Muhadharah, Cara Ponpes Subulul Ihsan Melatih Mental Public Speaking Para Santri

Ruslan
2.704 view
Muhadharah, Cara Ponpes Subulul Ihsan Melatih Mental Public Speaking Para Santri
Foto: Nazlan Zein
Foto bersama Asaatidz dan para santriwan/wati Pondok Pesantren Subulul Ihsan Sekolah Penghafalan Al-Qur'an dan Bahasa.

DATARIAU.COM - Muhadharah adalah kegiatan latihan pidato yang diikuti seluruh santri Pondok Pesantren Subulul Ihsan Sekolah Penghafalan Al-Qur'an dan Bahasa, di Jalan Intan 1 RT 03 RW 01, desa Curug, kecamatan Gunung Sindur, kabupaten Bogor, yang diasuh oleh Dr KH Saifuddin Herlambang MA.


Pengasuh Pondok Pesantren Subulul Ihsan, Dr KH Saifuddin Herlambang MA.

Kegiatan ini dilakukan dalam tiga bahasa yaitu Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Dalam satu minggu, seluruh santri mengikuti Muhadharahtiga kali sesuai jadwal yang telah ditentukan.

"Selain santriwan/wati konsentrasi dibidang tahfihz qur'an, tetap perlu diberikan pembekalan kepada anak-anak untuk latihan pidato guna melatih mental mereka yang siap tempur di masyarakat," ujar Nazlan Zein.


Kepala Sekolah Pondok Pesantren Subulul Ihsan, Nazlan Zein SPd.

Kegiatan muhadlarah dimaksudkan sebagai latihan para santri agar memiliki keterampilan berpidato dalam tiga bahasa tersebut. Hal ini dimaksudkan sebagai sarana bekal Da'wah Islamiyah di masyarakat nanti setelah pulang dari pesantren.


Kegiatan Muhadlarah para santriwan/wati di Pondok Pesantren Subulul Ihsan.

Muhadharah merupakan salah satu kegiatan yang cukup efektif untuk melatih keberanian dan ketrampilan santri. Berani berbicara di depan khalayak ramai, bahkan diawasi oleh beberapa mulahidz, yakni santri senior yang ditugaskan untuk mengawasi dan mengontrol jalannya muhadharah. Di samping itu, juga diawasi oleh beberapa ustadz yang ditugaskan sebagai pembimbing kegiatan muhadharah ini.


Pimpinan Harian Pondok Pesantren Subulul Ihsan, Ta'lif Muhtadi Mahlan SPdi.

Santri yang memiliki ketrampilan muhadharah dengan baik, maka menjadi modal awal baginya untuk terjun ke masyarakat, baik masyarakat perguruan tinggi bagi yang melanjutkan studinya ke perguruan tinggi, maupun masyarakat yang sesungguhnya. Apabila keberanian dan kemampuan ini dikembangkan dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan dia akan menjadi seorang orator yang hebat, yang bisa menempatkan dirinya dihadapan masyarakat pendengar yang beraneka ragam. (rls)

Penulis
: Nazlan Zein
Sumber
: datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)