Ancaman Ghost Fishing Terhadap Kehidupan Laut

datariau.com
1.750 view
Ancaman Ghost Fishing Terhadap Kehidupan Laut

DATARIAU.COM - Laut merupakan sumber kehidupan yang berlimpah, menyediakan habitat bagi banyak spesies dan menyajikan sumber daya penting bagi manusia, termasuk makanan, pekerjaan, dan rekreasi.

Namun, salah satu risiko serius terhadap ekosistem laut yaitu gejala yang dikenal dengan istilah “ghost fishing”.

Ghost fishing terjadi saat alat penangkapan ikan yang hilang atau dibuang, seperti jaring dan bubu, tetap berfungsi dan menangkap hewan laut tanpa kontrol atau kendali.

Gejala ini tidak hanya menyebabkan mortalitas massal berbagai spesies, tetapi juga merusak keseimbangan ekosistem dan berakibat negatif terhadap kehidupan nelayan dan seluruh sektor perikanan.

Ghost fishing ialah gejala dimana alat penangkapan ikan yang hilang atau dibuang (seperti jaring, bubu dan tali) tetap berada di lingkungan laut dan terus digunakan untuk menangkap hewan laut.

Alat tangkap yang tidak lagi dikelola oleh nelayan ini dapat melenyapkan berbagai spesies, termasuk ikan, burung laut, dan mamalia laut, akibat terjebak dan tidak dapat melarikan diri.

Adapun ancaman yang ditimbulkan dari ghost fishing terhadap kehidupan laut ini ialah:

• Dampak Lingkungan


Penangkapan ikan ghost fishing mempunyai dampak negatif terhadap ekosistem laut. Alat penangkapan ikan yang hilang dapat terus menangkap hewan laut sehingga mengakibatkan kematian massal dan merusak keseimbangan populasi spesies.

Selain itu, sisa jaring ikan dapat merusak habitat dasar laut seperti terumbu karang dan padang lamun, yang merupakan rumah bagi banyak spesies.

Jaring yang menjerat hewan juga dapat menimbulkan cedera fisik bahkan kematian karena tenggelam atau kelaparan.

• Statistik yang Mencolok


Statistik menunjukkan bahwa penangkapan ikan hantu adalah masalah yang serius. Sekitar 640.000 ton alat penangkapan ikan hilang setiap tahunnya, yang merupakan 10% dari total sampah laut dunia.

Di Florida Keys, lebih dari 85.000 perangkap lobster dan kepiting terabaikan telah ditemukan. Angka-angka ini menyoroti besarnya masalah dan perlunya tindakan untuk mengurangi dampak negatifnya.

• Kerugian bagi Nelayan Kecil


Ghost fishing dapat menyebabkan kerugian ekonomi bagi nelayan kecil. Alat tangkap yang hilang dapat mengganggu operasi penangkapan ikan mereka, mengurangi hasil tangkapan, dan menciptakan persaingan yang tidak adil.

Nelayan yang bertanggung jawab harus bersaing dengan alat tangkap yang terabaikan, yang dapat mengurangi pendapatan mereka dan mempengaruhi keberlangsungan usaha mereka.

• Biaya Pemulihan


Mengambil kembali alat tangkap yang hilang memerlukan waktu, tenaga, dan sumber daya. Proses pemulihan ini dapat mengganggu rutinitas harian nelayan dan menambah beban biaya operasional mereka.

Biaya yang dikeluarkan untuk pemulihan alat tangkap yang hilang dapat mengurangi keuntungan yang diperoleh dari hasil tangkapan, sehingga berdampak negatif pada kesejahteraan ekonomi nelayan.

• Dampak pada Rantai Makanan


Limbah plastik dari alat tangkap yang rusak dapat terurai menjadi mikroplastik, yang masuk ke dalam rantai makanan.

Mikroplastik dapat dikonsumsi oleh hewan laut, yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan serius, termasuk masalah hormonal dan peradangan.

Akibatnya, mikroplastik juga dapat berdampak pada kesehatan manusia yang mengonsumsi hewan laut yang terkontaminasi.

