Jangan Jadikan Hipertensi Menjadi Teman Anda

Datariau.com
1.142 view
 Jangan Jadikan Hipertensi Menjadi Teman Anda
Ilustrasi

DATARIAU.COM-Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun, pada beberapa orang dengan tekanan darah yang sangat tinggi dapat muncul gejala berupa

Sakit kepala Mimisan,Nyeri dada atau sesak napas

Meski demikian, gejala ini tidak spesifik dan baru muncul jika tekanan darah terlalu tinggi dan mengancam nyawa.

Penyebab tekanan darah tinggi atau hipertensi dibagi menjadi:

Hipertensi primer

Hipertensi primer menyerang 90% penderita hipertensi. Penyebabnya tidak diketahui dengan pasti dan cenderung terjadi bertahap selama bertahun-tahun. Faktor gaya hidup dan genetik diduga memiliki peranan penting.

Hipertensi sekunder

Hipertensi yang diketahui penyebabnya, terjadi pada 5-10% penderita hipertensi. Biasanya muncul tiba-tiba dan menyebabkan tekanan darah yang lebih tinggi daripada hipertensi primer.

Beberapa kondisi dan obat-obatan yang dapat menyebabkan hipertensi tipe ini antara lain sleep apnea, masalah ginjal, tumor kelenjar adrenal, masalah tiroid, cacat bawaan dalam pembuluh darah, dan obat-obatan tertentu (pil KB, obat flu, obat antinyeri).

Untuk Pengobatannya Tentu dengan  cara modifikasi gaya hidup. Pola hidup sehat yang dapat diterapkan, di antaranya:

Mengurangi asupan garamOlahraga teraturMenurunkan berat badanBerhenti merokok

Obat antihipertensi diberikan jika tidak ada perubahan setelah modifikasi gaya hidup. Ada banyak jenis obat antihipertensi yang terdiri dari golongan ACE-inhibitor, beta-blocker, thiazide, angiotensin II receptor blockers, calcium chanel blocker, dan sebagainya.

Semua obat tersebut berfungsi menurunkan tekanan darah tinggi dengan cara kerja yang berbeda-beda. Indikasi pemberian obatnya pun berbeda-beda disesuaikan dengan usia, derajat hipertensi, dan penyakit lain yang mendasari.

Awalnya dokter akan memberikan satu jenis obat hipertensi dengan dosis paling rendah dan diobservasi selama beberapa waktu. Jika tidak efektif, maka dokter akan meningkatkan dosis obat atau menambahnya dengan obat antihipertensi yang lain.

Penulis
: Arizki Fil Bahri
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)