Pemko Langsa Digeruduk Massa Korban Banjir

datariau.com
65 view
Pemko Langsa Digeruduk Massa Korban Banjir
Foto: Edy Syarifuddin
Warga yang mengatasnamakan Forum Banjir Kota Langsa melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Pemerintah Kota (Pemko) Langsa, Kamis (2/4/2026).

LANGSA, datariau.com - Lebih dari sertusan warga yang mengatasnamakan Forum Banjir Kota Langsa melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Pemerintah Kota (Pemko) Langsa, Kamis (2/4/2026).

Aksi demonstrasi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu terpusat di depan pintu gerbang keluar Sekretariat Daerah Kota Langsa.

Aksi unjuk rasa tersebut terkait bantuan banjir yang hingga hari ini belum mereka terima dan para pengunjuk rasa mempertanyakan kejelasan bantuan pemerintah ini.

Tak sedikit pula kaum emak-emak ikut melibatkan diri menyuarakan yel-yel "Turun Walikota dan Sekda dari jabatannya" seraya membentangkan alat peraga mengkritik kepemimpinannya serta bunyi-bunyian di lokasi titik pusat kumpul di gerbang pintu keluar kantor pemerintahan.

Sedang aksi Unras tersebut mendapat pengawalan ketat aparat Kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) dalam pengamanan di lokasi.

Kehadiran pengunjukrasa tersebut diterima Sekda Kota Langsa, Suhartini, didampingi sejumlah pejabat teras pemerintahan kota itu di lokasi.

Di lokasi tidak terlihat Walikota ataupun Wakil Walikota Langsa yang menemui mereka, diperoleh informasi Walikota Jeffry Sentana saat itu sedang tugas dinas ke luar kota.

Sementara itu koordinator forum Haprijal Roji meminta orang nomor satu di Pemko Langsa untuk menemui mereka dan menjelaskan terkait bantuan banjir bagi mereka yang belum menerima.

Lalu Sekda Kota Langsa Suhartini di depan para demonstran memberi penjelasan terkait tentang metode pendataan korban banjir sesuai aturan atau juknis yang telah ditentukan oleh Pemerintah Pusat.

Selain itu Sekda juga memberitahukan bahwa Pemko Langsa telah menyalurkan bantuan Tahap I terhadap ratusan warga yang rumahnya rusak ringan dan sedang termasuk menyalurkan bantuan jadup atau jaminan hidup bagi korban banjir yang perorang Rp 15 ribu/hari selama 90 hari.

Atas penjelasan Sekdako itu Haprijal Roji selaku koordinator aksi dalam orasinya meminta Pemko Langsa memberikan penjelasan tertulis dan ditandatangani bukan sebagai mengumbar janji saja.

Setelah jeda beberapa saat Sekda Suhartini membuat surat penjelasan tertulis kembali ke lokasi menemui pengunjuk rasa bersama pejabat lainnya menyerahkannya surat penjelasan tersebut ke koordinator aksi yang diminta para pendemo.

Tag:langsa
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)