JAKARTA, datariau.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dinilai masih memiliki banyak tugas rumah dalam meyakinkan pendukungnya untuk mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Ahok-Djarot. Sebab, mayoritas pendukung PPP masih condong memilih pasangan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno.
Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi mengatakan, bila melihat hasil survei belakangan ini, sekitar 70 persen lebih pendukung PPP lebih mendukung Anies-Sandi.
"Jadi masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan mas Amir dari PPP (Amir Uskara) dan mas Djan (Djan Faridz) maupun kubu mas Romi (Romahurmuziy) untuk menyelaraskan dukungan masa bawah mereka dengan keputusan partai," kata Burhanuddin, Jumat malam, (14/4/2017).
Ia menilai hal ini disebabkan lambatnya PPP kubu Romi dalam mendeklarasikan dukungan kepada Ahok-Djarot. Sehingga, PPP membutuhkan waktu untuk bisa menyelaraskan arus bawah dengan arus atas.
Direktur Komunikasi Publik Lembaga Survei Indonesia (LSI) itu juga menilai selama ini publikasi yang dilakukan media massa soal keputusan dukungan PPP masih kurang. Terutama, saat Ahok-Djarot bertemu dengan PBNU dan GP Ansor.
Padahal, kata dia, publikasi melalui media massa sangat penting untuk menyolidkan dukungan dengan cara menyosialisasikan. Menurut dia, keputusan partai selama ini kurang diikuti oleh arus bawah karena kurangnya sosialisasi.
"Jadi Sosialisasi dari partai ke basis massanya itu menjadi penentu sejauh mana keputusan partai itu diikuti," kata dia.
Sebelumnya, DPW PPP DKI Jakarta resmi mendukung pasangan Ahok-Djarot dalam putaran kedua Pilgub DKI 2017. Keputusan itu diambil setelah DPW PPP Jakarta yang berlambang ka'bah itu berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan partai.
Ketua DPW PPP Jakarta Abdul Aziz menjelaskan, pihaknya akan menyosialisasikan kebijakan ini ke setiap titik basis 'Partai Kakbah'. Langkah strategis itu dilakukan bersama seluruh DPP PPP, mulai dari enam dewan pimpinan cabang (DPC), 44 pimpinan anak cabang, dan 267 pimpinan ranting.