Persma Bangkit Melawan: Napas Solidaritas dari Mukernas PPMI di Kendari

Samsul
20.281 view
Persma Bangkit Melawan: Napas Solidaritas dari Mukernas PPMI di Kendari
DATARIAU.COM- Ratusan Insan Pers kampus dari berbagai daerah berkumpul di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI). Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi nasional untuk memperkuat solidaritas dan mempertegas peran pers mahasiswa di tengah semakin sempitnya ruang kritis di kampus pada tannggal 7??"11 Oktober 2025 lalu.

Mukernas dibuka dengan Seminar Nasional bertema “Konsolidasi Persma Melawan Durjana Kekuasaan.” Hadir sebagai narasumber Sekjen PPMI periode 2025??"2027, Ketua AJI Kendari, Founder Konde.co, serta pembina UKM Pers Objektif UHO. Diskusi membahas peran pers mahasiswa dalam menjaga idealisme dan kebebasan berekspresi di tengah tekanan kekuasaan.

Pada hari berikutnya, peserta mengikuti Lingkar Diskusi bersama jurnalis CNN Indonesia, WALHI Sultra, dan warga Desa Torobulu yang terdampak tambang. Forum ini menegaskan bahwa kerja jurnalistik bukan sekadar menulis, tetapi juga berpihak pada masyarakat yang tertindas.

Dalam forum musyawarah, peserta menyoroti kondisi internal PPMI yang belum optimal dan berkomitmen membangun jejaring solidaritas antar-LPM. Hasilnya, dirumuskan lima program kerja strategis untuk memperkuat advokasi, peningkatan kapasitas, dan pendokumentasian kasus represi terhadap pers mahasiswa.

Momentum haru terjadi dalam Mimbar Solidaritas untuk mengenang enam tahun gugurnya Randi dan Yusuf, dua mahasiswa UHO yang tewas saat aksi menolak RKUHP dan pelemahan KPK. Selain itu, peserta juga melakukan kunjungan ke Desa Torobulu meski sempat mendapat penolakan dari sebagian warga pro-tambang.

Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke beberapa destinasi di Kendari sebagai ruang pemulihan setelah rangkaian diskusi dan advokasi. Mukernas PPMI 2025 menjadi simbol persatuan dan kebangkitan pers mahasiswa, menegaskan kembali semangatnya sebagai penjaga kebenaran dan suara rakyat.**
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)