Kisah Okto, Anak Dibawah Umur Terpaksa Memulung di Pekanbaru

datariau.com
1.559 view
Kisah Okto, Anak Dibawah Umur Terpaksa Memulung di Pekanbaru
Foto: Swarez
Okto, bocah pemulung di Pekanbaru.
PEKANBARU, datariau.com - Di saat anak seusianya sedang asyik menikmati pendidikan dan bermain, Okto (9 tahun) malah menyibukkan diri berjuang mencari makan untuk menyambung hidup. Dia memulung barang bekas di pinggiran jalan dan pemukiman penduduk.

Saat fajar menampakkan sinarnya, Okto memulai untuk menelusuri pinggiran jalan di Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru. Dengan langkahnya yang pasti, bocah ini tampak percaya diri, memungut setiap botol minuman bekas yang dibuang pengendara, serta barang bekas lainnya yang bisa ia kumpulkan dan dijadikan unag.

Saat ditemui di pinggiran Jalan Limbungan, Rumbai pada Sabtu (11/5/2019) kemarin, Okto tampak sedang mengumpulkan botol bekas minuman. Sesekali saat matahari terasa semakin menyengat kulit, Okto berhenti untuk meminum air yang dibawanya untuk melepas dahaga.

Siang itu karung yang dia bawa tampak sudah berisi penuh barang bekas, Okto kemudian membawa pulang hasil kerjanya. Setelah itu dia kembali lagi ke jalan hingga malam hari, saat malam dia bukan beristirahat, melainkan masih bekerja membersihkan botol bekas yang sudah dikumpulkannya untuk dijual 2 mingggu kemudian.

Pekerjaan ini dilakukannya dengan ikhlas semata-mata untuk membantu kedua orangtua. Ayahnya seorang buruh bangunan yang mandah ke kota-kota lain yang pulang sepekan sekali dan penghasilannya digunakan untuk mengobati ibunya yang terkena penyakit gula, karena faktor inilah yang menyebabkan pendidikan Okto terhalang.

Sebenarnya Okto sangat ingin menjalankan pendidikannya, tapi apa daya angan-angan pun tak sampai diraihnya. Kini Okto hanya bisa bersabar sambil menunggu waktu yang tepat untuk ia bisa menyambung pendidikan yang terhalang tadi.

Mardini, salah seorang masyarakat mengaku kasihan melihat kondisi Okto, beberapa warga terkadang juga memberikan makanan dan minuman untuk Okto saat terlihat kecapean dan berhenti di pinggir jalan sambil menenteng karung.

"Semoga pemerintah memperhatikan keberadaan Okto, sehingga bocah ini bisa kembali bersekolah," harap warga. (swa)
Penulis
: Swarez
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)