Soal Korban Jiwa Letusan Gunung Sinabung, Ini Keterangan BNPB

datariau.com
1.315 view
Soal Korban Jiwa Letusan Gunung Sinabung, Ini Keterangan BNPB

SUMUT, datariau.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan tidak ada korban jiwa dan tidak ada tambahan pengungsi, setelah Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara meletus. Senin (19/2/2018) pagi pukul 08.53 WIB, Gunung Sinabung meletus besar.

Tinggi kolom abu vulkanik 5.000 meter dengan tekanan kuat dan warna kelabu kegelapan. Lama gempa letusan 607 detik. Letusan disertai dengan luncuran awan panas sejauh 4.900 meter ke arah Selatan-Tenggara dan 3.500 metet ke arah Tenggara Timur. Angin bertiup ke arah Barat-Selatan.

Letusan disertai dengan suara gemuruh tersebut menjadi letusan terbesar selama 2018 ini. Abu vulkanik menyelimuti beberapa daerah di sekitar Gunung Sinabung, diantaranya Kecamatan Simpang Empat, Naman Teran, Pqyung, Tiga Nderket dan Munthe.

Kondisi di lima kecamatan itu menjadi gelap dengan jarak pandang sekitar 5 meter. Selain itu, batuan kecil juga menghujani 5 kecamatan itu. Hujan kerikil kecil juga masih terjadi seperti di Desa Kuta Mbaru dan Kuta Rakyat hingga pukul 10.00 Wib.

"Tidak ada korban jiwa dari letusan Gunung Sinabung," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan, Senin (19/2/2018).

Sebab seluruh daerah berbahaya yang merupakan zona merah telah kosong penduduknya. Sebagian masyarakat dievakuasi sesaat untuk memgantisipasi kemungkinan terburuk. Namun, siang hari aktivitas masyarakat telah normal kembali.

Masyarakat sudah terbiasa melihat letusan Gunung Sinabung. Lebih lanjut Sutopo menjelaskan, Kepala BNPB Willem Rampangilei telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB melakukan pendampingan kepada BPBD Karo.

BPBD Karo telah melaporkan penanganan letusan Gunung Sinabung kepada Kepala BNPB. Berdasarkan laporan BPBD Karo tidak ada korban jiwa dan tidak ada tambahan pengungsi.

"Pengungsi lama sudah ditempatkan di hunian sementara dan sebagian mendapat bantuan sewa rumah dan lahan pertanian dari BNPB. Kebutuhan mendesak adalah masker dan mobil tangki untuk menyemprot abu vulkanik di jalan dan permukiman warga," jelasnya.

Editor
: Riki
Sumber
: Tribunnews.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)