Advertorial Pemko Pekanbaru

Akhirnya Kota Pekanbaru Bisa Membangun Rumah Sakit

RSD Madani Sudah Beroperasi
datariau.com
2.896 view
Akhirnya Kota Pekanbaru Bisa Membangun Rumah Sakit
Foto: Ist.
Soft opening RSD Madani Pekanbaru.

PEKANBARU, datariau.com - Sekian lama masyarakat mendambakan memiliki rumah sakit daerah untuk pelayanan kesehatan yang baik, akhirnya kini terwujud dengan diresmikannya Rumah Sakit Daerah Madani Kota Pekanbaru.

Rumah sakit yang dibangun Pemko Pekanbaru dengan lama waktu mencapai 2,5 tahun dengan cara multiyears, akhirnya RSD Madani tersebut kini sudah bisa beroperasi melayani masyarakat Kota Pekanbaru. RSD Madani soft launching pada Jumat (26/1/2018) lalu.

Untuk penganggaran tahun jamak, dilakukan tiga tahun anggaran, yakni tahun 2014 sebesar Rp6,3 miliar, tahun 2015 sebesar Rp41,4 miliar dan tahun 2016 menghabiskan dana Rp42,3 miliar. Maka total di pagu anggaran Rp90 miliar dengan nilai kontrak Rp80 miliar lebih.

Pada acara tersebut, dihadiri oleh semua OPD se-Kota Pekanbaru, Diskes Riau, Forkopimda, Tokoh Masyarakat, dan Persatuan Rumah Sakit (Persi) Riau, juga tamu undangan lainnya.


Walikota Pekabaru DR H Firdaus MT saat menyampaikan pidatonya. (Foto: Ist)

"Alhamdulillah, setelah proses pembangunan beberapa tahun yang lalu hari ini kita bisa mengoperasikan RSD Madani Pekanbaru ini. Semoga keberadaan rumah sakit ini bermanfaat bagi semua masyarakat," kata Walikota Pekanbaru DR H Firdaus MT dalam sambutannya di acara soft opening, dengan haru karena RSD Madani sudah mulai beroperasi.

RSD Madani ini, kata Firdaus, sudah belasan tahun ditunggu kehadirannya oleh masyarakat, dan akhirnya saat ini sudah tampak wujudnya. Karena memang, kata Firdaus di hadapan hadirin saat acara soft opening di RSD Madani Jalan Garuda Sakti, KM 2, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, sejak dia bersama wakilnya Ayat Cahyadi dilantik pada periode pertama lalu, tahun 2012, dirinya langsung berpikiran untuk membangun fasilitas kesehatan untuk masyarakat Kota Pekanbaru. Karena sekian banyak rumah sakit di Kota Pekanbaru, belum ada statusnya milik daerah Kota Pekanbaru seutuhnya.


Gedung RSD Madani Pekanbaru yang megah. (Foto: Ist)

Dengan adanya RSD Madani ini, lanjut Firdaus, merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat, memberikan pelayanan kesehatan yang murah kepada masyarakat, sesuai dengan namanya, RSD Madani, yakni melayani dengan penuh amanah, sopan santun, dan mengedepankan nurani.

"Manfaatkanlah, saat ini semua fasilitas masih kita berikan gratis, pelayanan masih gratis, silahkan temui bapak ibu tenaga medis kita di rumah sakit ini, bawa KTP, dapatkan layanan gratis nanti," imbau Walikota.


Walikota dan rombongan saat meninjau RSD Madani usai Soft Opening. (Foto: Ist)

Firdaus juga menerangkan, bahwa pihaknya ingin menjadikan RSD Madani ini rumah sakit yang ramah alias Green Hospital, baik ramah lingkungan, juga ramah dalam pelayanan dan fasilitas, sehingga masyarakat yang ingin berobat mendapat pelayanan psikis yang baik sehingga penyakit yang dialami bisa sembuh.

