ROHUL, datariau.com - Kubahnya berwarna hijau, bangunan utamanya diapit oleh lorong-lorong yang membentuk leter U. Di sekitar anak tangga untuk menuju bangunan tersebut, mata akan disuguhkan oleh beberapa jenis bunga yang berwarna-warni, Masjid Agung Madani Islamic Center (MAMIC) Rokan Hulu, begitulah orang menyebutnya. MAMIC berdiri megah di kota yang dijuluki Negeri Seribu Suluk, menjadi simbol kereligiusan dari julukan kota tersebut.
Terkenal dengan keapikan dan keindahan bangunannya, Masjid Agung Madani Islamic Center (MAMIC) Rokan Hulu dibangun di lahan seluas 22 hektar dengan luas bangunan mencapai 15.800 meter persegi. Pembangunannya dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Rokan Hulu Drs H Achmad MSi, pada Senin 1 Muharram 1429 H atau 29 Desember 2008 M. Bangunan tersebut kemudian diresmikan pada hari Jum'at 6 Agustus 2010.
Memasuki kawasan MAMIC, kita akan disambut oleh puluhan burung merpati yang terbang bebas di kawasan tersebut. Kemudian kita akan dibawa menuju susana seperti di Arab dengan puluhan pohon-pohon kurma yang tumbuh memenuhi halamannya, ditambah dengan suara gemercik dari air mancur yang berada tepat di tengah-tengah pelataran masjid.
Dari pelataran, kita dapat melihat kubah utama masjid dengan diameter 25 meter dan tinggi 55 meter yang didampingi oleh 4 unit menara setinggi 66,66 meter, serta menara utama yang berdiri kokoh dengan ketinggian 99 meter. Untuk dapat menaiki menara utama, kita bisa menggunakan lift yang sudah disediakan dengan tarif 10.000 perorang.
Di puncak menara kita akan disuguhkan kemolekan kota Pasir Pengaraian dengan penataan kota yang rapi, terlihat dari Ruang Terbuka Hijau (RTK) yang masih tetap terjaga di tengah padatnya perumahan dan bangunan ibu kota Kabupaten Rokan Hulu tersebut. Panorama malamnya pun tak kalah menarik, dari ketinggian 99 meter kita bisa melihat keanggunan kota Pasir Pengaraian yang diselimuti gemerlap lampu-lampu kota, yang siap memikat mata.
Untuk memasuki ruangan masjid, kita dapat melewati beberapa pintu yang sudah disediakan, dimana pada setiap penjuru terdapat 3 pintu dan setiap pintunya diberi nama yang diambil dari nama sahabat dan istri Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam. Bagian timur, pintu utama bernama pintu Babusssalam, pintu kanan bernama pintu Khadijah, dan pintu kiri bernama pintu Aisyah.
Bagian selatan, pintu utama bernama pintu Aisyah I, pintu kanan bernama pintu Usman bin Affan dan pintu kiri bernama pintu Ali bin Abi Thalib. Bagian utara, pintu utama bernama pintu Khadijah I, pintu kanan bernama pintu Abu Bakar Assiddiq dan pintu kiri bernama pintu Umar bin Khatab.

Sumber Gambar: tvhaji.com
Memasuki ruangan MAMIC, langkah pertama kita akan disambut oleh sajadah tebal dari Turki yang menawarkan kelembutan sebagai alas dan tempat sujud yang nyaman. Kemudian mata akan dimanjakan oleh keindahan lampu gantung seberat 2 ton, berdiameter 10 meter.
Lampu yang menggantung 16 meter dari lantai masjid tersebut terdiri dari 56 rangkaian lampu terbuat dari bahan-bahan yang berasal dari penjuru Indonesia bahkan mancanegara seperti pelat kuningan dari Italia, batu oksi dari Jawa Timur, batu akik dari Kalimantan dan Turki, batu cris topas dari Jawa Barat dan batu kalimaya dari Banten.
Keindahan ornamen ruangan semakin apik dengan adanya kaca lampu gold spectrum dari Amerika, kaca lampu diamond dari Prancis dan kaca lampu aqualite dari Brazil.
Di bagian pinggir ruangan kita akan dibawa untuk melihat sejarah dan keindahan Islam dalam wujud seni, seperti terdapat rantai sebagai simbol persatuan umat Islam, 8 bilah pedang Sabillillah Khaidir Ali, 16 busur panah Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan 8 tombak Abu Bakar Assidiq, ditambah dengan bunga Kusuma yang melambangkan kejayaan Islam serta dikelilingi oleh kaligrafi surat Al-Fatihah, sarat Al-Kafirun, surat Annas serta 99 Asmaul Husna.
Ornamen-ornamen tersebut membuat masjid yang didesain seperti masjid Nabawi ini mampu memberi kesan mewah dan indah tanpa meninggalkan sisi religiusnya. Selain itu, di balik pernak-pernik dekorasi ruangan yang didatangkan dari berbagai daerah, MAMIC memberikan pesan bahwa Islam mampu menyatukan segala perbedaan menjadi satu kekuatan besar yang siap memberikan rasa damai dan nyaman pada seluruh umat di dunia.
Kemegahan, keindahan dan kereligiusan yang ditawarkan oleh MAMIC Rokan Hulu, membuat masjid ini berhasil menjadi masjid percontohan juara 1 tingkat nasional oleh Kementrian Agama RI, sesuai dengan keputusan dewan penilian masjid agung percontohan Kementrian Agama RI nomor: 01/DPM.MA/XI/2015 tentang masjid percontohan tingkat nasional tahun 2015.
Selain itu, pesonanya juga berhasil menarik perhatian baik para wisatawan lokal maupun internasional terutama Malaysia dan Singapura untuk datang berkunjung, bahkan MAMIC sudah beberapa kali dijadikan sebagai tempat syuting acara traveling dari tv swasta, salah satunya yaitu acara My Trip My Adventure (MTMA) di Trans TV. Hal ini tentu saja membuat MAMIC tidak lagi sekedar tempat ibadah, namun juga telah menjelma menjadi icon pariwisata Rokan Hulu. (*)
Disusun oleh: Amtira Puspa Ningrum