Penyakit Tak Kunjung Sembuh, Kakek Madini Akhiri Hidup Dengan Cara Gantung Diri

datariau.com
1.666 view
Penyakit Tak Kunjung Sembuh, Kakek Madini Akhiri Hidup Dengan Cara Gantung Diri
Fran
Kondisi kakek saat ditemukan tergantung.

ASAHAN, datariau.com - Hidup kakek Madini (86) warga Dusun III Desa Suka Dame Barat Kecamatan Pulo Bandring Kabupaten Asahan, berkahir dengan menyedihkan.

Korban memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di atas pohon mangga,lantaran stres dengan penyakitnya yang sudah lama tidak kunjung sembuh. Kejadian gantung diri ini diketahui Senin pagi (29/8/2016) sekira pukul 03.00 wib.

Korban pertama sekali ditemukan oleh Sumiran (50) warga Dusun III Desa Suka Dame Barat Kecamatan Pulo Bandring. Saksi pada saat itu ingin menghidupkan api untuk bakaran batu langsung terkejut melihat kakek Madini sudah tergantung di salah satu pohon yang ada di belakang rumahnya.

Saksi seketika langsung memberitahukan kejadian itu kepada pihak keluarga. Tak ada yang tahu secara pasti kapan kakek yang tinggal sama anaknya itu keluar rumah dan melakukan aksi gantung diri.

Sumiran saat dimintai keterangnya di lokasi kejadian mengatakan, saat itu ia mau kebelakang rumah menghidupkan api untuk bakaran batu, karena pada saat itu daerah belakang rumah sangat terang, dirinya langsung melihat ada bayangan yang tergantung di atas pohon.

"Setelah saya dekatin kearah pohon tersebut, saya langsung terkejut melihat kakek Madini sudah tergantung dan telinganya pun mengeluarkan darah. Sayapun langsung spontan lari dan memberi tahukan kejadian ini kepada pihak keluarga dan tetangga yang lain," terang Sumiran.

Salah satu personil Polres Asahan saat dimintai keterangnya mengatakan, pihak keluarga melaporkan kejadian ini ke pihak Polres Asahan, tidak berapa lama personil Gabungan Polres Asahan turun ke TKP dan melakukan olah TKP.

Dari olah TKP korban ditemukan dalam posisi leher tergantung di dahan pohon mangga dengan tali nilon warna hijau, posisi badan sudah terduduk di atas bangku yang terbuat dari papan dengan mengenakan kaos warna putih liris hitam, celana panjang warna abu-abu, pada bagian telinga sebelah kanan mengeluarkan darah, lidah tidak menjulur, pada tubuh korban tidak ada ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan.

Selanjutnya oleh pihak keluarga membawa korban ke dalam rumah yang mana korban tinggal bersama anaknya laki-laki. Atas kejadian tersebut pihak keluarga tidak keberatan dan bersedia membuat surat pernyataan tidak keberatan atas meninggalnya korban, maka tidak lagi dilakukan visum.

Penulis
: Fran
Editor
: Agusri
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)