ROKAN HILIR, datariau.com - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir terus
instens dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini. Hal ini
dibuktikan dengan banyaknya sekolah-sekolah yang telah dibangun dan
dibenahi oleh Pemkab Rohil di setiap kecamatan yang ada di Rokan Hilir.
Setiap tahun Pemkab Rohil melalui Dinas Pendidikan menyekolahkan
siswa-siswa yang berprestasi di berbagai perguruan ternama yang ada di
negeri ini.
Terbukti, dalam masa kepemimpinan Bupati Rohil H
Suyatno, banyak konsep dan program-program yang sudah tercapai,
diantaranya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), pembangunan
instrastuktur sekolah, hingga bantuan siswa berprestasi dan sekolah
Adiwiyata.
Peningkatan mutu dan kualitas pendidikan yang
membutuhkan anggaran cukup besar sudah terkonsep oleh orang nomor satu
di Kabupaten Rokan Hilir ini. Konsep peningkatan SDM yang dibangun
Bupati H Suyatno bukan sekedar isapan jempol belaka, dirinya pun
mengambil kebijakan dengan memprogram bantuan kuliah gratis ke jenjang
Sarjana (S1) bagi seluruh guru.

Dengan
demikian, konsep yang dibangunnya secara otomatis akan membenahi
kualitas dan mutu pendidikan khususnya di Kabupaten Rokan Hilir. Adapun
target yang ingin dicapai tidak lain untuk meningkatkan SDM, kualitas
dan mutu pendidikan.
Dari jumlah guru yang ada di 901 sekolah
dalam 18 kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir, 20 persen di antaranya
sudah dikuliahkan untuk mengambil sertifikasi pendidikan sarjana dengan
skala prioritas jenjang pendidikan mulai dari Play Grup, Paud, TK, SD,
SMP, SMA, serta SMK dan perguruan tinggi dan sekolah tinggi yang ada di
Kabupaten Rokan Hilir.
"Dari itu, dalam memantapkan solidaritas
organisasi profesi guru yang kuat dan martabat, dibutuhkan wadah seperti
PGRI dengan tekat membangun kekuatan dan kebersamaan untuk mewujudkan
guru profesional, sejahtera, dan bermartabat dalam ikut serta
mencerdaskan kehidupan bangsa," ungkap Bupati Rokan Hilir.

