DATARIAU.COM - Pembelaan diri bagi mereka yang sudah terjebak sebagai perokok, akan mengupayakan mempertanyakan bahwa tidak ada dalil yang mengharamkan rokok. Mengapa ada yang melarang rokok sementara rokok tidak pernah ada di zaman Rasulullah Shalallah alaihi wa sallam, siapa yang mengharamkannya?
Pertanyaan ini sebagai upaya pembenaran agar mereka tetap merokok, dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits hafidzallah. Beliau mengajak kita untuk merenung, jika saja rokok itu ada di masa Rasulullah Shalallah alaihi wa ssalam dan para sahabat, siapa yang akan mengisapnya?
Zaman itu ada berbagai jenis manusia, ada Nabi Muhammad Shalallah alaihi wa sallam dan ada para sahabat, mereka orang-orang shalih yang taat kepada Allah dan Nabi Muhammad merupakan hamba yang paling baik di muka bumi ini.
Sebaliknya, zaman itu juga ada orang-orang munafik, orang kafir, seperti Abu Lahab, Abdullah bin Ubai bin Salul, mereka orang-orang kafir dan munafik.
Sekarang, mari kita merenung membayangkan orang golongan pertama yaitu Nabi Shalallah alaihi wa sallam dan para sahabat merokok. Sebelum berkutbah, Rasulallah menghabiskan rokok sebatang. Demikian para sahabat, seperti Abu Bakar, Umar, sambil duduk di emperan Masjid Nabawi bersama Rasulallah, mereka merokok. Sangat sulit dibayangkan dan memang itu tak akan mungkin terjadi jika rokok zaman itu ada.
Kemudian, ustadz mengajak kita merenungkan untuk kelompok kedua, yakni orang kafir dan munafik. Ada Abu Jahal, Abu Lahab, mereka orang-orang jahat kaum musyrikin, berkumpul sambil merokok, mengupat kanan kiri. Abdullah bin Ubai bin Aalul, mereka merokok di kebun kurma sambil merencanakan makar untuk mengacaukan Madinah, kita sangat mudah membayangkannya.
Mengapa kita mudah membayangkan kelompok kedua ini merokok, sementara kelompok pertama tadi begitu lucu dan tidak mungkin mereka bisa kita bayangkan merokok.
Jawabannya adalah karakter rokok, tidak akan sinkron dengan karakter orang-orang shalih, karakter rokok ini akan sangat serasi disematkan di bibir orang kafir atau munafik.
Rasulallah bersabda yang artinya: "Orang mukmin itu ibarat lebah, tidak memakan kecuali yang baik, dan juga tidak membuang sesuatu yang juga baik.
Selengkapnya mari simak ceramah singkat Ustadz Ammi Nur Baits di bawah ini: