ROHIL, datariau.com – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melaksanakan panen raya ikan patin yang dikelola oleh Kelompok Koperasi Bina Usaha Bersama yang menghasilkan puluhan ton ikan. Kelompok tani yang dibina Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab Rokan Hilir ini sudah menghasilkan puluhan ribu ton ikan di kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko.
Bupati Rohil H Suyatno Amp didampingi Ketua DPRD Rohil H Nasruddin Hasan, Sekdakab Rohil Drs H Surya Arfan Msi dan beberapa pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta instansi vertikal lainnya menyempatkan diri menghadiri panen raya ikan patin milik Koperasi Bina Usaha Bersama yang telah dilaksanakan pada Rabu 15 Februari 2017 silam di Jalan Karya Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko Rohil.
Ketua Kelompok Usaha Bersama, lbrahim menjelaskan, pihaknya mampu mengembangkan budidaya ikan dan kini telah membuahkan hasil. Dari tiga kolam ikan yang dikelolanya bisa menghasilkan belasan ton ikan.
"Tentunya budidaya tambak kolam ikan patin di desa maupun kelurahan bisa dikembangkan lagi," kata Ibrahim.
Bupati Rohil H Suyatno menyebutkan, Pemerintah Daerah Rokan Hilir menyampaikan apresiasi kepada Kelompok Koperasi Bina Usaha Bersama yang telah mengembangkan budidaya ikan patin tersebut.
"Hari ini kita lakukan panen ikan patin sangat membuahkan hasil yang sangat cukup bagus, dari tiga kolam ikan bisa menghasilkan belasan ton ikan. Tentunya kita juga mengharapkan budidaya tambak kolam ikan patin di desa maupun kelurahan bisa dikembangkan lagi," ajaknya.
"Untuk pasaran ikan patin ini sangat luar biasa. Untuk kebutuhan lokal saja itu hampir 200 (dua ratus kilo). Dengan keterbatasan kolam dan lain-lainya, melalui Dinas Perikanan dan Kelautan segera buat program untuk membantu koperasi yang mengarahkan ke bidang perikanan," lanjut Bupati.
"Untuk mengurangi beban pemerintah, nantinya kita harapkan Diskanlut bisa membuat tambak kolam ikan patin maupun ikan lele bisa dilestarikan setiap desa atau kelurahan agar bisa menambah pendapatan dari pada masyarakat itu sendiri," sebut Bupati.
Bupati Suyatno mengharapkan pembinaan kelompok ini harus berkembang untuk kawasan kolam ikan ini harus bertambah dari 7 harus 20 kolam. Dan bagi para nelayan Rohil diharap sudah mengantogi kartu ansuransi nelayan.
Manfaat Kartu Asuransi Nelayan

FOTO: Bupati Rohil H Suyatno serahkan kartu asuransi nelayan kepada nelayan Kecamatan Bangko.
Perwakilan Kelompok Koperasi Bina Usaha Bersama di Kelurahan Bagan Barat menyampaikan bahwa ada sebanyak 15 ribu orang nelayan di Rohil, diantaranya berasal dari Panipahan sekitar 6 ribu, dan selebihnya dari Pulau Halang, Sinaboi, Kecamatan Bangko dan lainnya.
"Kita berharap pada pemerintah pusat untuk selanjutnya kita harus perhatikan nasib para nelayan di Rohil," ujar Suyatno.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Rohil M Amin mengatakan, keseluruhan nelayan tangkap Rokan Hilir saat ini berjumlah 15.024 orang. Dari sejumlah itu, sekitar 2.553 orang nelayan sudah kantongi kartu asuransi gratis untuk tahap satu (awal).
"Untuk tahap dua, kita telah ajukan lagi ke KKP. Untuk itu bagi nelayan yang masih belum mendapat asuransi tersebut kita himbau untuk mendaftar guna kita ajukan pada tahap selanjutnya," kata dia.

FOTO: Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Rohil, M Amin.
Dijelaskan Amin, jika nelayan kecelakaan di laut dan meninggal di laut akan mendapat asuransi sebesar Rp200 juta, tetapi jika kecelakaan di laut tetapi meninggal di darat akan memperoleh asuransi Rp160 juta.
Sedangkan untuk kecelakaan akibat aktivitas penangkapan ikan yang menyebabkan cacat tetap maka asuransinya Rp100 juta dan santunan untuk biaya pengobatan Rp20 juta.
"Mereka diasuransi oleh Program Kementerian Kelautan dan Perikanan RI (KKP-RI) melalui Dinas Perikanan dan Keluatan Rohil," terang M Amin, Senin (4/9/2017) di ruang kantornya.
"Persyaratan ansuransi yakni nelayan kecil atau nelayan tradisional harus memiliki kartu nelayan, maksimal berusia 65 tahun, tidak menggunakan alat tangkap yang dilarang, maksimal ukuran kapal 10 GT, dan tidak pernah mendapatkan program bantuan asuransi dari manapun," terangnya lagi.
"Kemaren 2 orang nelayan yang kena musibah meninggal sudah mendapatkan klaim asuransi tersebut yang langsung diberikan kepada ahli waris yang diserahkan oleh Gubernur Riau pada waktu acara di Rantau Bais," pungkasnya. (Advetorial/Humas)