Beliau
mengingatkan kembali, fungsi dan peran guru sangat besar maka paradigma
yang menempatkan guru sebagai pahlawan tanpa jasa, sudah tidak relevan
lagi, ke depan guru dipandang sebagai pekerja profesional. Tolak ukur
peningkatan kinerja guru bisa dinilai melalui sertifikasi, pengkajian
struktural maupun pengkajian fungsional. Maka guru akan mendapat
pemberian insentif menurut urgensi dan kebutuhan setiap guru.
Mempersiapkan
kualitas guru yang cerdas berahklakul karimah dan memiliki kemandirian
serta tanggung jawab terhadap masa depan bangsa dapat terwujud. Dan ini
menurut Suyatno, sudah menjadi tanggung jawab guru baik secara
kelembagaan maupun secara individual. Karena eksistensi guru sendiri
adalah menyiapkan generasi muda bangsa yang unggul dan kompetitif,
cerdas dan aplikatif, sehingga mampu membawa Kabupaten Rokan Hilir
selaras dengan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Riau.
Bupati H
Suyatno mengatakan, majunya pendidikan di Kabupaten Rokan Hilir sebagai
bentuk kepedulian dari pemerintah daerah. "Yang setiap tahunnya
menganggarkan dana pengembangan pendidikan, peningkatan sarana dan
prasarana sekolah serta penyetaraan jenjang pendidikan guru," kata
Bupati Rohil.
"Terlihat seperti keberadaan kampus yang kita lihat
sekarang. Kampus STAI Ar-Ridha di Bagansiapiapi, itu sangat membantu
pemerintah daerah dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara,
yakni telah menyediakan tempat kuliah bagi yang ingin berkuliah di
daerahnya sendiri," ungkap Suyatno.
Pentingnya pendidikan bagi
generasi muda pelajar menjadi simbol majunya suatu daerah. Pemerintah
daerah sendiri memilki keinginan kuat dalam membenahi dan memperbaiki
sektor pendidikan khususnya di tingkat dasar.
Karena itu,
eksistensi pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan setiap tahunnya
yakni membantu kebijakan program anggaran terlebih bagi sekolah yang
berada jauh dari jangkauan. Seperti sekolah di daerah pesisir di
Kecamatan Sinaboi, Pekaitan, Pasir Limau Kapas, dan Mecamatan Kubu,
serta Pekaitan. Sejumlah sekolah di daerah itu menjadi program skala
prioritas.
Selaian peningkatan mutu pendidikan di Rokan Hilir,
Bupati Rokan Hilir juga merasa bangga karena sekolah di Rokan Hilir yang
telah mengantongi sertifikat yang telah diambil Bimbingan Teknis
(Bimtek) persiapan sekolah Adiwiyata tahun anggaran 2019, yang ditaja
oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rohil.
"Kegiatan ini
ditujukan untuk menyadarkan masyarakat tentang masalah sampah harus
menjadi masalah nasional dan harus membantu dengan baik dan melibatkan
seluruh masyarakat termasuk sekolah-sekolah dalam program adiwiyata. Dan
sekolah menjadi bersih dan indah," kata Bupati.
Kepala Dinas
Pendidikan Kabupaten Rokan Hilir Wan Rusli mengatakan, selain Pemerintah
Kabupaten Rokan Hilir meningkatkan mutu pendidikan, saat ini sebanyak
13 sekolah di wilayah Kecamatan Bangko telah memiliki sertifikat
Adiwiyata. Dan dikeluarkan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rohil pada
Rabu (6/3/2019).
"Sekolah adiwiyata untuk ditingkat provinsi
tahun 2019. Saya juga mengapresiasi para guru dan kepala sekolah, yang
berfokus di wilayah kecamatan Bangko, yang telah bekerja keras dan
menghasilkan hasil yang baik dalam penghijauan di lingkungan sekolah,"
sebut Wan Rusli.
Wan Rusli juga menunggu kedepannya sekolah yang
ada di Kabupaten Rohil tidak lagi gersang. Target untuk sekolah di
Kabupaten Rohil 2020 tidak ada sekolah yang tidak memiliki taman.
"Masalah ikut adiwiyata atau tidak, itu urusan DLH, saya mendukung DLH
karena tanpa kita sadari dua intasi ini saling dukung dan mendukung."
Tambahnya
lagi, Adiwiyata tingkat Kabupaten sudah dikantongi, bulan depan ada
adiwiyata tingkat nasional, sudah terdaftar 7 sekolah. "Yang membantuku
di 13 sekolah yang ikut. Untuk diketahui juga di Kecamatan Bangko ini
sulit kita buat tanaman, karena gampang banjir, dikarenakan semangat
sekolah seperti ini, maka itu aku mengapresiasikan sekolah yang ikut
membantu," katanya.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan
Hilir (Rohil), Suwandi SSos melakukan pembinaan kepada 50 sekolah calon
adiwiyata 2019 mulai dari Tingkat SD, SLTP dan SLTA.
Pembinaan
yang dilakukan dengan memberikan arahan kepada pihak sekolah-sekolah,
beserta pemberian langsung bibit tanaman pohon dan bibit bunga secara
gratis beserta tong sampah.

"Kita
ada program pembinaan kepada pelajar tingkat SD, SMP dan SMA yang ikut
program sekolah Adiwiyata tahun 2019 ini dengan memberikan arahan
beserta bibit bunga dan tong sampah gratis di 50 sekolah," kata Kepala
DLH Rohil, Suwandi SSos, Senin (18/3/2019) di Bagansiapiapi.
Pelaksanaan
pembinaan sekolah Adiwiyata ini, sambung Suwandi, dengan tujuan untuk
mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah tentang
sekolah yang berbudaya dan berwawasan lingkungan.
"Kita mendorong
dalam proses belajar-mengajar antara guru dan murid juga menjalankan
pengintegrasian serta pembiasaan dalam perilaku peduli lingkungan, hemat
energi dan konservasi air," jelas Suwandi lagi.
Mantan Camat
Bagansinembah ini juga menjelaskan bahwa Program Sekolah Adiwiyata
adalah merupakan program nasional, pelaksanaannya sampai dengan saat ini
dikembangkan secara berjenjang dan diklasifikasikan berdasarkan capaian
skor indikator penilaian.
"Ada sekolah adiwiyata tingkat
kabupaten, sekolah adiwiyata tingkat propinsi, sekolah adiwiyata tingkat
nasional, dan sekolah adiwiyata tingkat mandiri. Semoga melalui program
ini, pelajar kita dapat lebih peduli dengan lingkungan sekitar,"
pungkasnya. (adv/sul)