4 Fakta Bagi Kamu yang Suka Minjam 'Uang' Hutang di Bank, Berikut Penjelasanya Agar Tak Nyesal

Hermansyah
2.180 view
4 Fakta Bagi Kamu yang Suka Minjam 'Uang' Hutang di Bank, Berikut Penjelasanya Agar Tak Nyesal
Skema perhitungan hutang di Bank.

DATARIAU.COM - Ini menggambarkan skema perhitungan di salah satu Bank yang saya pernah ambil kredit disitu. Bank ini tersebar luas diseluruh Indonesia. kalau saya sebutkan tentu kalian tahu. Namun, tidak berarti itu Bank apa, hampir segala Bank dikala ini mengenakan skema kredit yang sama.

 

Kalaupun skema kreditnya berbeda, tetap saja ujung-ujungnya ketemunya mirip-mirip, semacam saudara kembarlah.

 

Dalam islam, tidak cuma riba membikin raib harta benda kita, tampaknya kita sejauh ini dibodohi dengan sistem perbankan yang tidak Fair.

 

Trik-trik perbankan antara lain menggambarkan:

 

1. Memberikan Iming-Iming Bunga Rendah.

 

"Ini bunga cuma 2 % pak."

 

"Istimewa buat bapak karna pelanggan setia, kita kasih bunga ringan hanya 1 % pak."

Dan juga pula bermacam-macam rayuan maut yang luar biasa.

 

Kalian bakal berpikir, margin keuntungan saya sejauh ini kan 20 persen dari modal, berarti kalau saya pinjam Bank, saya nambah pendapatan banyak, karena modal saya utang sama dengan margin tambah banyak. 

 

Sebaliknya bunga hanya 1 persen dari hutang. Masak iya misal hutang Rp75 juta tidak mampu ngasih bunga RP750. 000 , -. Kan kalau modal saya ditambah Rp75 juta, saya bakal mendapatkan tambahan pendapatan rata-rata 20 persen: Rp15 juta!!!.. Wah, bunga Rp750. 000 ,- kecil banget...

 

Kalian kurang ingat, kalau uang pinjaman itu masing-masing bulan terus menyusut, itu berarti bulan depannya, bunga yang kalian bayar bukan 2 persen dari pinjaman kalian, tetapi sudah membesar. Terus jadi bulan, bunga yang kalian bayar terus jadi besar. (lihat pada gambar)

 

2. Tidak Mau Menerangkan Secara Gamblang dan Juga Pula Transparan Sistem Kreditnya yang Ditekankan, Kilat Cair.

 

Karena kebanyakan orang yang hutang di Bank menggambarkan orang yang terdesak keperluan sampai-sampai yang berarti kilat cair, sampai Bank dengan lihai menghindari menerangkan skema kreditnya seragam apa.

 

Kalian bakal berpikir, kalau saya hutang Rp10 juta, sejauh 10 bulan, sampai ketika saya sudah mengangsur sejauh 5 bulan, sampai hutang saya hanya tinggal Rp5 juta.

 

Sedangkan itu, hitungan kalian itu mutlak salah. Kebanyakan Bank mengenakan sistem bunga menurun. ih..lezat yah bunganya menurun?? kata teman saya, lezat pala lo peang!..

 

Hehehehe, saya memaklumi nih, gregetannya kawan saya yang pernah pula seragam saya pula, kena jebakan Bank di Bank yang sama, sampai habis segala miliknya, terlebih lagi sampai rumah pun dikala ini tidak mempunyai.

 

Apa sih, bunga menurun? lihat langsung aja deh di gambar, lelah njelasin detil. intinya skema bunga menurun ini bukan menguntungkan kalian. Namun sangat-sangat merugikan kalian.

 

Ketika kalian mau melunasi utang Rp10 juta tadi, mampu jadi kalian harus membayar Rp8,5 juta. Kok, mampu? bukan Rp5 juta?.

 

Karena skema bunga menurun, denda angsuran 2x kedepan, denda bunga berjalan, denda pinalti, dan juga pula administrasi.

 

3. Kalian Dibuat Panik.

 

Biar tidak banyak tanya, dan juga pula tidak sempat membaca tulisan perjanjian kredit, Bank lazimnya tiba-tiba saja memanggil kalian buat berangkat ke Bank, buat karakteristik tangan, di waktu-waktu yang mepet, dan juga pula terkesan terburu-buru.

 

Yang bentar lagi kas tutup, yang Notarisnya bentar lagi berangkat, dan juga pula tulisan perjanjian kredit itu memiliki kekuatan hukum. Namun, anehnya lembaran-lembaran yang begitu banyaknya dengan tulisan kecil-kecil banget, kita tidak dimohon buat membaca sebelumnya. Harusnya karena itu memiliki konsekuensi hukum, kita dikasih 2-3 hari buat menekuni dan juga pula buat setuju maupun tidak dengan perjanjian tersebut.

 

Begitu karakteristik tangan, tampaknya isinya menggambarkan tali gantung yang siap mengeksekusi kita kapanpun.

 

4. Biaya-Biaya dan Juga Pula Tabungan.

 

Ketika kita pinjam uang Rp75 juta, kita tidak bakal benar-benar menerima uang Rp75 juta. Sangat sekira Rp70 juta.

 

Yang pernah saya alami, sebagai berikut:

 

-Kena pengeluaran administrasi Bank dan juga pula Notaris.

 

-Kena pengeluaran Provisi (uang jasa kepada bank karena sudah mencairkan pinjaman. Aneh ya, ngasih pinjaman, kasih jasa buat diri seseorang diri).

 

-Buat 1x cicilan bulan depan (cicilan pertama) sudah ditinggal dibuku tabungan yang bakal didebet (sama aja bohong kan).

 

-Pengeluaran materai yang seabreg.

 

-Ninggali lagi buat tabungan sekian persen (%).

 

Ah, banyak sekali trik-trik perbankan buat menjebak kita. Kalau ditulis mampu jadi 1 novel seseorang diri.

 

Sudahlah, kita langsung saja pada angka-angka di gambar.

 

Disitu dicontohkan saya meminjam uang ke Bank sebesar Rp75 juta, jangka waktu selama 36 bulan.

 

Uang yang saya terima bersih itu Rp70 juta, keuntungan Bank Rp54. 949. 000,- Persentase bunga sesungguhnya 73,25 persen.

 

Karena mengenakan sistem bunga menurun, sampai cicilan saya sebesar Rp3.470.000,- yang dihitung seperti angsuran pokok hanya Rp1.169.000,- sementara bunganya Rp2.301.000,-.

 

Buat gregetan tidak, jadi tampaknya sistem bunga menurun itu, bunga diambil lebih besar diawal-awal sampai-sampai pokok cicilan jauh lebih kecil.

 

Ini yang memunculkan, kalau kalian nyicil putus ditengah jalan, Bank tidak bakal rugi, karena sebagian besar bunga sudah mereka miliki. Kalau diteruskan mereka sanggup bunga penuh. Bank tidak ada kalahnya, kita yang diperas habis-habisan.

 

Hutang Bank, artinya kalian siap bekerja siang malam, berpikir siang malam, peras keringat siang malam, merasa cemas siang malam, was-was siang malam, dan juga pula hasil kerja kalian, kalian serahkan kepada Bank, terlebih lagi kalian harus mengantre buat memberikan hasil keringat kalian. Mampu jadi, hasil yang kalian miliki diserahkan segala, sebaliknya anak istri dirumah menangis ketiadaan maupun terlebih lagi lagi kelaparan.*

Editor
: Hermansyah
Sumber
: Islamdetikkini.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)