Untuk Mendukung Wisata Halal di Lombok, Kain Tenun Pringgasela Salah Satunya

454 view
Untuk Mendukung Wisata Halal di Lombok, Kain Tenun Pringgasela Salah Satunya
TEMPO.com

DATARIAU.COM - Produk perajin di Desa Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, NTB dinilai memiliki potensi pasar yang bagus. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Nusa Tenggara Barat berkomitmen untuk terus memelihara eksistensi kain tenun produksi pengrajin di desa ini.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB Achris Sarwani di Mataram, mengatakan kain tenun dari Desa Pringgasela memiliki keunikan tersendiri yang diajarkan secara turun temurun. Semua bahan untuk kain tenun (benang dan pewarnaan) berasal dari alam.

"Kain tersebut banyak digunakan dalam kegiatan sosial maupun ritual keagamaan," kata Achris. Selain produk fisiknya, menurut dia, aktivitas menenun juga bisa dijual sebagai produk paket wisata budaya kepada para wisatawan domestik dan turis asing.

Menenun kain menjadi salah satu tradisi yang dilakukan masyarakat di NTB, salah satunya di Desa Pringgasela. Kabupaten Lombok Timur. Konon, kata Achris, cerita di kalangan warga Lombok seorang gadis sebelum menikah diwajibkan mampu membuat tenunan sebagai lambang cinta dan kepatuhan kepada calon suaminya.

"Seiring perkembangan zaman, kain tenun dapat digunakan menjadi bahan aneka kreasi diantaranya tas, sepatu dan busana muslim," ujarnya.

Mengingat mayoritas penduduk di NTB adalah muslim, kata Achris, penggunaan tenun dalam pembuatan busana muslim menjadi peluang tersendiri. Hal tersebut dapat mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan NTB menjadi salah satu destinasi wisata halal.

Bank Indonesia juga terus berupaya mempromosikan kain tenun khas NTB, salah satunya dengan menyelenggarakan lomba kreasi busana muslim berbahan kain tenun Pringgasela. Kegiatan bertema "Hijab Summer Breeze Fashioner" sebut diselenggarakan di Islamic Center, Mataram, pada 20 Oktober 2018 yang lalu.

"Kami menggelar kegiatan tersebut dengan harapan mampu memberikan stimulus bagi desainer-desainer di NTB untuk terus berkarya sekaligus memperkenalkan tenun sebagai mahakarya ke kancah nasional bahkan dunia," kata Achris.

Ni Made Ariani salah satu perancang busana muda asal Sumbawa yang berhasil menjadi pemenang dalam lomba tersebut mengharapkan agar fashion anak muda dapat memanfaatkan kain tenun sebagai bahan dasar untuk membuat busana karena tenun adalah warisan budaya yang harus dilestarikan. "Kain tenun dapat dikreasikan dalam berbagai model busana, termasuk busana muslim," tuturnya.

Editor
: Nazmi
Sumber
: Tempo.com
Tag: