Advertorial Pemerintah Kabupaten Kampar

Pj Bupati Kampar Tinjau Pengolahan Ikan Patin di Desa Koto Masjid

datariau.com
1.167 view
Pj Bupati Kampar Tinjau Pengolahan Ikan Patin di Desa Koto Masjid

XIII KOTO KAMPAR, datariau.com - Pj Bupati Kampar Dr H Kamsol MM melakukan kunjungan ke Centra Pengelolaan Pasca Panen Ikan Patin Desa Koto Masjid dan Pengolahan Ikan Terintegrasi yang berada di Desa Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Sabtu (19/11/2022).

Pj Bupati Kampar didampingi Asisten II Suhermi, Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Riau Wijatmoko Rah Trisno, Ketua Apindo Kabupaten Kampar Muhammad Amin SAg, Ketua Forum UMKM Kampar Drs Zulher MSi, Kabid Budidaya Dinas Perikanan Kampar Adrison, Komisaris PT Kampar Agro Sejahtera Firman Wahyudi, Pelaku Usaha Ikan Patin Suhaimi dan Firman Edi.

Dalam kunjungan ini, Pj Bupati Kampar langsung meninjau tempat pengasapan ikan salai Desa Koto Masjid yang akan menjadi pusat kunjungan Tim Investor Malaysia ke Kampar. Rencananya Tim Investor Malaysia ke Kampar pada 24 November 2022.

Pj Bupati dan rombongan melakukan peninjauan Kampung Budidaya Ikan Patin serta mengunjungi Graha Pratama Fish yang menjadi pusat untuk pembenihan ikan, pembesaran ikan, pakan ikan dan olahan ikan patin.

"Dalam pengelolaan patin ini bagaimana langkah kita selanjutnya agar produkai kita semakain baik sesuai dengan standarisasi produksi yang saat ini masih belum terpenuhi, bagaimana kedepannya kita memperbaiki kembali dalam pengelolaan ikan salai," kata Pj Bupati Kamsol.



Kamsol juga mengatakan, saat ini Kampar memiliki gairah yang baru karena negara Malaysia sudah tertarik akan impor produksi ikan salai, tinggal bagaimana untuk memperbaiki cara pengasapan ikan salai sesuai dengan standarisasi produksi dan meningkatkan hasil dari produksi ikan tersebut.

"Kita berharap agar apa yang menjadi keinginan dari investor Malaysia nantinya dapat kita penuhi, baik dari jumlah produksi ikan yang akan diekspor maupun akan keamanan dari pengasapan ikan salai tersebut," harap Pj Bupati Kampar Kamsol.

Investor dari Kuala Lumpur menginginkan agar Kampar mengekspor ikan salai 30 ton perhari. Pj Bupati Kampar menekankan agar peluang itu dipergunakan dengan baik oleh pelaku usaha untuk mewujudkan Kampar yang lebih maju kedepannya.



Sementara itu, Ketua Apindo Provinsi Riau Wijatmoko Rah Trisno menyampaikan bahwa, saat ini produksi ikan di Kampar hanya bisa bertahan 9 hari, maka yang perlu dibenahi adalah bagaimana nantinya untuk bisa memproduksi ikan patin bisa untuk bertahan lebih dari 9 hari.

"Kita berharap dalam memproduksi ikan salai hendaknya dapat kita produksi sesuai dengan standarisasi yang ada, yang dimulai dari pengasapannya aman, kemasannya aman, sampai ke pemasarannya," kata Wijatmoko.



Pelaku Usaha Ikan Patin Suhaimi menyampaikan bahwa saat ini pihaknya telah memproduksi ikan salai 12 ton perhari dengan kapasitas dapur pengasapan sebanyak 36 tungku.

"Untuk saat ini kapasitas produksi ikan kita sesuai dengan permintaan dan jika peemintaannya lebih besar dari itu, kita akan meningkatkan kapisitas produksi ikan kita kedepannya," pungkasnya. (das/kmf)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)