Pengabdian Tim Kukerta Mahasiswa UNRI Promosikan Wisata Tersembunyi Desa Kuok Kampar

datariau.com
2.543 view
Pengabdian Tim Kukerta Mahasiswa UNRI Promosikan Wisata Tersembunyi Desa Kuok Kampar
Gambar: Menyapariau
Air Terjun Lubuk Nginio.

KAMPAR, datariau.com - Tim kuliah kerja nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) melakukan kegiatan pemasangan spanduk Wisata di Desa Kuok, Selasa (3/8/2021).

Pengabdian Kukerta Universitas Riau berinisiatif untuk melakukan promosi wisata yang berada di Desa Kuok. Diantaranya dengan memasang spanduk untuk mengangkat kembali tempat-tempat wisata di desa Kuok.

Salah seorang anggota Tim Kukerta UNRI Ilham Saputra mengatakan, hal tersebut saat dilakukan kegiatan pemasangan spanduk.

?Lokasi wisata yang kami promosikan ada beberapa yang belum dikomersilkan, dan masih banyak yang belum mengetahui keberadaanya. Sehingga menjadi salah satu surga tersembunyi di kawasan Kampar, sebagai tempat wisata alami,? katanya.

Diharapkan dengan kegiatan ini dapat bermanfaat sekaligus meningkatkan jumlah wisatawan dari dalam maupun luar Riau, serta membantu perekonomian penduduk desa Kuok.

Adapun beberapa wisata desa Kuok;

1. Air Terjun Lubuk Nginio

Wisata Lubuk Nginio yaitu Lubuk kecil, tersimpan atau tersuruk di tengah hutan yang menyimpan ketenangan dan kesederhanaan. Lubuk Ngino terletak pada Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Lubuok (Bahasa Ocu), berarti lubuk atau ceruk terdalam sungai. Sedangkan Nginio (juga Bahasa Ocu) mengandung arti dalam dan seram. Lubuk Nginiu berarti lubuk yang dalam dan angker atau menakutkan.

Sederhana yaitu kesan pertama yang terasa ketika anda hingga ke wisata Lubuk Nginio. Lubuk ini tidaklah terlalu besar. Ukurannya hanya sekitar 20?15 meter. Bagian paling dalamnya hanya sekitar 3 meter. Di atas lubuk terdapat gerojokan yang Tingginya sekitar 4 meter dengan lebar sekitar 10 meter. Jika debit air lebih besar, gerojokan ini akan lebih deras, lebih rendah dan lubuk akan lebih dalam.

Lokasi Lubuk Nginio sendiri berada di hulu Sungai Laki yang terjun ke Sungai Kampar yang berjarak sekitar enam kilo meter dari Simpang Ladang yang berada di sisi kiri Jalan Raya Kampar atau sebelum Rantau Berangin. Para pengunjung tidak usah khawatir, karena jalannya sendiri sudah mulus beraspal.

Nah setelah sampai simpang tiga ini, jalan berupa jalan tanah merah bercampur pasir dan sedikit bebatuan. Lalu anda akan menemukan jalan tanah setapak yang membelah perkebunan karet milik warga.

Jarak tempuh dari Kota Pekanbaru ke lokasi wisata ini sekitar dua jam setengah. Jadi sangat pas buat pecinta atau petualang wisata alam dan ingin memanfaatkan akhir pekan dengan berwisata bersama-sama.

2. Air terjun Lubuok Sati

Selain memiliki objek wisata Lubuok Nginio, Kecamatan Kuok ternyata juga memiliki sejumlah potensi wisata alam lain yang patut untuk dikunjungi. Daerah tropis yang dikelilingi oleh berbagai bukit ini, menyimpan ragam pesona sejumlah air terjun, salah satunya air terjun Lubuok Sati. Air terjun ini terletak di Desa Bukit Melintang, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Riau. Objek wisata ini masih alami dan masih belum banyak diketahui oleh para wisatawan.

Untuk mencapai lokasi, obyek wisata ini tak membutuhkan waktu tempuh yang lama, namun harus melalui medan yang berat jika terjadi hujan, dikarenakan akses jalan masih belum beraspal. Lokasinya, hanya berjarak sekitar 20 menit dari kota Bangkinang. Air terjun Lubuok Sati yang terletak di Desa Bukit Melintang, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, ini cukup gampang di jangkau dengan menggunakan sepeda motor, dan juga bisa memakai sepeda bagi anda yang hobi Gowes. Sedangkan bagi anda yang menggunakan mobil, untuk sampai ke tempat tujuan diharuskan berjalan kaki, berjarak kurang lebih sekitar 300 meter dari tempat parkir.

3. Rumah Lontiok

Objek Wisata Rumah Lontiok di Dusun Pulau Belimbing, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar semakin dikenal wisatawan. Rata-rata sekitar 200an wisatawan berkunjung setiap hari ke lokasi ini. Namun dalam pengembangannya, Kelompok Sadar Wisata (Pok Darwis) Anjungan Mato yang mengelola objek wisata ini terkendala dana dan lahan dalam upaya pengembangannya.

Sementara itu Agus Candra menambahkan, masyarakat harus sepakat untuk mendukung kegiatan kepariwisataan. Ia mengapresiasi bentuk kreativitas masyarakat membentuk Pok Darwis. "Kami akan mendukung masyarakat karena sampai hari ini masih menjaga kampung ini, kampung yang dikunjungi dan diminati orang banyak," kata Agus.

Adapun beberapa even dan tempat wisata lainnya yaitu ada balimau kasai, manggelek tobu, RM Atok Daun, Sate kuok, dan Museum Kandil Kemilau Emas.

Jadi, jangan lupa mengunjungi Desa Kuok sebagai salah satu pilihan wisata anda. (rls)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)