Kisah Penambang Batu Gunung di Areal PLTA, Bartaruh Nyawa demi Anak Istri

1.560 view
Kisah Penambang Batu Gunung di Areal PLTA, Bartaruh Nyawa demi Anak Istri
Penambang batu di PLTA Kampar. (foto: skc)
BANGKINANG, datariau.com - Bertaruh nyawa demi sesuap nasi, mungkin itulah kata yang cocok menggambarkan keadaan pria yang berprofesi sebagai pemecah batu gunung ini. Pekerjaan ini tak pernah ia bayangkan sebelumya, tebing-tebing yang tinggi ia panjat demi meraih rupiah dengan memecah batu cadas yang keras dengan sebuah palu dan besi pahat.

Imran, pria asal Aceh ini sudah 13 tahun merantau ke Kampar ini, dan telah 5 tahun berprofesi debagai pemecah batu gunung. Kepada wartawan mengatakan, ia sadar pekerjaannya ini sangat beresiko namun ia tak punya pilihan lain.

"Memecah batu cadas ini memang berbahaya dan resikonya nyawa bisa melayang, tapi pekerjaan lain tak ada kalau harganya lumayan bg, hampir Rp 200.000 kalau kita kerja sehari kita bisa dapat batu hampir 2 kubik, kalau hujan kita tak dapat kerja," tuturnya kepada wartawan saat disambangi di tempat kerja pada Sabtu (18/10/2014) lalu.

Ia melanjutkan, pekerjaan mencari batu ini oleh Satpol PP memang dilarang, karna berbahaya, "Namun dari pada kami tak makan atau kami mencuri lebih berbahaaya lagi, kami pun memanjat ini sudah pakai pengaman tali biar tak jatuh diikat ke pinggang," tuturnya.

Namun memecah batu cadas di sepanjang jalan di PLTA Koto Panjang Desa Merangin Kecamatan Kuok rah Sumatera Barat ini juga dikeluhkan oleh sejumlah pengguna jalan yang melintas. Pecahan dan serpihan batu yang dicari para pekerja batu tersebut menggelinding ke jalan raya sehingga membahayakan para pengguna jalan lainnya.

Hal ini sebagai mana yang disamapaikan oleh Mansur kepada wartawan. "Kadang pecahan batu itu ada yang sampai ke jalan, tentu sangat bahaya bagi pengendara, apalagi jika sedang berkecepatan tinggi bisa menyebabkan kecelakaan fatal," tuturnya.

Masih menurut Mansur, pihak terkait dapat mencari solusi terbaik dengan tidak merugikan siapapun baik pencari batu maupun warga penggunan jalan yang melintas. (*)









Sumber: Suara Kampar

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)