk. Makanan ini memiliki indeks glikemik tinggi, yang berarti dengan cepat meningkatkan kadar gula darah. Kadar gula darah yang tinggi merupakan faktor penyebab penyakit jantung, penambahan berat badan, dan diabetes. Tingginya kadar gula darah akan meningkatkan hormon yang merangsang produksi minyak, yang mempengaruhi komposisi minyak kulit, menyebabkan masalah kulit seperti jerawat.
Daging olahan
Daging olahan seperti sosis, ham, salami kaya lemak jenuh. Pilihan yang tepat adalah mulai mengurangi atau bahkan menghindari jenis makanan tersebut begitu mencapai usia 40 tahun. Kandungan lemak meningkatkan peradangan, yang berkontribusi terhadap radang sendi, penyakit jantung, dan peningkatan tekanan darah. Daging olahan mengandung nitrat karena diubah menjadi nitrosamin, bahan kimia yang menyebabkan kanker. Sebagai gantinya, pilih daging yang bebas nitrat dan tidak diproses, seperti daging organik.
Makanan cepat saji
Makanan cepat saji mengandung campuran beberapa bahan tidak sehat, yaitu gula, lemak tidak sehat, nitrat, dan natrium. Bersama-sama, bahan-bahan ini menimbulkan malapetaka pada tubuh, tidak hanya untuk lansia tetapi semua orang. Gula adalah sumber kalori kosong, yang meningkatkan kemungkinan kenaikan berat badan tanpa memberikan nutrisi apapun.
Lemak tidak sehat seperti lemak jenuh meningkatkan kadar kolesterol jahat LDL sehingga membuat Anda lebih rentan terhadap kondisi jantung. Makanan cepat saji biasanya menggunakan nitrat dan garam sebagai pengawet. Keberadaan garam dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah dan menyebabkan kembung.
Jus buah botol atau kalengan
Orang selalu percaya jus buah yang sudah dikemas itu sehat bila melihat dari iklannya. Manfaat kesehatan seperti vitamin dan mineral yang tinggi atau 100 persen jus alami, sering membuat kita percaya itu baik. Namun pada kenyataannya, jus buah dalam kemasan bukan pilihan yang baik, terutama untuk lansia. Pasalnya, gula yang ada di dalamnya buruk bagi penderita diabetes dan asam urat. Selain itu, sebagian besar jus dibuat setelah menghilangkan serat bermanfaat dalam buah, yang berperan dalam kesehatan usus.