DUMAI, datariau.com - Tim Kukerta Balek Kampung Universitas Riau melakukan kegiatan sosialisasi sekaligus motor penggerak program pemerintah tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan covid-19, serta melakukan praktek terhadap siswa dalam proses pembuatan handsanitizer, Senin (26/7/2021).
Turut hadir dalam kegiatan itu Zakaria selaku Tokoh Masyarakat Kelurahan Batu Teritip Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, dan siswa/siswi perwakilan SMP dan SMA beserta orang tua, dan perwakilan perangkat Kelurahan Batu Teritip.
Dalam kesempatan itu Zakaria selaku tokoh masyarakat berkesempatan menyampaikan pidatonya, bahwa dengan adanya kegiatan sosialisasi ini pihaknya selaku peserta merasa terbantu dalam memahami kegiatan sosialisasi dan nantinya mereka juga ikut serta membantu menyebarluaskan informasi yang didapat kepada masyarakat lainnya yang tidak dapat hadir dalam kegiatan tersebut.
"Kami berterimakasih kepada tim Kukerta atas terlaksananya kegiatan sosialisasi ini," kata Zakaria.
Sementara itu, Muhamad Haviz Burahman, salah satu anggota tim Kukerta yang akrab disapa Haviz KDI (runner up KDI 2020) menyampaikan, bahwa sebagai pemateri pihaknya memperkenalkan Rapid Test Antibodi, Gnose Test, Swab Antigen, Sweb PCR, sebagai alat untuk mendeteksi Covid-19 dalam tubuh.
Haviz juga menjelaskan bagaimana cara memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 yaitu mulai dengan memakai masker, makan makanan bergizi, sering mencuci tangan, menjaga jarak hingga sampai pada tahap pencegahan.
"Terkadang tanpa disadari orang yang kita anggap tidak terpapar padahal mereka sebenarnya terjangkit virus yang biasanya disebut OTG (orang Tanpa Gejala)," terangnya.
"Tinggal di sebuah daerah kelurahan yang cukup luas dan jauh dari perkotaan menjadikan masyarakat belum terlalu waspada akan adanya covid yang melanda di sekitarnya, hal ini terbukti dari pernyataan beberapa peserta saat sosialisasi masih banyak yang belum melakukan vaksinasi," kata Haviz.
Di sela rangkaian acara berlangsung salah satu peserta ada yang bertanya kenapa harus divaksin, karena di daerah mereka katanya merupakan daerah yang jauh dari kerumunan dan keramaian, peserta menyebutkan di daerah mereka bermukim aman-aman saja dan banyak menganggap biasa saja.
Dari pertanyaan itu, pemateri menjawab dengan lantang bahwa sebenarnya covid ada namun di daerah tersebut masyarakat belum pernah test, atau mungkin sistem imun tubuhnya tinggi, dan yang lebih meyakinkan masyarakat bahwa di daerah Kelurahan Batu Teritip masih berada di zona hijau.
Setelah sosialisasi atau pemaparan materi, Haviz menanyakan kepada beberapa siswa siswi SMA terkait kesimpulan atau materi yang telah disampaikan, dan siswa siswi pun cukup memahami sehingga bisa menerapkan protokol kesehatan agar tidak terjangkit virus.
Setelah kegiatan sosialisasi berakhir tim kukerta juga menampilkan video cara pembuatan handsanitizer alami karena handsanitizer sebagai pencuci tangan simpel tanpa menggunakan air yang cukup banyak sebagai pencegahan penularan covid.
Kemudian tim kukerta juga menampilkan video cara pembuatan stand handsanitizer supaya lebih seteril tanpa harus memegang botol, tim kukerta juga menampilkan cara pembuatan disinfektan hingga pada tahap penggunaan. Para peserta begitu seksama dalam menyaksikan video tersebut. (Siti Fatimah)