BANGKINANG KOTA, datariau.com - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar, Smail Train, Rumah Sakit Husada Bunda dan Ibnu Sina Pekanbaru mengadakan operasi Bibir Sumbing untuk 18 orang anak-anak dan dewasa yang ada di Kabupaten Kampar.
"Apa yang dilakukan oleh PPNI Kabupaten Kampar bekerjasama dengan Smaile Train, rumah sakit Ibnu Sina dan Husada Bunda merupakan suatu tugas mulia untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Kabupaten Kampar, semoga kegiatan yang dilaksanakan ini menjadi amal jariyah yang akan dibalas di yaumil mahsyar nanti," kata Bupati Kampar, H Azis Zaenal SH MM dalam arahannya pada acara Bakti Sosial, Operasi Bibir Sumbing, celah langit-langit gratis dan seminar keperawatan, yang ditaja oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Kampar yang dilaksanakan di Gedung Guru, Jumat (22/9/2017).
Dikatakan bupati, menjadi petugas kesehatan merupakan pekerjaan yang sangat mulia, untuk itu dirinya berharap kepada seluruh petugas kesehatan baik dokter maupun perawat kesehatan agar menjalankan tugasnya dengan ikhlas.

Bupati Kampar H Aziz Zaenal SH MM saat menyampaikan pidatonya. (mirdas aditya/datariau.com)
"Tolong dirawat orang yang memerlukan perawatan dengan baik, agar usia harapan hidup kita di Kabupaten Kampar ini bertambah. Ramah kepada pasien, karena sugesti itu timbul dari dalam hati pasien, berikan pelayanan yang terbaik, jadilah perawat yang beretika baik, penuh kelembutan. Ahli di bidangnya dan servis yang baik kepada pasien, agar pasien percaya dan punya semangat untuk segera sembuh dari sakit yang dia derita," pinta bupati.
Azis berharap kepada seluruh perawat kesehatan, buatlah rumah sakit di Kabupaten Kampar ini menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk mengobati kesehatannya.

Foto bersama di sela-sela kegiatan. (foto: mirdas aditya/datariau.com)
Sementara itu, Ketua panitia Pelaksana kegiatan, Suardi mengatakan bahwa tujuan kegiatan PPNI ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi dan mewujudkan bakti pengabdian perawatan kepada masyarakat.
"Penderita bibir sumbing yang terjaring di Kabupaten Kampar sebanyak 31 warga, namun untuk saat ini baru 18 warga yang bisa dilakukan karena ada beberapa alasan, antara lain karena belum cukup umur dan ada juga yang tengah mengikuti ujian, namun setelah cukup umur dan selesai ujian, bisa langsung datang ke Ibu Sina karena PPNI sudah menjalin MoU dengan mereka," pungkas Suardi.
-
Berita TNI-Polri
-
Berita TNI-Polri
-
Berita
-
Kesehatan
-
Kesehatan
-
Kesehatan