INHU, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 148 melaksanakan kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan briket berbahan dasar tempurung kelapa dan tepung kanji di Desa Usul, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja KKN yang bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam memanfaatkan limbah tempurung kelapa menjadi produk yang memiliki nilai guna dan berpotensi bernilai ekonomi.
Program ini dilatarbelakangi oleh banyaknya tempurung kelapa yang ditemukan di lingkungan masyarakat dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap limbah, dari sesuatu yang harus dibuang menjadi bahan yang dapat diolah dan dimanfaatkan kembali.
Baca juga:
KKN UMRI Kelompok 148 Serahkan Tong Sampah kepada Desa Usul untuk Dukung Kebersihan Lingkungan
Dalam sesi sosialisasi, mahasiswa KKN UMRI Kelompok 148 menjelaskan mengenai pengertian briket, manfaatnya sebagai salah satu bahan bakar alternatif, bahan yang diperlukan, hingga tahapan pembuatannya.
Salah satu bahan penting yang digunakan dalam proses tersebut adalah tepung kanji sebagai perekat. Tepung kanji dicampurkan dengan arang tempurung kelapa yang telah dihaluskan sebelum adonan kemudian dicetak menjadi briket.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan briket secara langsung. Mahasiswa memperagakan proses pengolahan tempurung kelapa menjadi arang, kemudian arang dihaluskan dan dicampurkan dengan perekat berbahan tepung kanji.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 148 Serahkan Taman TOGA kepada Desa Usul, Dorong Pemanfaatan Tanaman Obat
Adonan tersebut selanjutnya dicetak sesuai bentuk yang diinginkan dan dikeringkan hingga menghasilkan briket yang siap digunakan.
Praktik langsung tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat dan memahami setiap tahapan pembuatan briket. Masyarakat juga dapat mengetahui bahwa pengolahan limbah tempurung kelapa dapat dilakukan dengan bahan dan peralatan yang relatif sederhana serta mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Selain memberikan keterampilan baru, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan limbah. Pemanfaatan tempurung kelapa menjadi briket diharapkan dapat mengurangi limbah yang terbuang sekaligus menghasilkan bahan bakar alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 148 berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh masyarakat melalui kegiatan tersebut dapat diterapkan secara mandiri dan berkelanjutan.
Tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, pembuatan briket juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi apabila dikelola secara konsisten dan dikemas dengan baik.