DATARIAU.COM- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau, Tesalonicha Siahaan, Indah Garneta Panggabean dan Jennisa Dwifa Zulfi menghadirkan sebuah karya berupa booklet edukatif bertajuk "Tapak Sagu" bagi masyarakat Desa Lukun. Booklet ini dirancang sebagai jejak sejarah perkembangan pohon sagu di Desa Lukun sekaligus media edukasi ringkas mengenai berbagai aspek penting seputar sagu.
Booklet "Tapak Sagu" disusun secara padat namun informatif, memuat berbagai informasi penting seputar sagu hanya dalam beberapa halaman. Pada halaman depan, pembaca disuguhkan penjelasan mengenai sejarah sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti, mulai dari asal-usul hingga perkembangannya sebagai komoditas khas daerah. Di bagian yang sama, turut dipaparkan pula potensi besar yang dimiliki sagu, baik dari segi ekonomi, pangan, maupun budaya masyarakat setempat.
Beralih ke halaman berikutnya, booklet ini mengangkat sisi lain dari pengelolaan sagu yang jarang dibahas secara luas, yakni tantangan dalam pengelolaan sagu serta kebijakan-kebijakan yang menyertainya. Tak hanya itu, booklet ini turut menyoroti isu lingkungan dan limbah yang dihasilkan dari proses pengolahan sagu, sekaligus memberikan wawasan kepada masyarakat bahwa sagu memiliki potensi pemanfaatan yang jauh lebih luas, tidak sekadar sebagai bahan pangan pokok semata.
Melalui susunan yang ringkas namun menyeluruh, booklet "Tapak Sagu" berhasil merangkum informasi seputar sejarah, potensi, tantangan, kebijakan, hingga isu lingkungan sagu dalam satu media yang mudah dipahami dan dibaca oleh berbagai kalangan.
Booklet ini kemudian didistribusikan secara luas kepada masyarakat Desa Lukun, dengan salinan utama disimpan di Kantor Desa Lukun sebagai bahan referensi dan arsip desa. Selain itu, booklet turut dibagikan kepada para guru dan peserta didik di lingkungan sekolah, serta masyarakat umum Desa Lukun, agar informasi mengenai sagu dapat menjangkau lebih banyak kalangan, mulai dari generasi muda hingga masyarakat dewasa.
Tanggapan yang diterima dari masyarakat pun cukup positif. Banyak warga mengaku menjadi lebih memahami seluk-beluk sagu setelah membaca booklet ini, mulai dari sejarah hingga potensi pemanfaatannya yang selama ini belum banyak diketahui. Kemasan informasi yang ringkas dalam satu booklet dinilai memudahkan masyarakat untuk memahami keseluruhan isi tanpa perlu membaca sumber yang panjang dan rumit.
Melalui karya booklet "Tapak Sagu" ini, diharapkan masyarakat Desa Lukun, khususnya generasi muda, dapat semakin mengenal dan menghargai sagu sebagai warisan sekaligus potensi besar daerah mereka, serta turut serta menjaga keberlanjutan pengelolaannya di masa mendatang.***
Tim Kukerta UNRI Desa Lukun 2026