Suara Demokrasi SMAN 2 Rengat, Posisi Ketua Osis Diperebutkan 3 Kandidat

datariau.com
2.139 view
Suara Demokrasi SMAN 2 Rengat, Posisi Ketua Osis Diperebutkan 3 Kandidat

RENGAT, datariau.com - Untuk memberikan pendidikan tentang demokrasi, SMA Negeri 2 Rengat mengadakan Perayaan Hasil Belajar Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Siswa/i dengan tema "Suara Demokrasi" dengan tema kegiatan "Suaraku - untuk sebuah perubahan". Dengan acara kegiatan Pemilihan Osis Periode 2024-2025 SMA Negeri 2 Rengat.

Acara dihadiri Kasi Dinas Pendidikan Cabang Wilayah 4 Yuslizon SH MPd, Pengawas Pembina SMA Gusrial MPd dan perwakilan dari Panitia Pemilu Kecamatan Rengat, juga dihadiri Ketua Komite sekolah Drs Said Johan.

Acara pesta demokrasi tersebut dibuka langsung oleh Kepala Sekolah Yanti Murani SPd MSi, di akhir kata sambutannya beliau memberikan harapannya kepada ketiga paslon.

"Carilah paslon yang bisa membawa SMANDA ke arah perubahan, jadi akhir dari kegiatan ini adalah terpilihnya ketua osis dan wakil ketua osis. Semoga yang terpilih adalah ketua osis dan wakil ketua osis yang amanah," harapnya.

"Ada satu perbedaan antara bedanya sekolah dengan kehidupan yaitu jika di sekolah kita belajar dulu baru ujian, tetapi di kehidupan kita akan merasakan ujian dulu baru belajar, untuk ketua osis belajarlah disaat nanti terpilih jangan saat sudah menjabat jadi sombong dan untuk anak lainnya jangan membuat anak osis bekerja sendirian, karena osis bukanlah pembantu sekolah," lanjutnya.

Adapun kandidat osis SMA Negeri 2 Rengat ada 3 paslon, yaitu:

1. Andrian Tri Kusuma (calon ketua osis) dan Yuri Alvadinata (calon wakil ketua osis)

2. Syila Prima Wati (calon ketua osis) dan Siti Nurhaliza (calon wakil ketua osis)

3. Nola Pratiwi (calon ketua osis) dan Rilla Kheisya (calon wakil ketua osis)

Ada yang unik dari salah satu paslon kandidat yaitu dari paslon 2 yaitu pasangan Syila Prima Wati dengan Siti Nurhaliza, dalam debat calon osis mereka mengunggulkan program kerja yaitu diadakannya kegiatan-kegiatan mengangkat tema seni budaya di bulan bahasa.

Kegiatan pesta demokrasi ini juga memberikan akses kepada murid untuk mengeksplor potensi bakat dan minatnya.

Dalam kegiatan ini seluruh murid berpartisipasi dalam unjuk kegiatan yang ditampilkan seperti penampilan tarian persembahan, tari kreasi, tari kolosal, gitar akustik, puisi dan paduan suara.

Suara Demokrasi mengajarkan siswa untuk merefleksikan dan memahami implementasi demokrasi dalam lingkungan terkecil yaitu sekolah sebelum akhirnya terjun ke lingkungan masyarakat.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)