"Konsep ini pernah kita sampaikan kepada Menteri Kesehatan RI pada tahun 2013, kata Ibu Menkes, konsep green hospital bukan saja bangunannya, tapi juga manajemen dan pelayanan. Dan apa yang ibu Menkes sarankan kita realisasikan sekarang ini," terangnya kepada hadirin.

Dengan adanya RSD Madani ini, nantinya juga akan membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat setempat. "RSD Madani ini untuk mambangun lingkungan sehat dan masyarakat sehat, bukan saja secara jasmani juga rohani," lanjutnya.

Walikota juga memaparkan jumlah tenaga kesehatan yang ada di RSD Madani saat ini terdiri dari 91 tenaga medis, antara lain dokter umum 9 orang, dokter spesialis 21 orang, dokter gigi 3 orang, perawat gigi 3 orang, perawat 27 orang, bidan 11 orang, analisis 2 orang, apoteker 1 orang, asisten apoteker 1 orang, fisioterapi 1 orang, rekam medik 1 orang, ahli gizi 3 orang, dan manajemen 7 orang.


Walikota dan rombongan meninjau fasilitas di RSD Madani Pekanbaru. (Foto: Ist)

Saat ini RSD Madani sudah bisa melayani poli umum, poli gigi, poli spesialis anak, kandungan, THT, paru-paru, jantung, kulit, IGD, urologi, bedah palsik dan akupuntur serta laboratorium.

Plt Direktur RSD Madani, dr Dian Astuti, juga meluapkan rasa bangganya karena Pekanbaru memiliki rumah sakit daerah, dengan begitu, pelayanan masyarakat yang selama ini tidak tertampung lagi di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, bisa terakomodir dengan adanya RSD Madani yang megah itu.

"Tentu tahap awal memang belum semuanya lengkap, berangsur-angsur melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan. Mudah-mudahan gedung lainnya segera siap dan peralatan yang dibutuhkan segera bisa dilengkapi, sama-sama kita berusaha, agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang bagus," terangnya.


Para tamu acara soft opening RSD Madani Pekanbaru bersama Walikota Firdaus MT. (Foto: Ist)

Diterangkannya, bahwa di RSD Madani Pekanbaru ini pelayanan sudah bagus, ada alat yang belum dimiliki oleh rumah sakit di Kota Pekanbaru yaitu the luviva advanced cervical scan.

Alat itu ada di klinik bidan dan kandungan RSD Madani dan satu-satunya ada di Riau. Alat ini menggunakan biophotonics untuk memindai seluruh serviks uterus dan endoserviks distal. Alat ini bermanfaat bagi wanita yang mengalami gangguan pada organ rahimnya.

"Tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit di luar Pekanbaru atau ke negara lain, cukup periksa di sini sudah tahu hasilnya karena alatnya jauh lebih canggih," terang dr Dian Astuti.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru dr Zaini Rizaldi S mengapresiasi apa yang menjadi pencapaian kinerja Walikota Pekanbaru dibawah kepemimpinan DR H Firdaus MT dan wakilnya H Ayat Cahyadi SSi, saat ini Pekanbaru telah memiliki rumah sakit sendiri yang canggih.


Walikota saat menggunting pita pertanda RSD Madani Pekanbaru dibuka. (Foto: Ist)

"Sarana dan prasarananya memang belum mencapai 100 persen, pegawai baru 91 orang, tenaga kesehatan, perawat, dokter, tenaga adminstrasi dan sebagainya disiapkan 70 orang. Melengkapi berbagai kekurangan tidak bisa sepenuhnya bergantung kepada APBD Pekanbaru, akan ajukan bantuan provinsi dan pusat," sebutnya.

Alat kesehatan yang telah dibeli yakni ambulan, tahap awal biaya operasional RSD Madani ini dianggarkan Rp3 miliar. Untuk kebutuhan obat-obatan, ronsen, alat USG masih menggunakan alat dari Diskes, Puskesmas dan Poliklinik untuk sementara. (adv/win/diskominfo)

Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)