SIAK, datariau.com - Upaya mendorong pola hidup sehat sekaligus mengangkat potensi tanaman obat lokal terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 44 di Desa Laksamana, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak.
Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan “Senam Sehat Bersama” yang digelar di lapangan utama Desa Laksamana. Kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh masyarakat bersama para mahasiswa KKN UMRI.
Tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan kebugaran fisik, kegiatan ini juga dimanfaatkan mahasiswa sebagai momentum edukasi kesehatan sekaligus memperkenalkan inovasi berbasis tanaman obat keluarga (TOGA) yang mereka kembangkan.
Baca juga:Sulap
Tutup Botol Jadi Karya Bernilai, Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 44
Tanamkan Jiwa Ecopreneur Sejak Dini Lewat Program PELANGI di Desa
Laksamana
Usai mengikuti rangkaian gerakan senam yang energik, warga diajak mengikuti sesi sosialisasi kesehatan. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa KKN UMRI Kelompok 44 secara resmi memperkenalkan produk minuman herbal serbuk bernama JA-KUSE LAKSAMANA KKN UMRI 2026.
JA-KUSE merupakan inovasi mahasiswa yang memanfaatkan tiga bahan herbal utama, yakni jahe, kunyit, dan sereh. Ketiga rempah tersebut diolah menjadi minuman serbuk yang praktis dan dirancang tanpa ampas ketika diseduh.
Melalui produk tersebut, mahasiswa berupaya menggabungkan kearifan lokal dalam pemanfaatan rempah dengan konsep pengolahan produk yang lebih modern dan praktis.
Baca juga:Respons Cepat Aspirasi Desa, KKN UMRI Kelompok 44 Hadirkan Peta Edukasi Ekologis dan Fasilitas Kebersihan
Mengusung tagline “Hangatnya, rasakan manfaatnya setiap hari”, JA-KUSE diperkenalkan sebagai minuman herbal yang dapat menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat masyarakat.
Dalam sesi sosialisasi, mahasiswa menjelaskan sejumlah manfaat yang dikaitkan dengan bahan-bahan herbal dalam JA-KUSE. Di antaranya sebagai minuman pendukung daya tahan tubuh, membantu menjaga kenyamanan pencernaan, memberikan sensasi hangat bagi tubuh, serta memiliki kandungan senyawa alami yang dikenal memiliki sifat anti-inflamasi.
Mahasiswa juga mengedukasi masyarakat mengenai cara penyajian JA-KUSE yang mudah dilakukan di rumah.
Untuk menikmatinya, warga cukup mengambil sekitar satu hingga dua sendok makan serbuk JA-KUSE, kemudian memasukkannya ke dalam gelas. Setelah itu, tuangkan sekitar 200 mililiter air panas dan aduk hingga serbuk larut dengan sempurna.
Baca juga:Beri Sentuhan Digital pada UMKM Legendaris dan Edukasi Ekologis, KKN UMRI Kelompok 44 Hadirkan Aksi Nyata di Desa Laksamana
Agar cita rasanya semakin nikmat, minuman tersebut dapat ditambahkan madu atau perasan jeruk nipis sesuai selera. JA-KUSE kemudian dapat langsung dinikmati selagi hangat.
Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 44 berharap inovasi tersebut tidak hanya menjadi produk selama pelaksanaan KKN, tetapi juga dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk memanfaatkan tanaman herbal yang tersedia di lingkungan sekitar.
Pemanfaatan jahe, kunyit, dan sereh sebagai bahan utama juga dinilai dapat menjadi langkah awal dalam mengembangkan potensi TOGA menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan peluang ekonomi bagi masyarakat.
Baca juga:Media Online Data Riau Jadi Pilihan Mahasiswa untuk Ekspos Tugas Kuliah
Antusiasme warga terlihat saat mahasiswa membagikan sampel JA-KUSE secara gratis kepada para peserta senam. Warga menerima produk tersebut dengan penuh ketertarikan, sekaligus mendapatkan kesempatan untuk mencoba langsung minuman herbal yang diperkenalkan mahasiswa.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dapat dikemas dengan pendekatan yang menyenangkan dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Perpaduan antara olahraga, edukasi kesehatan, serta pemanfaatan rempah lokal menjadi satu rangkaian kegiatan yang memberikan manfaat bagi warga Desa Laksamana.
Melalui program tersebut, KKN UMRI Kelompok 44 berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kebugaran tubuh sekaligus mampu memanfaatkan potensi tanaman herbal yang ada di sekitar mereka.
Selain memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat, program JA-KUSE juga diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat Desa Laksamana untuk mengembangkan produk olahan rempah secara mandiri sehingga memiliki nilai ekonomi dan berpotensi menjadi produk unggulan desa.***