Meski Dibatasi, SDN 37 Pekanbaru Nilai Sistem Pembelajaran Tatap Muka Lebih Efektif

Sindy Aprilia Dwiyanti
1.338 view
Meski Dibatasi, SDN 37 Pekanbaru Nilai Sistem Pembelajaran Tatap Muka Lebih Efektif
Gambar : Maizatul Akmam

PEKANBARU, datariau.com- Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kota Pekanbaru sudah berjalan sejak awal September lalu. Dilaksanakan dua kali dalam seminggu, sistem PTM ini dibagi menjadi 2 sesi yakni sesi pagi dan siang.

Wakil Kepala (Waka) SDN 37 Pekanbaru, Al Asari menjelaskan, pembelajaran tatap muka sesi pagi dilaksanakan dari pukul 07.00 - 10.00 WIB dan sesi siang dimulai dari pukul 10.15 - 12.45 WIB.

"Pembelajaran offline ini dilakukan lebih kurang sebulan yang lalu. Sesuai dengan surat edaran dari Pemko kita masuk 2 kali seminggu, jadi kita terapkan masing-masing kelas dibagi 2 ship, demi menjaga jarak juga. Kita mulai masuk ship pertama dari jam 07.00 sampai jam 10.00 dan untuk ship kedua dimulai dari jam 10.15 sampai jam 12.45," ujarnya, Senin (11/10/2021).

Asari menambahkan, bahwa sistem pelaksanaan belajar tatap muka dilakukan secara bergantian. Pada hari Senin dan Rabu untuk kelas 1 dan 6, Selasa dan Kamis untuk kelas 2 dan 5, dan hari Jumat serta Sabtu untuk kelas 3 dan 4.

"Karna kita lokalnya banyak, jadi nampaknya kita setiap hari masuk, padahal itu lokalnya beda-beda. Untuk hari senin itu yang masuk kelas 1 dan 6, untuk Selasa dengan kamis itu kelas 2 dan 5, Jumat serta Sabtu giliran kelas 3 dan 4," terangnya.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan sekolah sebelumnya, yang dilakukan secara online mengalami banyak kesulitan. Mulai dari cara belajar hingga cara menjelaskan pelajaran kepada murid.

"Kalau belajar secara online kemarin kesulitannya itu banyak, pertama dalam menyampaikan materi, kalau kita buatkan video nanti orang tua yang mengeluh karena paket internet, kalau kita buat secara WA tidak mengerti, nah begitulah kesulitannya. Jadi kalau sudah offline begini, walaupun waktunya sangat terbatas, kita buat waktu yang singkat itu kesempatan untuk menjelaskan kepada anak," jelasnya.

Begitupun dengan Falah Aulia, siswi kelas enam mengutarakan bahwa sistem belajar secara offline membuatnya lebih mudah memahami pelajaran yang diberikan.

"Lebih enak ofline, bisa ketemu kawan-kawan. Belajarnya lebih ngerti dari pada online," tuturnya.

Asari berharap, pandemi Covid-19 dapat segera berakhir agar aktivitas kembali normal seperti sediakala.

"Kita sangat berharap pandemi Covid ini segera berakhir ya mudah-mudahan. Karena kita memang sangat rindu mengajar anak-anak dari hari ke hari. Biasanya kita tatap muka dari Senin-Sabtu, sekarang 2 kali seminggu, ya semoga aja bisa normal kembali," pungkasnya.

Penulis
: Maizatul Akmam
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)