PEKANBARU, datariau.com - Indonesia saat ini diketahui sebagai Negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia, dengan jumlah penduduk Muslim sebesar 209,1 juta jiwa atau atau 87,2 % dari total penduduk.Jumlah itu merupakan 12,7 persen dari seluruh umat muslim di dunia (The Pew Forum On Religion dan Public Life).
Maka sudah sepatutnya sektor Industri Halal melihat hal ini sebagai sebuah ceruk pasar baru yang cukup potensial. Sub Sektor dari industri halal Indonesia yang tersebut ialah pertanian, makanan, fashion, pariwisata dan energi terbarukan.
Bank Indonsia dalam pengembangan sektor pariwisata tersebut melakukan strategi pembangunan Ekosistem Halal Value Chain lalu Bank Indonesia juga mendorang dengan lembaga zakat dan mengoptimalkan dana sosial syariah seperti ZISWAF (Zakat, Infak, Shadaqah dan Wakaf) sebagai pembiayaan syari'ah.
Trend Industri Halal mulai berkembang seiring dengan meningkatnya populasi muslim dunia.
Meningkatnya populasi muslim yang berusia muda, berpendidikan dan memiliki jumlah pendapatan yang tinggi membuat industri pariwisata internasional mulai menargetkan wisatawan muslim sebagai target pasarnya. Berdasarkan data lembaga peringkat wisata muslim dunia, Master Card Crescent Rating Muslim Shopping Travel Index yang dirilis 2017, jumlah muslim yang berwisata pada 2016 mencapai 121 juta.
Jumlah ini bertumbuh 3,3% dari angka tahun sebelumnya sebanyak 117 juta.Dengan menggabungkan konsep wisata dan nilai-nilai ke Islaman maka sudah pariwisata Syariah dapat menjadi jawaban atas kondisi tersebut.
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia beberapa tahun terakhir ini di dominasi oleh wisman asal Negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Singapura dan lain-lain.
Selain itu juga dari beberapa Negara Eropa, terutama Rusia, kemudian dari Amerika, Australia, dan Negara-negara Timur Tengah seperti Saudi Arabia, Qatar dan lain-lain.
Dari beberapa Negara tersebut, potensi kunjungan terbesar wisman ke Indonesia dari luar Negara-negara ASEAN ialah dari Negara-74 negara Timur Tengah terutama Saudi Arabia, Uni Emirat Arab dan beberapa negara di kawasan teluk. (Suherlan, 2011).
Perkembang populasi Muslim di dunia diramalkan terus akan berkembang pesat. Pada tahun 2030 populasi Muslim diprediksi mewakili 26,5% populasi dunia. Mayoritas populasi Muslim berasal dari negara yang ekonominya sedang berkembang seperti Indonesia.
Dalam melakukan perjalanan, keyakinan (faith) turut mempengarui wisatawan Muslim dalam memutuskan tempat wisata yang akan mereka tuju. Hal ini terlihat dengan semakin pesatnya pertumbuhan perbankan dan keuangan syariah, pangan halal (halal food) dan lain-lain di dunia. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia yang dikaruniai dengan sumber daya alam yang indah, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi utama pariwisata syariah dunia.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pada tahun 2013 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia mengadakan grand Launching Pariwisata Halal.
Tujuan diadakannya program ini untuk menggaet wisatawan baik dalam maupun luar negeri dan untuk mendorong perkembangan entitas bisnis syariah di lingkungan pariwisata halal di Indonesia.
Pariwisata halal atau halal tourism dengan berbagai potensialnya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan menyumbang devisa negara yang sangat besar disebut juga dengan core economoy NKRI. Dilihat dari sisi ekonomi Negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim yang tergabung dalam OCI (Organisasi of Islamic Cooperation) mempresentasikan 11,3% dari total global gross domestic product dengan ekspektasi tingkat pertumbuhan Rata-rata 6,3% setiap tahunnya.
Indonesia merupakan peringkat pertama sebagai Negara anggota OIC dengan GDP tertinggi. Berdasarkan data United Nations World Tourism Organisasi (UNWTO) Highlights per 2016 indonesia berada dalam posisi 5 destinasi pariwisata halal dunia dengan penerimaa devisa negara mencapai US$ 13 miliar dan kontribusi ke PDB sebesar US$ 57,9 miliar selain itu di tahun yang sama indonesia meraih 46 penghargaan di berbagai acara di 22 negara.
Perkembangan Pariwisata Indonesia terus mengalami peningkatan hingga pada lauching Global Muslim Travel Index (GMTI) Indonesia berasil naik satu peringkat dari 3 di tahun 2017 menjadi peringkat 2 tahun 2018. Penghargaan yang di raih indonesia didapat dari 12 provinsi yang menjadi target destinasi halal Indonesia yang mana salah satu destinasi tersebut adalah Lombok Nusa Tenggara Barat yang telah meraih The Best Destination For Halal Tourism Resort di dunia dari CNBC Indonesia di tahun 2017 dan Mastercard-Crescent Rating Global Muslim Index (GMTI) tahun 2018.
Optimalisasi Pariwisata Halal dapat berupa sebagai berikut:
- Memperluas segmentasi pasar.
- Bukan hanya wisata religi juga wisata Histori.
- Dapat dinikmati oleh semua wisatawan.
- Sejalan dengan Tren Sosial Dunia
- Sejalan dengan Etika Pariwisata Dunia UNWTO
Dalam Pengembangan ekonomi dan keuangan membuat Bank Indonesia, Pemerintah dan institusi yang terkait berpegang pada prinsip 4 C, yaitu Commitment, Concrete, Collaborative, Capaign (Gubernur Bank Indonesia, Perry Wrjiyo).
Sebagai Komite Nasional Keuangan Islam (KNKS), Bank Indonesia senang tiasa bekerja erat dengan kementrian dan otoritas dan mensinergikan program lintas sektoral untuk menjadikan ekonomi dan keuangan syariah sebagai sumber baru pertumbuhan ekonomi nasional. Abd/Yola
* Penulis merupakan Mahasiswi UIN Suska Riau.
-
Berita
-
Wisata
-
Berita
-
Berita
-
Berita TNI-Polri
-
Wisata