Warga Kampung Jati Baru Siak Diajarkan Cara Membuat Eco-enzyme

datariau.com
857 view
Warga Kampung Jati Baru Siak Diajarkan Cara Membuat Eco-enzyme

SIAK, datariau.com - Demi meningkatkan pengetahuan warga tentang pengelolaan limbah dapur, Mahasiswa Kukerta UNRI melakukan penyuluhan dan praktek langsung pembuatan Eco enzyme kepada warga Kampung Jati Baru Kabupaten Siak.

Mahasiswa Universitas Riau yang terdiri dari 10 orang menjalani masa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) di Kampung Jati Baru. Kegiatan ini dinamakan Kukerta Bangun Kampung.

Dalam kelompok Kukerta ini terdiri dari 3 fakultas yaitu FKIP, FISIP dan FMIPA. Dibimbing oleh Ir Edy Ervianto MT dan diketuai oleh Nur Haviz Zamani yang beranggotakan Khairun Nisa, Ayu Meliana, Putri Maulia, Aisah, Sindi Safitri, Azra Nabila, Salsabila Puspa Andini, Rahmat Dio Antoni dan Dwi Nanda Julianto. Program kerja ini berfokus pada bagaimana cara mengolah sisa-sisa makanan dan sayuran menjadi pupuk.

Eco Enzyme merupakan larutan/cairan multifungsi yang dihasilkan melalui proses fermentasi dari campuran sisa sampah organik (buah-buahan dan sayuran), gula merah dan air. Manfaat eko-enzyme untuk pertanian adalah sebagai filter udara, herbisida dan pestisida alami, filter air, pupuk alami untuk tanaman, dan dapat menurunkan efek rumah kaca.

Eco Enzyme pertama kali diperkenalkan oleh Dr Rosukon Poompanvong yang merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik di Thailand. Gagasan proyek ini adalah untuk mengolah enzim dari sampah organik yang biasanya kita buang ke dalam tong sampah sebagai pembersih organik.

Kegiatan Eco-enzyme yang telah dilaksanakan pada Ahad (30/7/2023) bertepatan dengan kegiatan senam ibu-ibu yang dilakukan setiap hari Ahad pagi di Balai Dusun Jati Mulya, Kampung Jati Baru. Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu dan remaja Dusun Jati Mulya.

Sindi selaku pembicara kegiatan eco enzyme menyampaikan beberapa langkah-langkah yang digunakan dalam membuat eco enzyme tersebut serta beberapa manfaat atau hasil yang bisa didapatkan dari kegiatan tersebut.

"Langkah awal dalam membuat eco-enzyme adalah memotong kecil-kecil buah dan sayuran yang sudah layu atau busuk, selanjutnya sayuran busuk dimasukkan kedalam botol bekas, kemudian ditambah dengan gula merah yang sudah dicairkan, lalu campurkan dengan air, aduk semua sampai merata," jelas Sindi.

"Bahan yang sudah tercampur siap digunakan dalam 3 bulan, pada setiap bulannya tutup botol perlahan- lahan dibuka agar gas tidak keluar dan tidak meledak," tambah Aisah.

Pembuatan Eco-enzyme ini memberikan manfaat yang banyak bagi tanaman, seperti pupuk dan penjernih air kolam lele. Pembuatan dengan bahan dan proses yang mudah membuat ibu-ibu ataupun masyarakat mudah membuatnya. Hanya dengan bahan sayuran busuk, gula merah dan air dapat menghasilkan pupuk yang sangat berguna. (*)

Penulis
: Khairun Nisa
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)