LTKL di Siak, Gubernur Riau Syamsuar Buka FSB dan FKL Tahun 2019

Hermansyah
1.427 view
LTKL di Siak, Gubernur Riau Syamsuar Buka FSB dan FKL Tahun 2019
Kepala Daerah Anggota LTKL dampingi Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi pembukaan Festival Siak Bermadah dan Festival Kabupaten Lestari.

SIAK, datariau.com - Jelang puncak tahniah hari jadi Kabupaten Siak yang ke-20 tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Siak menggelar berbagai kegiatan guna memeriahkan HUT Kabupaten Siak nanti. 

Diantaranya seperti melaksanakan Pawai Budaya Internasional, Festival Siak Bermadah dan festival Kabupaten Lestari 2019 bersama anggota LTKL.

Bupati Siak Drs H Alfedri MSi mengucapkan selamat datang kepada Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi yang hadir saat itu. Bupati Musi Banyuasin selaku Ketua Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) H Dodi Reza Alex Noerdin, Bupati Sintang sebagai Bendahara Umum LTKL Jarot wijarno, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Riau Suharyono.

Serta perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Kementerian Desa Republik Indonesia, Ketua DPRD Siak H Azmi, dan Wakil Ketua I DPRD Siak Fairus Ramli SAg, Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Drs H Tengku Said Hamzah MSi, beserta seluruh tamu undangan.

"Pelaksanaan Festival Siak Bermadah dan Festival Kabupaten Lestari ke-II tahun 2019 ini, merupakan rangkaian kegiatan Hari jadi Kabupaten Siak ke-20 tahun 2019, dan telah dimulai pada siang harinya Pawai Budaya Internasional," kata Alfedri. 

Festival Siak Bermadah ini, sambung Alfedri, dimeriahkan dengan penampilan berbagai kesenian dan tidak hanya dari Sanggar Seni di Riau saja, juga ada Sanggar Seni dari luar Provinsi Riau, seperti Jambi, Kepulauan Riau dan Sumatera Utara.

Bahkan turut dihadiri asal dari luar negeri Pahang dan Kuala Lumpur Malaysia. "Selain dari rangkaian hari jadi Kabupaten Siak ke-20, pada 12 Oktober mendatang, Festival Siak Bermadah juga menjadi ajang silaturahmi," sebutnya.

Dan alhamdulilah tahun ini Kabupaten Siak menjadi tuan rumah pelaksanaan Festival Kabupaten Lestari yang bertujuan sebagai ajang mensosialisasikan visi lestari, dengan fokus utamanya pada pengembangan inovasi daerah yang kreatif. 

Selanjutnya dengan mengedepankan nilai-nilai kepentingan lokal dan kelestarian lingkungan sebagai perwujudan dari Amanat Forum Lingkar Temu Kabupaten Lestari, agar mencapai lingkungan yang terjaga serta masyarakat yang sejahtera dengan mengusung tema "Besamo Membelo Siak Menuju Indonesia Hijau".

Pada kesempatan yang sama Gubernur Provinsi Riau Drs H Syamsuar MSi terlebih dahulu turut mengucapkan terimakasih kepada seluruh Panitia Pelaksanaan Festival Siak Bermadah dan Festival Kabupaten Lestari 2019. 

"Pemerintah Provinsi Riau menyambut baik dengan adanya pelaksanaan festival Siak Bermadah ini, dan merupakan salah satu upaya untuk terus melestarikan Kebudayaan Melayu," ucapnya.

Dan sebelum lahirnya Kabupaten Siak ini, lanjut Syamsuar, Siak Bermadah ini telah berada pada masa-masa lampau (dahulu).

"Dengan adanya festival Siak Bermadah dan festival Kabupaten Lestari 2019, dengan harapan mampu menjadi ajang promosi Kabupaten Siak baik melalui pelestarian lingkungan dan pelestarian pengembangan budaya," kata Syamsuar pada pembukaan festival Siak Bermadah dan festival Kabupaten Lestari, di Taman Tengku Mahratu, Kamis (10/10/2019) kemarin.

Sehingga, jelas Syamsuar, nantinya mampu menarik wisatawan agar berkunjung ke Kabupaten Siak sekaligus tentunya jadi pusat perhatian dari berbagai daerah lain.

Ketua Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) H Dodi Reza Alex Noerdin menyampaikan, pada tahun 2017 lalu forum kolaborasi yang dibentuk dan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten agar dapat mewujudkan pembangunan berkelanjutan resmi dideklarasikan dengan nama Forum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL).

Dimana LTKL pertama itu Kabupaten Musi Banyuasin bersama dengan Kabupaten Siak dan Sintang yang dipercaya sebagai Dewan Pengurus dan Pendiri Forum LTKL ini.

"Walau LTKL ini terbilang masih muda, akan tetapi telah berhasil merangkai gotong-royong diantara para anggotanya yang beragam, seperti Masterclass i

Investasi, pengembangan kerangka daya saing daerah atau pembelajaran antara kabupaten dan mitra. Dan pengembangan inovasi lestari masyarakat melalui kegiatan perusahaan untuk wisata," terang Bupati Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Dengan dikembangkan bersama, kata Dodi, merupakan simbol yang sangat serius dalam melaksanakan komitmen terkait pembangunan lestari, dengan jumlah anggota kami yang kita batasi maksimal 10 Kabupaten.

Dalam evaluasi keanggotaannya dilakukan setiap tahun agar dapat memberikan ruang bagi pengembangan program yang intensif pada masing-masing kabupaten pada tahun 2019 ini.

"Ada kehadiran tiga anggota baru yang bergabung yaitu Kabupaten Gorontalo, Aceh Tamiang dan Bone Bolango dan sekarang didalam festival pada rapat anggota tahun 2018 lalu. Bagaimana nanti secara tahunan Tarakan festival Kabupaten Lestari sebagai bentuk komunikasi antara anggota dan kabupaten lainnya yang di kolaborasikan sebagai upaya pencapaian visi kita bersama sebagai Kabupaten Lestari tahun 2018," katanya.

Kabupaten Lestari telah sukses digelar di Kabupaten Musi Banyuasin sebelumnya dengan tema 'Inovasi Karya Anak Bangsa Kabupaten' tahun lalu, dengan topik pembahasan utamanya adalah perbandingan pendekatan tentang alam dan yurisdiksi yang disajikan dalam bentuk diskusi bersama pada tahun 2018 lalu dan diresmikan dua kabupaten anggota baru Aceh Tamiang, Gorontalo dan Bone Bolango.

"Tuan Rumah festival akan bergantian setiap tahunnya, tahun ini kita berkumpul di Kabupaten Siak, juga penting disini mendapatkan penghormatan luar biasa, sekaligus bertepatan dengan Festival Siak Bermadah dirangkaikan dengan hari ulang tahun Kabupaten Siak ke-20, dan tahun 2020 nanti InsyaAllah kita akan berkumpul di Kabupaten Sintang" terang Dodi.

Dalam kesempatan tersebut, juga diadakan penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Siak dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, perihal Danau Zamrud yang dijadikan sebagai tempat Wisata Alam dan menjadi sejarah baru.

Editor
: Hermansyah
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)