Advertorial Pemkab Rohil

Peningkatan Mutu Pendidikan di Rokan Hilir Membuahkan Hasil

datariau.com
1.737 view
Peningkatan Mutu Pendidikan di Rokan Hilir Membuahkan Hasil
ROKAN HILIR, datariau.com - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir terus instens dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya sekolah-sekolah yang telah dibangun dan dibenahi oleh Pemkab Rohil di setiap kecamatan yang ada di Rokan Hilir. Setiap tahun Pemkab Rohil melalui Dinas Pendidikan menyekolahkan siswa-siswa yang berprestasi di berbagai perguruan ternama yang ada di negeri ini.

Terbukti, dalam masa kepemimpinan Bupati Rohil H Suyatno, banyak konsep dan program-program yang sudah tercapai, diantaranya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), pembangunan instrastuktur sekolah, hingga bantuan siswa berprestasi dan sekolah Adiwiyata.

Peningkatan mutu dan kualitas pendidikan yang membutuhkan anggaran cukup besar sudah terkonsep oleh orang nomor satu di Kabupaten Rokan Hilir ini. Konsep peningkatan SDM yang dibangun Bupati H Suyatno bukan sekedar isapan jempol belaka, dirinya pun mengambil kebijakan dengan memprogram bantuan kuliah gratis ke jenjang Sarjana (S1) bagi seluruh guru.



Dengan demikian, konsep yang dibangunnya secara otomatis akan membenahi kualitas dan mutu pendidikan khususnya di Kabupaten Rokan Hilir. Adapun target yang ingin dicapai tidak lain untuk meningkatkan SDM, kualitas dan mutu pendidikan.

Dari jumlah guru yang ada di 901 sekolah dalam 18 kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir, 20 persen di antaranya sudah dikuliahkan untuk mengambil sertifikasi pendidikan sarjana dengan skala prioritas jenjang pendidikan mulai dari Play Grup, Paud, TK, SD, SMP, SMA, serta SMK dan perguruan tinggi dan sekolah tinggi yang ada di Kabupaten Rokan Hilir.

"Dari itu, dalam memantapkan solidaritas organisasi profesi guru yang kuat dan martabat, dibutuhkan wadah seperti PGRI dengan tekat membangun kekuatan dan kebersamaan untuk mewujudkan guru profesional, sejahtera, dan bermartabat dalam ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa," ungkap Bupati Rokan Hilir.



Beliau mengingatkan kembali, fungsi dan peran guru sangat besar maka paradigma yang menempatkan guru sebagai pahlawan tanpa jasa, sudah tidak relevan lagi, ke depan guru dipandang sebagai pekerja profesional. Tolak ukur peningkatan kinerja guru bisa dinilai melalui sertifikasi, pengkajian struktural maupun pengkajian fungsional. Maka guru akan mendapat pemberian insentif menurut urgensi dan kebutuhan setiap guru.

Mempersiapkan kualitas guru yang cerdas berahklakul karimah dan memiliki kemandirian serta tanggung jawab terhadap masa depan bangsa dapat terwujud. Dan ini menurut Suyatno, sudah menjadi tanggung jawab guru baik secara kelembagaan maupun secara individual. Karena eksistensi guru sendiri adalah menyiapkan generasi muda bangsa yang unggul dan kompetitif, cerdas dan aplikatif, sehingga mampu membawa Kabupaten Rokan Hilir selaras dengan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Riau.

Bupati H Suyatno mengatakan, majunya pendidikan di Kabupaten Rokan Hilir sebagai bentuk kepedulian dari pemerintah daerah. "Yang setiap tahunnya menganggarkan dana pengembangan pendidikan, peningkatan sarana dan prasarana sekolah serta penyetaraan jenjang pendidikan guru," kata Bupati Rohil.

"Terlihat seperti keberadaan kampus yang kita lihat sekarang. Kampus STAI Ar-Ridha di Bagansiapiapi, itu sangat membantu pemerintah daerah dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni telah menyediakan tempat kuliah bagi yang ingin berkuliah di daerahnya sendiri," ungkap Suyatno.

Pentingnya pendidikan bagi generasi muda pelajar menjadi simbol majunya suatu daerah. Pemerintah daerah sendiri memilki keinginan kuat dalam membenahi dan memperbaiki sektor pendidikan khususnya di tingkat dasar.

Karena itu, eksistensi pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan setiap tahunnya yakni membantu kebijakan program anggaran terlebih bagi sekolah yang berada jauh dari jangkauan. Seperti sekolah di daerah pesisir di Kecamatan Sinaboi, Pekaitan, Pasir Limau Kapas, dan Mecamatan Kubu, serta Pekaitan. Sejumlah sekolah di daerah itu menjadi program skala prioritas.

Selaian peningkatan mutu pendidikan di Rokan Hilir, Bupati Rokan Hilir juga merasa bangga karena sekolah di Rokan Hilir yang telah mengantongi sertifikat yang telah diambil Bimbingan Teknis (Bimtek) persiapan sekolah Adiwiyata tahun anggaran 2019, yang ditaja oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rohil.

"Kegiatan ini ditujukan untuk menyadarkan masyarakat tentang masalah sampah harus menjadi masalah nasional dan harus membantu dengan baik dan melibatkan seluruh masyarakat termasuk sekolah-sekolah dalam program adiwiyata. Dan sekolah menjadi bersih dan indah," kata Bupati.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hilir Wan Rusli mengatakan, selain Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir meningkatkan mutu pendidikan, saat ini sebanyak 13 sekolah di wilayah Kecamatan Bangko telah memiliki sertifikat Adiwiyata. Dan dikeluarkan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rohil pada Rabu (6/3/2019).

"Sekolah adiwiyata untuk ditingkat provinsi tahun 2019. Saya juga mengapresiasi para guru dan kepala sekolah, yang berfokus di wilayah kecamatan Bangko, yang telah bekerja keras dan menghasilkan hasil yang baik dalam penghijauan di lingkungan sekolah," sebut Wan Rusli.

Wan Rusli juga menunggu kedepannya sekolah yang ada di Kabupaten Rohil tidak lagi gersang. Target untuk sekolah di Kabupaten Rohil 2020 tidak ada sekolah yang tidak memiliki taman. "Masalah ikut adiwiyata atau tidak, itu urusan DLH, saya mendukung DLH karena tanpa kita sadari dua intasi ini saling dukung dan mendukung."

Tambahnya lagi, Adiwiyata tingkat Kabupaten sudah dikantongi, bulan depan ada adiwiyata tingkat nasional, sudah terdaftar 7 sekolah. "Yang membantuku di 13 sekolah yang ikut. Untuk diketahui juga di Kecamatan Bangko ini sulit kita buat tanaman, karena gampang banjir, dikarenakan semangat sekolah seperti ini, maka itu aku mengapresiasikan sekolah yang ikut membantu," katanya.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Suwandi SSos melakukan pembinaan kepada 50 sekolah calon adiwiyata 2019 mulai dari Tingkat SD, SLTP dan SLTA.

Pembinaan yang dilakukan dengan memberikan arahan kepada pihak sekolah-sekolah, beserta pemberian langsung bibit tanaman pohon dan bibit bunga secara gratis beserta tong sampah.



"Kita ada program pembinaan kepada pelajar tingkat SD, SMP dan SMA yang ikut program sekolah Adiwiyata tahun 2019 ini dengan memberikan arahan beserta bibit bunga dan tong sampah gratis di 50 sekolah," kata Kepala DLH Rohil, Suwandi SSos, Senin (18/3/2019) di Bagansiapiapi.

Pelaksanaan pembinaan sekolah Adiwiyata ini, sambung Suwandi, dengan tujuan untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah tentang sekolah yang berbudaya dan berwawasan lingkungan.

"Kita mendorong dalam proses belajar-mengajar antara guru dan murid  juga menjalankan pengintegrasian serta pembiasaan dalam perilaku peduli lingkungan, hemat energi dan konservasi air," jelas Suwandi lagi.

Mantan Camat Bagansinembah ini juga menjelaskan bahwa Program Sekolah Adiwiyata adalah merupakan program nasional, pelaksanaannya sampai dengan saat ini dikembangkan secara berjenjang dan diklasifikasikan berdasarkan capaian skor indikator penilaian.

"Ada sekolah adiwiyata tingkat kabupaten, sekolah adiwiyata tingkat propinsi, sekolah adiwiyata tingkat nasional, dan sekolah adiwiyata tingkat mandiri. Semoga melalui program ini, pelajar kita dapat lebih peduli dengan lingkungan sekitar," pungkasnya. (adv/sul)
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)