SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 56 mengajak masyarakat Kampung Sungai Limau, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, memanfaatkan bahan herbal menjadi produk minuman praktis. Kegiatan berupa praktik pembuatan jamu jahe merah instan tersebut digelar di Gedung Serbaguna Kampung Sungai Limau, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB itu menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN UMRI dalam memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan yang dapat diterapkan masyarakat secara mandiri.
Dalam praktik tersebut, mahasiswa memperkenalkan tahapan pembuatan jamu jahe merah instan secara langsung, mulai dari persiapan bahan, penghalusan jahe, penyaringan sari jahe, proses pemasakan hingga menjadi kristal, pendinginan, pengayakan, sampai penyimpanan.
Baca juga:Semarak HUT ke-81 RI, Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 56 Jadi Bagian Paskibraka di Sungai Limau
Pemilihan jahe merah sebagai bahan utama dilakukan karena pengolahannya relatif sederhana dan dapat dilakukan menggunakan peralatan rumah tangga. Selain untuk kebutuhan konsumsi keluarga, keterampilan tersebut juga berpotensi menjadi ide pengembangan produk olahan berbahan herbal di lingkungan masyarakat.
Gunakan Bahan Sederhana
Untuk membuat jamu jahe merah instan, mahasiswa KKN UMRI menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh. Bahan tersebut terdiri dari 250 gram jahe merah, 250 mililiter air, 500 gram gula pasir putih, serta dua batang serai.
Jahe merah menjadi bahan utama, sedangkan gula pasir digunakan sebagai pemanis sekaligus membantu proses pembentukan kristal saat pemasakan. Serai ditambahkan untuk memberikan aroma pada jamu.
Baca juga:Mahasiswa KKN UMRI Ubah Minyak Jelantah Jadi Sabun Serbaguna di Kampung Sungai Limau
Sebelum diolah, seluruh bahan terlebih dahulu dibersihkan. Jahe merah dan serai dicuci hingga bersih agar siap digunakan dalam proses pembuatan.
Proses Pembuatan Jamu Jahe Merah Instan
Proses pembuatan diawali dengan mencuci dan memotong 250 gram jahe merah serta dua batang serai. Jahe kemudian dihaluskan menggunakan 250 mililiter air.
Jahe yang telah halus selanjutnya disaring untuk memisahkan sari jahe dari ampas. Sari jahe kemudian dimasukkan ke dalam wajan untuk memasuki tahap pemasakan.
Baca juga:
Pelatihan Wirausaha: KKN MBKM UNRI Adakan Pelatihan Membuat Selai Semangka untuk PKK Desa Sungai Limau
Sari jahe dicampurkan dengan serai dan 500 gram gula pasir putih. Campuran tersebut dimasak sambil terus diaduk agar tidak menggumpal maupun menempel pada dasar wajan.
Pengadukan dilakukan secara konsisten hingga kadar air berkurang dan campuran semakin mengental. Setelah proses pemasakan berlanjut, campuran jahe dan gula perlahan berubah menjadi bentuk serbuk atau kristal.
Pada tahap tersebut, ketelitian diperlukan agar kristal yang dihasilkan memiliki tekstur yang sesuai. Setelah proses selesai, jamu jahe merah instan kemudian didinginkan.
Baca juga:Nyaman Dibaca Tanpa Iklan Menutup Halaman Berita, Media Online Data Riau Jadi Pilihan Mahasiswa untuk Ekspos Tugas Kuliah
Serbuk yang telah dingin selanjutnya diayak agar menghasilkan ukuran yang lebih halus dan merata. Jamu instan yang sudah jadi kemudian dimasukkan ke dalam wadah tertutup agar lebih terlindungi dan mudah digunakan saat akan diseduh.