Dari ancaman-ancaman diatas terdapat solusi yang bisa kita terapkan agar tidak terjadi ghost fishing, yaitu sebagai berikut:

• Program Daur Ulang


Program daur ulang bertujuan untuk mendorong nelayan mengembalikan alat tangkap yang sudah tidak terpakai ke pelabuhan untuk didaur ulang.

Dengan cara ini, alat tangkap yang hilang dapat diolah kembali menjadi bahan yang berguna, mengurangi jumlah limbah di laut.

Contoh sukses dari program ini termasuk pelabuhan Wellfleet di Massachusetts, yang telah mengumpulkan lebih dari 367.000 pon alat tangkap sejak 2008.

• Pembersihan Laut


Pembersihan laut melibatkan upaya untuk mengangkat jaring hantu dan alat tangkap lainnya dari lingkungan laut.

Organisasi seperti Healthy Seas melakukan penyelaman untuk mengambil kembali alat tangkap yang hilang dan mendaur ulangnya menjadi produk baru, seperti benang nylon untuk pakaian.

Kegiatan ini tidak hanya membantu membersihkan lautan tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang masalah ghost fishing.

• Program Pembelian Kembali


Program pembelian kembali adalah inisiatif di mana nelayan diberi insentif untuk mengumpulkan dan mengembalikan alat tangkap yang terbuang.

Contoh dari program ini dapat ditemukan di Korea Selatan, di mana nelayan diberikan kompensasi untuk alat tangkap yang mereka kembalikan.

Program ini membantu mengurangi jumlah alat tangkap yang hilang di laut dan memberikan manfaat ekonomi bagi nelayan yang berpartisipasi.

• Pengembangan Jaring Biodegradable


Jaring biodegradable adalah alat tangkap yang dirancang untuk terurai secara alami di lingkungan, terutama di dalam laut, setelah periode tertentu.

Berbeda dengan jaring konvensional yang terbuat dari bahan sintetis seperti nylon atau polyester, yang dapat bertahan di lingkungan laut selama puluhan tahun, jaring biodegradable terbuat dari bahan yang dapat diurai oleh mikroorganisme, sehingga mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem laut.

Ghost fishing merupakan fenomena serius yang memiliki dampak signifikan terhadap ekosistem laut dan kehidupan hewan di dalamnya.

Alat tangkap yang hilang atau dibuang, seperti jaring dan perangkap, terus berfungsi dan menyebabkan kematian massal pada berbagai spesies, yang pada gilirannya mengganggu keseimbangan ekosistem.

Statistik menunjukkan bahwa sekitar 640.000 ton alat tangkap hilang setiap tahun, menyumbang sekitar 10% dari limbah laut global, dan mengancam keberlangsungan hidup berbagai spesies laut.

Dampak ekonomi dari ghost fishing juga dirasakan oleh nelayan kecil, yang mengalami kerugian akibat alat tangkap yang hilang yang dapat mengganggu operasi mereka dan mengurangi hasil tangkapan.

Selain itu, biaya pemulihan alat tangkap yang hilang dapat mengganggu rutinitas harian nelayan dan menambah beban biaya operasional mereka. Limbah plastik dari alat tangkap yang rusak dapat terurai menjadi mikroplastik, yang masuk ke dalam rantai makanan dan berdampak pada kesehatan hewan laut serta manusia.

Untuk mengatasi masalah ini, berbagai solusi telah diusulkan dan diimplementasikan. Program daur ulang, pembersihan laut, dan program pembelian kembali merupakan langkah-langkah yang dapat membantu mengurangi jumlah alat tangkap yang hilang dan mendukung keberlanjutan industri perikanan.

Selain itu, pengembangan jaring biodegradable menawarkan alternatif yang ramah lingkungan, yang dapat mengurangi dampak jangka panjang dari ghost fishing.

Secara keseluruhan, ghost fishing adalah isu kompleks yang memerlukan perhatian dan tindakan kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk nelayan, pemerintah, dan organisasi lingkungan.

Dengan mengadopsi solusi yang tepat dan meningkatkan kesadaran tentang masalah ini, kita dapat melindungi ekosistem laut dan mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan untuk generasi mendatang.***

Tag:ikanlaut
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)